Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Pesta Untuk Za


__ADS_3

Za menghempaskan tubuhnya diranjang ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya begitu mengingat kejadian tadi siang. "Astagaaa aku malu banget!" Keluhnya.


Tadi ia bahkan tak berani memandang Inder selama makan dan bahkan berpura-pura terlelap selama perjalanan pulang kerumah.


Ia bahkan tak menyuruh kekasihnya itu mampir, hanya sebuah ucapan terima kasih mengakhiri pertemuan mereka kemudian berlari masuk kedalam rumah.


"Apa Inder akan Ilfil padaku? Oh astagaaa kenapa juga perutku harus berbunyi disaat seperti itu, Ya ampunnn aku benar-benar malu!" Rutuknya.


Sebuah ketukan pintu membuatnya beranjak, "Bunda?" Ia cukup kaget melihat Bundanya berdiri didepan pintu kamarnya.


"Kenapa kaget begitu, sayang?" Tanya Resha.


Za menggeleng. "Tidak apa-apa, Bun! Ada apa Bunda menemuiku?"


"Kenapa kau baru pulang, Nak? Bukankah seharusnya kamu pulang lebih awal?" Tanya Bundanya lembut.


"emmmh tadi aku banyak tugas, Bun. Jadi telat pulangnya. Memangnya kenapa, Bun?" Tanyanya.


"Apa kau lupa? Malam ini kan Mamimu mau adakan pesta untukmu. Supir sudah menunggu dari tadi untuk membawa kita kesana." Ujar sang Bunda membuatnya menepuk sifatnya sendiri.


"Aku lupa, Bunda." Ucapnya. "Tunggu aku mandi sebentar, ya, Bun! Nanti aku turun!"


Sambungnya membuat Bunda menggelengkan kepalanya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Sementara itu di kediaman keluarga Pramudza. Kesibukan sudah terjadi dari kemarin sore.


Undangan sudah di sebar pada kolega bisnis dan keluarga besar Pramudza.


Semua persiapan untuk pesta sudah selesai, bermacam bunga, juga hiasan pesta sudah tertata apik.


"Sepertinya semua sudah sempurna!" Ucap Maura lega.


"Kau tenang saja, sayang! Yang kita pekerjakan adalah orang-orang profesional jadi kujamin tidak akan mengecewakan." Ujar Rendy.


Maura mengangguk, ia langkahkan kakinya memeriksa bagian dalam rumah hingga area belakang rumah.dimana sudah ada Raja disana.


"Wahhh indah sekali disini!" Seru Maura.


"Mami menyukainya?"

__ADS_1


"Sangat! Apa kau menyiapkan semua ini untuk Queen, Nak?" Tanyanya.


Raja mengangguk. "Menurut Mami, apa Queen akan menyukainya? Aku sengaja menyiapkan semua ini untuknya." Tanya Raja.


"Tentu, Nak! Queen pasti akan menyukainya."


Raja tersenyum puas mendengar ucapan Maura, sekarang ia tak sabar untuk melihat reaksi Za melihat semua kejutan yang sudah ia siapkan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Pesta Untuk Za sudah dimulai, semua tamu undangan sudah hadir.


Za turun dengan didampingi Mami dan Bundanya. Ia terlihat cantik dengan gaun yang dikenakannya, membuat semua mata tertuju padanya.


"Selamat malam semuanya! Terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan yang saya hormati." Rendy memulai sambutannya.


"Pada malam ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anda semua, sebagai wujud rasa syukur atas kembalinya putri kami tercinta, Queenza Anindya."


"Kemari, Nak!" Panggilnya pada Za.


Za menghampiri Papi dan Maminya.


"Acara malam ini kami khususkan untuk putri tercinta kami, yang baru bisa kembali pada kami setelah bertahun-tahun terpisah." Ucap Rendy sembari merangkul bahu sang putri.


"Dan pada malam ini secara resmi kami perkenalkan putri kami tercinta, Queenza Anindya Pramudza." Ucap Rendu diiringi riuh tepuktangan dari semua tamu undangan.


