Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Apa yang terjadi semalam?


__ADS_3

Raja terbangun dari tidurnya yang terasa begitu nyenyak, tangannya menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya yang entah kenapa terasa begitu kedinginan.


dengan mata yang masih begitu berat ia meraba-raba mencari remot ac untuk mematikan pendingin ruangan itu, biasanya benda itu berada diatas nakas, tapi kini ia tak menemukannya.


Ia bangun dengan malas, memegangi kepala yang terasa begitu berat, sepertinya ia minum terlalu banyak semalam.


Dan tanpa dikomando kelebatan kejadian semalam berputar diotaknya, membuatnya membelalakkan mata seketika, dan makin melebar saat ia menyadari tubuhnya tak berbalut sehelai benangpun.


"Astagaa..." Pekiknya.


"Apa yang terjadi semalam?" Tanyanya pada diri sendiri.


Ia mulai mencoba mengingat semuanya, tapi sepertinya otaknya saat ini masih belum bisa diajak kerja sama.


Yang terakhir ia ingat, Ia bertengkar dengan Queenza, kemudian pergi ke club dan bertemu Raisa disana. Lalu setelah itu... ahhh kepalanya terasa makin berdenyut nyeri ia memutuskan untuk meraih boxer yang tergeletak di bawah ranjangnya lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Shower ia nyalakan, ia biarkan kepalanya basah terguyur air, berharap dengan begitu kepalanya akan bisa berpikir dengan jernih dan mengingat apa yang terjadi. Namun... dadanya terasa sesak ketika mengingat pertengkaran dengan adiknya kemarin.


Flashback On


Begitu mendapat kabar dari kampus Queenza, tentang bullying yang dilakukan para mahasiswi terhadap Za ia segera keluar dan berniat mencari Za, di luar gerbang ia sempat berdebat dengan Inder yang terlihat begitu marah saat mengetahui tentang masalah yang menimpa Za.


"Jika terjadi sesuatu dengan Za, ku. Aku akan buat perhitungan denganmu!" Ucap Inder saat itu, ia tak melawan ia sadar semua ini memang kesalahannya.


"Bantu aku cari, Queen. sekarang!" Ucapnya yang langsung diangguki Reihan.


Mereka mencoba melacak keberadaan Queenza, tapi sepertinya ponsel gadis itu membuat Reihan cukup kesulitan untuk melacak keberadaannya.


ditengah jalan sebuah panggilan dari ponsel Reihan membuat mereka terhenti, itu dari kolega bisnisnya di luar kota, ia lupa jika hari ini ada Rapat di luar kota.


"Bagaimana ini, Tuan? Kita tak bisa membatalkan pertemuan ini, atau semua usaha kita untuk proyek ini akan sia-sia."


"Rei, kau pergi ke rapat itu dan wakili aku! Aku akan mencari Queenza sendiri!" Ucapnya, proyek ini juga penting bagi kelangsungan perusahaannya jadi ia tak bisa mengabaikannya.

__ADS_1


Akhirnya Reihan setuju, ia pergi mewakilinya keluar kota sementara Raja mencari Queenza.


ia sudah menyebar seluruh anak buahnya untuk mencari Queenza tapi nihil, hingga waktu beranjak sore ia masih belum bisa menemukan gadis itu.


Hingga telpon dari Papinya membuatnya bisa bernapas lega dan segera menuju rumah Za begitu mendengar kabar kalau sang adik sudah pulang.


Ia langsung menghambur menuju kamar Queenza bermaksud menemui gadis itu tapi, Mami dan Papinya menghalanginya.


"Biarkan dia sendiri dulu!" Ucap Papinya.


Keningnya berkerut, apa terjadi sesuatu dengan adiknya. "Ada apa, Pi? Apa terjadi sesuatu?" Tanyanya khawatir.


" Ada sesuatu yang harus Papi bicarakan denganmu! kau pasti sudah mendengar tentang video itu kan?"


Ia mengangguk, "Apa yang ingin Papi bicarakan?"


Papi Rendy terlihat menghela napas panjang, "Alika bilang, Inder menemukan Queen disebuah cafe didaerah puncak." Ucap Papinya. "Queen bermaksud ingin menenangkan diri disana, setelah mendapat bulyan di kampusnya. Kau tau sendiri seperti apa adikmu itu kan? Dia lebih suka memendam masalahnya sendiri daripada berbagi dengan orang lain."


Ia mengangguk mengiyakan, bersiap mendengarkan kalimat selanjutnya yang akan Papinya sampaikan.


