Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Hal Buruk Apa yang kulakukan pada gadis itu??


__ADS_3

"Aku ingin kau membatalkan niatmu untuk menikahi pria itu!!"


Za mendongak menatap netra sang kakak yang menatapnya tajam. "Kenapa kakak ingin aku membatalkannya?"


"Karena...."


"Karena takut kuliahku terganggu?" Ucap Za memotong perkataannya. Za menatap kakaknya dengan sendu. "Kakak, apa kakak pikir aku bisa kuliah dengan tenang jika semua orang disana menghujatku?"


"Aku sudah tidak tahan, Kak! Aku tidak sekuat itu, untuk menerima tatapan merendahkan dan semua hujatan mereka." Ucap Za, dengan air mata yang kembali mengalir.


Raja merasa sangat bersalah melihat adiknya menangis, ia mengusap lembut rambut sang adik, dan memeluknya."Maafkan aku, aku sama sekali tak bermaksud membuatmu jadi bahan hinaan seperti ini!" Ucapnya penuh penyesalan.


Za mengangguk, "Aku tau, dari itu restui aku untuk menikah dengan Inder, kumohon Kak! Aku berjanji, aku akan pokus dalam kuliah seperti yang kakak inginkan, tapi kumohon restui aku untuk menikah dengan Inder."


Raja melepas pelukannya. Ia menggelang keras. "Tidak! Aku tak bisa melakukannya!"


"Kenapa, kak? Inder lelaki yang baik, kami saling mencintai."


"Hentikan! Berhenti mengatakan itu!" Bentaknya.


Za kaget mendengar ucapan kakaknya, "Kakak??" Ucapnya lirih.


"Dengarkan aku! Aku akan menyuruh Reihan untuk membungkam media, aku juga akan membuat semua orang meminta maaf padamu, tapi kumohon jangan menikah dengan lelaki manapun, aku tak bisa kehilanganmu!" Ucap Raja dengan kembali merangkul gadis itu.


Queenza mematung mendengar semua kata-kata kakaknya, "Apa maksud kakak dengan tidak menikah dengan lelaki manapun?" Tanyanya.


Raja menelan ludahnya susah payah, Ia menatap gadis itu lamat. "Queen, aku ... aku baru menyadari kalau aku ... aku... tidak bisa kehilanganmu, sepertinya aku jatuh cinta padamu." Akunya lirih, ya ia sudah takin apa yang ia rasakan pada Queenza adalah definisi dari rasa cinta.


Queenza menangkup mulut dengan kedua tangannya."Kakak apa yang kau katakan?"


"Aku mencintaimu, Queen. Aku tak bisa kehilanganmu, jadi tolong beri aku kesempatan untuk tetap bersamamu." Ucapnya sungguh-sungguh.


"Ba..bagaimana mungkin kau jatuh cinta pada adikmu sendiri, Kak?"


Pertanyaan Queen membuatnya menatap gadis itu, "Kenapa tidak bisa? Kita bukan saudara kandung, jadi tak ada yang salah dengan perasaanku padamu!"


"Itu salah kak! Aku ini adikmu, sampai kapanpun aku akan selalu jadi adikmu, bukankah itu yang selalu kau katakan?" Ucap Queenza.


Raja menggeleng, "Rasaku padamu sudah lama berubah Queen, dan aku menyadari kalau aku tak bisa kehilanganmu, aku ingin memilikimu seutuhnya, aku tak bisa melihatmu bersama pria lain!" Akunya.


Queenza menggeleng keras. "Kau kakakku, sampai kapanpun kau adalah kakakku! Kumohon kak, jangan seperti ini!"


Raja benar-benar merasa kecewa mendengar perkataan Queenza, ia mencengkram dagu gadis itu mendongakkannya, "Apa kau tak punya perasaan lain seperti yang kurasakan Queen?" Tanyanya, tak ada jawaban daru gadis itu, Raja mendekatkan wajahnya pada Queenza. "Apa kau tak merasakan sesuatu saat aku berada didekatmu?" Ia semakin mendekat, mencoba membenamkan wajahnya pada Za, namun, gadis itu segera mendorong tubuhnya dengan kuat.

__ADS_1


"Aku adikmu, Kak! Aku adikmu!" Bentak Za seraya berlari meninggalkannya.


🌺🌺🌺🌺


Raja mematung melihat kepergian Za, sekali lagi hatinya berdenyut nyeri, apa ia sama sekali tak punya kesempatan?


Dengan perasaan kacau ia keluar dari kamar itu, ia menuruni tangga dan meninggalkan rumah itu, mengabaikan semua pertanyaan dari orang-orang yang berada dibawah sana.


Hari baru menjelang malam ketika ia menghentikan mobilnya du sebuah club yang tentu belum buka.


"Tuan Raja Pramudza! Satu kehormatan anda datang kesini." Sambut pemilik club itu. "Mari Tuan! Silahkan masuk." Lanjutnya.


"Maaf membuatmu harus buka lebih awal!" Ucapnya basa-basi.


"Tidak apa-apa, Tuan. Satu kehormatan bisa melayani anda secara pribadi."


Raja masuk kedalam club yang masih kosong itu, "Tolong berikan aku minuman yang terbaik!" Ucapnya.


