
Alika menggeram kesal menyadari sudah kerjai oleh bos barunya itu. Sementara sang bos tengah melipat bibirnya melihat ekspresi wajahnya.
Benar-benar menyebalkan!
"Apa ada lagi yang harus saya kerjakan?" Tanyanya masih memasang ekspresi wajah kesal.
Rega terlihat berpikir, "Sebentar lagi jam makan siang, buatkan aku makanan!" Ucap lelaki itu.
"Saya akan membelikan anda makanan." Ucapnya.
"Kubilang buatkan bukan belikan." Ucap lelaki itu tegas.
"Anda ingin kubuatkan apa?"
"Apa saja! Yang penting bisa dimakan." Ucap lelaki itu.
"Baiklah."
Alika melangkah kembali menuju dapur, membuka lemari pendingin disana.
" Dasar aneh! Apa dia tidak bisa memesan makanan dari luar?" Gerutu Alika sebal. "Kita lihat apa yang bisa kita masak!" Gumamnya. "Hanya ada telur dan sosis." keluhnya.
Ia mengambil beberapa telur, sosis dan beberapa bumbu dapur, ia berencana membuat omelet sosis untuk Rega.
"Semoga kali ini, dia tidak mengerjaiku seperti kopi tadi." Gumamnya penuh harap.
Ia menaruh omelet yang sudah jadi itu kepiring saji dan membawanya pada Rega.
Lelaki itu terlihat menyandarkan kepalanya di sofa. "Ini pak! Semoga bapak suka." Cibirnya.
"Jangan panggil aku bapak, kesannya aku tua banget." Protes lelaki itu.
"Jadi saya harus panggil apa? Sayang!?" Jawabnya asal.
"Itu lebih bagus! Aku menyukainya." Ucap lelaki itu.
__ADS_1
"Hah! Maksudnya?"
"Mulai sekarang panggil aku dengan sebutan yang tadi." Ucap lelaki itu.
"Yang mana?"
"Yang kau sebutkan tadi!" Jawab Rega.
"Pak, tadi aku hanya bercanda!" Sergahnya mencoba menjelaskan.
"Tapi aku suka panggilan itu!".Ucap Rega dengan senyum penuh arti.."Panggil aku dengan sebutan tadi atau aku akan menghukummu!"
"Sial mengapa aku jadi terjebak begini?" Rutuknya dalam hati.
đşđşđşđşđş
Sementara itu di kampus, Queenza masih tengelam dengan setumpuk tugas yang diberikan dosen pembimbingnya, hari sudah lewat jam makan siang namun ia masih berkutat dengan semua soal yang membuat kepalanya terasa berputar.
"Minumlah, atau kau bisa pingsan." Ujar seseorang sembari menyodorkan sebotol air mineral.
Queenza mengambil botol air mineral itu, masih tersegel berarti aman. "Terima kasih." Ucapnya lalu meminum hingga habis setengahnya.
"Sama-sama." Ucap Mike. "Kenapa kau masih disini jam segini."
"Tugasku masih belum selesai, dan Bu kariin memintaku mengumpulkannya hari ini." Ucap Za.
"Awalnya kupikir kau Maba biasa, tapi melihat Bu karin begitu antusias memberimu kelas tambahan, aku rasa kau cukup istimewa." Ujar Mike.
Queenza menggeleng "Aku mahasiswa biasa seperti kalian, hanya saja aku ingin lulus sebagai sarjana bersamaan dengan yang lain, jadi aku banyak mengambil kelas tambahan untuk mengejar ketertinggalan ku!"
"Mungkin semangatmu itu yang membuat Bu karin jadi terkesan, hingga dia turun tangan langsung untuk menjadi tutormu."
"Mungkin." Ucapnya asal.
"Mau kubantu? Mana yang tidak kau mengerti?" Ucap Mike.
__ADS_1
"Emhh, yang ini!" Ucap Za Agak ragu.
Mike mendekat padanya, "Sini biar kujelaskan."
Mike mulai mengajari Za Materi yang belum dipahami oleh nya, sementara Za menyimak dengan seksama semua penjelasan Mike.
Ia cukup terkesan dengan cara Mike mengajarinya, cara yang diajarkan Mike jauh lebih simpel hingga mudah ia pahami.
"Selesai!" Ucap Za, begitu menyelesaikan tugasnya. "Terima kasih, Mike!" Ucapnya.
"Sama-sama, Za."
Za mulai membereskan semua buku-bukunya ke tas, "Sekali lagi terima kasih, Mike!"
"Kenapa kau suka sekali mengatakan Maaf dan terima kasih?" Tanya Mike.
"Hah! Apa?"
"Dari kemarin kau terus mengucapkan maaf dan terima kasih, padaku."
"Lalu aku harus bilang apa?"
"Bagaimana kalau mengganti kata terima kasihmu dengan makan siang bersama?"
"Hah?"
"Kau mau makan siang denganku?" Tanyanya lagi.
"Tapi ini sudah lewat makan siang, Mike." Ujar Za.
"Tapi kau belum makan, kan? Dan aku juga sedang kelaparan, jadi tak masalah kalaupun sudah lewat waktu makan siang" Ucap Mike.
Za berpikir sejenak, lalu kemudian mengangguk menyetujui, "Baiklah, ayo! Tapi aku antar ini ke Bu, Karin dulu."
Mike setuju, mereka baru akan keluar dari ruangan itu, namun baru saja berbalik tatapan tajam dari seorang pria sudah menyambut mereka.
__ADS_1
"Siapa dia!!"