"Maksud Papi?" Tanyanya tak mengerti, apakah secepat itu video itu menyebar?


"Raisa dan Friska ternyata berada disana juga, entah bagaimana Inder juga tidak tau persis, tapi ia mendapati mereka mempermalukan Queen disana." Ucap Papi Rendy. "Papi benar-benar kecewa dengan Friska, Papi tak menyangka gadis itu bisa melakukan hal sekejam ini pada Queen!"


Tangannya sudah mengepal, rahangnya mengeras menahan amarah mendengar penuturan Papinya, ingin rasanya ia segera mencari mereka dan memberi mereka pelajaran, Tapi... saat ini Queenza lebih penting.


"Apa kau tidak menjelaskan hubunganmu dengan Queen, Ja? Kenapa Raisa bisa berbuat sampai sejauh ini pada adikmu?" Tanya Mami Maura tiba-tiba.


"Hubunganku dengan Raisa sudah berakhir, Mi. Aku sudah tak punya hubungan apapun dengannya." Ucapnya menjelaskan.


"Sejak kapan?" Tanya Mami Maura lagi.


"Sejak kejadian di vila, saat dia dan Friska memfitnah Queen sebagai simpananku, aku tak bisa menerima wanita yang sudah menghina Adikku!"

__ADS_1


"Nak, sepertinya Raisa salah paham dengan hubungan kalian, apalagi kau memutuskannya setelah insiden itu, dan itulah sebabnya dia begitu berambisi untuk menghancurkan Queen." Ucap Maura mengungkapkan asumsinya. "Pi, bagaimana kalau kita adakan konverensi pers, untuk mematahkan semua asumsi publik tentang video itu, kita bisa menghadirkan mbak Resha juga, karena salah satu video itu juga menampilkan dirinya."


"Iya, Papi juga berpikir seperti itu, tapi sebaiknya kita lakukan setelah pernikahan Queen saja!"


Deg. Jantungnya terasa seperti lepas dari tempatnya mendengar ucapan Papinya.


"Barusan Papi bilang apa? Pernikahan? Pernikahan siapa?" Tanyanya dengan suara meninggi.


"Pernikahan Queenza dan Inder! Mereka sudah memutuskan, dan kami rasa ini adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah ini!" Ucap Papi Rendy.


Ia menggeleng keras, "Tidak! Aku tidak setuju!" Ucapnya setengah berteriak.


"Kenapa??" Tanya Mami Maura penuh selidik.


Kenapa?? Kenapa ia tak setuju dengan pernikahan mereka? Ia pun tak tahu. Yang ia tahu hatinya selalu terasa sakit bila melihat kebersamaan mereka, dadanya terasa terhantam hingga merasakan sesak tiap kali mendengar Queenza membicarakan pria itu, ia tak suka dengan keberadaan pria manapun disekitar Queenza. Apakah ia sudah jatuh cinta pada gadis yang ia anggap adiknya itu? Ia pun tak mengerti.


Yang dirasakannya hanya, ia tak ingin kehilangan gadis itu, ia ingin memiliki gadis itu sepenuhnya.


"Kenapa diam? Kenapa kau tak menyetujui mereka menikah? Bukankah mereka saling menyukai? Harusnya kau ikut bahagia karena selain Queen akan terbebas dari segala tuduhan yang selama ini ditujukan padanya, ia juga menikahi lelaki yang tepat, lelaki yang sangat mencintainya!" Sambung Maura.


"Mami aku sudah bilang kalau Queen harus pokus pada pendidikannya dulu!" Ucapnya memberi alasan.


"Queen sudah berjanji kalau pernikahannya tidak akan mempengaruhi kuliahnya, Nak. Cobalah untuk percaya pada mereka."


Ia kembali menggeleng keras, "Pokoknya aku tidak setuju dengan rencana pernikahan ini!"


Ia langkahkan kakinya tergesa menuju kamar dimana adiknya berada, ternyata disana sudah ada Bunda Resha dan Alika menemani Za.


"Tolong kalian keluar, aku ingin bicara dengan Queen!" Ucapnya penuh penekanan.


Alika dan Bunda Resha saling memandang lalu keluar dari kamar itu setelah mendapat anggukan dari Za, meninggalkan mereka berdua, ia menutup pintu kamar Za, Kemudian melangkah mendekati adiknya itu.


Raja menatap manik coklat itu dalam.

__ADS_1


"Aku ingin kau membatalkan niatmu untuk menikahi pria itu!!"


Flashback nya masih berlanjut di bab berikutnya, ya.😊 Ini udah 1k lebih lho, Happy reading guys


__ADS_2