"Tentu, Tuan."


Seorang pelayan club membawakannya beberapa botol Wine dengan kualitas terbaik ke mejanya.


Raja menuangkan red wine itu dengan mengarahkan langsung ketengah gelas, ia sedikit memiringkan gelasnya dan menggoyangkannya selama beberapa detik, menyesap aromanya baru kemudian meminumnya secara perlahan.


"Hai sayang, lama tidak bertemu!" Suara dari belakangnya membuatnya menoleh.


Ia tak menanggapinya, ia lebih memilih untuk kembali menikmati minumannya.


"Aku sangat merindukanmu, Ja!" Ucap Raisa lagi, kali ini sambil menggenggam tangannya dan menatapnya penuh damba.


Namun, dengan kasar Raja menghempaskan tangan Raisa, "Tak usah berpura-pura lagi, aku sudah mengetahui semua kebusukanmu! apa kau tahu? karena ulahmu adikku menjadi bahan bulyan di kampusnya."


"Adik? Adik mana yang kau maksud? Adik yang membuatmu berpaling dariku?" Cibirnya membuat pria itu melempar gelas berisi wine itu membuat pemilik club berlari menghampiri mereka.


"Ada apa, Tuan?"


"Bawa wanita ini pergi dari sini!" Titahnya dingin. Membuat pria itu memanggil beberapa bodyguardnya untuk memaksa Raisa keluar.


"Raja!" Pekik Raisa. "Tega kau berbuat seperti ini padaku?"


Raja menatap wanita itu tajam. "Ini belum apa-apa, setelah ini kupastikan kau akan keluar dari negara ini dan tak akan pernah bisa kembali lagi!" Ancamnya.


"Kau akan menyesal, Ja! Kau akan menyesal!"

__ADS_1


Raja tak memperdulikan teriakan Raisa, ia lebih memilih untuk kembali menikmati minumannya. Entah sudah berapa gelas ia habiskan, hingga kepalanya terasa begitu pening, berat, dan juga seperti berputar.


Namun, tak hanya itu ada rasa aneh menelusup di badannya, hawa panas, juga rasa menggelitik diseluruh tubuhnya.


Segera ia berdiri, dan berusaha meninggalkan tempat itu, "Kirim saja tagihannya kekantorku!" Titahnya sebelum pergi.


Ia keluar dari club itu, namun tiba-tiba...


Bruk, tubuhnya yang oleng ditabrak seseorang membuatnya terhuyung hpir terjatuh kalau saja orang yang menabraknya itu tak segera menarik tangannya, meski pada akhirnya keduanya tetap terjatuh dengan tubuh Raja berada di atas orang itu.


"Shit!" Umpatnya ketika menyadari reaksi dari bagian senstifnya yang tiba-tiba menegang, begitu tubuhnya menindih tubuh si penabrak yang ternyata adalah wanita.


"Maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja." Ucap wanita itu.


Sekuat tenaga Raja berusaha bersikap senormal mungkin, meski ia sadar ada sesuatu yang tak beres pada tubuh maupun otaknya.


Namun, pada kenyataannya ia tetap tak mampu menyeimbangkan tubuhnya. "Anda baik-baik saja, Tuan?" Tanya wanita itu, yang sekali lagi menahan tubuhnya. "Sepertinya anda terlalu banyak minum! Biar saya antar anda kemobil anda." Ucap gadis itu mulai, memapahnya tanpa menunggu persetujuan darinya.


Ia hanya menurut sambil menunjukan letak mobilnya diparkirkan.


"Apa anda datang sendiri kesini?" Tanya gadis itu lagi, ketika mendudukkan tubuhnya di jok mobil paling depan.


"Hemhh!" Jawabnya seraya menganggukkan kepala, ia sudah tak bisa banyak berkata lagi, ada sesuatu yang bergejolak didalam tubuhnya yang sedang ia coba kendalikan.


"Lalu bagaimana caranya anda bisa pulang? Tidak mungkin anda bisa menyetir dengan keadaan seperti ini."


"Tolong suruh orang untuk antarkan aku ke apartemenku!" Pintanya dengan suara yang serak.


Wanita itu berpikir sejenak.


"Ahhhhh, sial... brengsek... cepat antarkan aku!!!" Bentaknya, saat merasakan sesuatu yang menyeruak dalam dirinya, Rasa panas yang semakin kuat, serta kepala yang seakan mau meledak membuatnya tak bisa lagi mengendalikan diri.


"Ba..baiklah! Biar saya yang mengantar anda." Ujar perempuan itu.


Ia memberikan sandi untuk membuka apartemennya saat gadis itu berhasil membawanya ketempat tinggalnya.


Plashback Off.


Deg.


Mata Raja membulat sempurna diiringi detakan jantung yang semakin cepat, nafasnya memburu saat ingatannya sampai pada wanita yang menolongnya semalam.


Ia selesaikan ritual mandinya, memakai jubah mandinya lalu segera keluar memperhatikan detil seluruh ruangan itu.

__ADS_1


Ia menemukan sebuah tanktop yang sudah dipastikan bukan milik Raisa apalagi Za, membuatnya menelan ludah paksa.


"Ya Tuhan... hal buruk apa yang kulakukan pada wanita itu!!"


__ADS_2