Acara pun dimulai dengan ramah tamah, dimana Za diajak berkeliling oleh Mami dan Papinya, diperkenalkan pada kolega bisnis dan juga keluarga besar Pramudza.


Banyak dari mereka yang memuji kecantikan Za yang natural, bahkan saat tak sedikit dari mereka yang langsung ingin meminang Za untuk putra mereka.


Za hanya tersenyum kikuk menanggapi semua candaan dari para tamu undangan. Hingga tiba saatnya giliran keluarga Prasetya yang disapa oleh papinya.


"Selamat, Rendy. Akhirnya kau bisa lega dan menemukan putrimu kembali." Ucap Rangga ayah dari Inder. Rangga sudah lama bersahabat dengan Rendy dan ia pun tau betapa terpuruknya Rendy ketika mengetahui putrinya meninggal.


"Terima kasih, Rangga. Dan kau benar aku benar-benar lega sekarang, dengan menemukan putriku, aku juga terlepas dari rasa bersalah ku selama ini."


"Selamat ya, Ra. Aku ikut bahagia." Ucap Bunda Arini.


"Makasih, ya. Rin!" jawab Maura.


Queenza tersenyum, melihat pemandangan di depannya. Meski kini hatinya sedikit kecewa karena tak melihat orang yang ia harapkan tak ada diantara mereka.

__ADS_1


"Sayang, kenalkan ini orang tuanya Inder." Kata Maura, ia tersenyum sopan. "Senang bisa bertemu dengan kalian." Ucapnya.


"Bunda juga senang akhirnya bisa bertemu denganmu!" Ucap Bunda Arini.


"Ini Pertemuan kita yang kedua kalinya, bagaimana kabarmu, Nak?"


"Alhamdulillah, baik Om." Ucap Za.


"Oh, ya. Kemana Inder? Apa dia tidak ikut dengan kalian?" Tanya Mami Maura.


"Dia bilang akan segera menyusul, anak itu sedang sangat sibuk, jadi harus pintar-pintar membagi waktu."


"Ahh ya, kami bisa mengerti dia pasti sangat sibuk."


Para orang tua sibuk berbicara tentang segala hal, sementara Za? Ia mengedarkan pandangan keseluruh sudut mencari seseorang yang ia tunggu.


"Apa dia tidak akan datang? Bukankah tadi siang dia bilang syutingnya sudah selesai, lalu kenapa dia masih belum datang juga." Ia bertanya-tanya dalam hati. "Apa dia benar-benar ilfil padaku gara-gara kejadian tadi siang?"


"Kau mencari siapa, Nak?" Tanya Maura, melihat Za yang menengok kesana kemari.


"Emhhh Alika, Mami!" Ucapnya berbohong, tak mungkin kan ia jujur kalau dia sedang mencari Inder. "Aku... belum bertemu dengan Alika dari tadi." Sambungnya mencari alasan.


"Ohhh, Mami melihatnya bersama Bundamu tadi! Apa kau ingin menghampiri mereka, hemz?" Tanya Maura.


Za mengangguk, "Bolehkah, Mami?"


"Tentu, Nak! Temui Bunda dan sepupumu."


"Terima kasih, Mami. Kalau begitu saya permisi dulu." Pamitnya pada semua orang.


Za berjalan melewati satu persatu tamu undangan, dengan sesekali tersenyum dan menjawab sapaan mereka. Bukan Alika ataupun Bundanya yang menjadi tujuannya, ia justru menuju keluar lewat halaman belakang.


Agak sepi karena pesta memang dipusatkan di area halaman depan dan ruang tamu rumah ini, namun hiasan pesta juga terlihat disekeliling rumah ini.


Gep.


Sepasang tangan kekar menutup kedua matanya, membuatnya mendengus kesal.


"Ini tidak lucu, Inder! Kau datang terlambat dan sekarang malah mengerjaiku seperti ini." Ucapnya kesal.


Seketika tangan itu diturunkan pemiliknya, membuatnya berbalik dan matanya membulat sempurna melihat siapa di depannya.

__ADS_1


"Sepertinya sekarang hanya pria itu yang ada dipikiranmu!"



__ADS_2