Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Apa Ini Karena Gadis Itu?


__ADS_3

"Za..."


"Ya, aku mendengarkan."


"Aku mencintaimu..." Ucap Inder.


Hening... tak ada jawaban dari Za, membuatnya gusar.


"Za, Kau mendengarku?"


"Iya, aku masih disini." Ucap Za membuatnya lega. "I...Inder a... aku..."


"Kau tak perlu Menjawabnya sekarang, Za. Aku hanya ingin kau tau perasaanku sebenarnya, apapun jawabanmu nanti itu tak akan merubah apapun." Ucap Inder. "Kalaupun kau menolakku, bukankah kita masih bisa berteman." Ucapnya sembari terkekeh.


"Tapi yang harus ingat, aku akan menagih jawabanmu nanti." Ucapnya lagi.


Inder tersenyum melihat Rega mengacungkan dua jempol padanya.


"Kau sudah sarapan?" Ucapnya mengalihkan pembicaraan.


"Be...belum, Alika baru saja mengajakku sarapan."


"Kalau begitu sarapanlah dulu, nanti kita bicara lagi."


"Baiklah, bye Inder." Telpon itu langsung ditutup oleh Za.


Inder tersenyum memandangi ponsel di tangannya, rasanya begitu lega bisa mengutarakan perasaan yang selama ini ia pendam.


Sementara di sana Za masih memandangi ponselnya, ia tersipu sendiri mengingat semua perkataan Inder.

__ADS_1


"Hello... Za" Ucap Alika sembari mengibaskan tangan di depannya membuatnya langsung tersadar. Wajahnya memerah.


"Apa yang dia katakan sampai kau merona seperti itu." Tanya Alika, sembari menggerling.


Queenza menggeleng, "Tidak ada, ayo sarapan aku sudah lapar." Ucapnya lalu berjalan mendahului Alika.


"Hei, bukannya tadi kau bilang tak mau makan." Teriak Alika. lalu mengikuti Langkah Za. "Ada apa dengannya?"


🌺🌺🌺🌺🌺


Raisa mencoba menghubungi kekasih yang sangat ia ridukan. Sejak kembali ke indonesia Raja tak pernah menghubunginya, bahkan ketika ia berusaha menghubungi kekasihnya itu, tak jarang panggilannnya di tolak, atau diputus sepihak dengan alasan banyak pekerjaan.


Dulu... ia tak terlalu perduli, apalagi kesibukannnya sebagai model ternama membuatnya bisa sedikit melupakan lelaki itu. Tapi sekarang... sejak Friska memgirimkan foto kebersamaan Raja dengan wanita lain hatinya merasa tak rela.


Tidak! Dia tak ingin kehilangan lelaki yang sangat berarti dalam hidupnya, walau dia seringkali mengecewakan Raja tapi jauh di lubuk terdalamnya dia sangat mencintai lelaki itu dan dia tak ingin kehilangannnya.


Raisa menghela nafas panjang. Saat ia hampir putus asa panggilan itu akhirnya mendapatkan jawaban.


"Raja... Sayang akhirnya kau mengangkat telponku." Ucapnya bahagia.


"Ada apa menelponku?" Ucap pria di sebrang telpon dengan nada dingin..Sungguh bukan sambutan yang ia harapkan.


"Aku merindukanmu, Ja. Aku sangat merindukanmu." Ucapnya sungguh-sungguh. "Ja aku sudah siap menikah denganmu, kapan pun kau memintaku aku bersedia." Sambungnya bersemangat.


"Semuanya sudah terlambat, Sa! Aku justru berpikir hubungan ini harus diakhiri." Ucap Raja, membuatnya meradang. "Tidak, kau tak bisa melakukan itu, Ja."


"Hubungan kita sudah tak sehat, Sa. Kita hanya akan saling menyakiti kalau terus melanjutkannya."


"Apa ini karena gadis itu? Gadis itu yang membuatmu berpaling dariku?" Ucap Raisa.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanya Raja.


"Kau pikir aku tidak tau apa sebenarnya yang membuatmu begitu betah di negaramu, aku tahu semuanya, Ja."


"Dan asal kau tau, aku sedang ada di negaramu sekarang. Bukankah itu kejutan yang menyenangkan? Apa aku temui saja gadis itu?"


Ia tersenyum sinis sembari menutup telponnya, "Aku akan membuat wanita itu menyesal karena membuatmu berpaling dariku!"


🌺🌺🌺🌺


Raja membulatkan matanya begitu mendengar kata-kata Raisa.


"Raisa, kau bercanda kan?" Tanyanya, namun jawaban yang ia terima adalah tuuuutttt...... panggilan yang diputus oleh Raisa.


Shittttt,


Pikirannnya mulai cemas, bagaimana bisa Raisa tau tentang Queenza? Dan Raisa ada di indonesia? kenapa dia bisa tidak mengetahuinya?


Ya. Tentu ia tak mengetahuinya karena pokusnya kini hanya Queenza, Kabar dari sahabatnya di New York tentang Raisa yang mengundurkan diri dari dunia model hanya masuk ketelinga kanan lalu keluar di telinga kirinya. Dan kini Raisa di Indonesia, kenapa ia justru tak senang.


Ada apa dengannya? Bukankah ini yang ia inginkan? Apa perasaannya pada wanita itu sudah berubah? Selama lebih dari lima tahun ia bertahan dengan wanita itu dengan alasan ia sangat mencintainya, dan sekarang semudah itukah rasa cintanya menghilang?


Ia tak mengerti, yang ia pikirkan saat ini adalah Queenza, ia takut Raisa benar-benar menemuinya dan menyakitinya.


Ia segera menghubungi Reihan membuat pria itu segera datang keruangannya.


"Ada apa Tuan muda?" Tanya Reihan sedikit panik.


"Kita ke Villa sekarang! Aku punya firasat buruk tentang Queenza."

__ADS_1


__ADS_2