
Inder.
Keluar dari mobilnya, matanya tak lepas dari gadis yang kini berjalan mendahuluinya memasuki rumah.
"Ada apa dengannya?" Gumamnya, sedari tadi ia memperhatikan gadis itu yang hanya terdiam selama perjalanan pulang. Dan lihatlah gadis itu bahkan tak mengatakan satu katapun dan langsung masuk kekamarnya.
"Apa ini karena perkataan Friska tadi?" Hatinya kembali menerka-nerka.
Ia memutuskan masuk kerumah, beristirahat di sofa panjang yang berada di ruang tamu.
"Baru pulang, Den? Mau Bibi bikinkan minum?" Tanya sang Asisten rumahtangganya.
"Bawain air putih aja deh, Bi." Ucapnya, pikirannya masih berkecamuk pada sikap Za yang nampak murung, padahal saat di mall tadi Za terlihat ceria. Tapi ia memutuskan untuk tak mengusiknya saat ini, ia akan bertanya jika gadis itu sudah terlihat lebih baik.
đşđşđş
Alika
Gadis itu keluar dari Resto tempatnya bekerja, Hari ini ia mendapatkan gaji kedua setelah kejadian naas yang menimpanya hampir tiga bulan yang lalu. Hari ini ia berencana untuk memberikan uangnya yang telah terkumpul pada si pemilik mobil yang pernah ia tabrak dulu, sekalian ia juga akan mengambil motor matic kesayangannya dari pria menyebalkan itu.
Sejak tabrakan itu, pemilik mobil itu bahkan tak pernah menelponnya. Jika saja motor maticnya tidak dibawa pria itu tentu ia akan merasa senang, tapi... motor matic itu motor kesayangannya yang ia beli dari hasil jerih payahnya.
Ia sedang menanti ojek online yang ia pesan, ketika tiba-tiba dua orang pria bermotor mengabil paksa tasnya.
"Jambretttttt" Teriaknya, sembari berlari mengejar motor itu.
Tinnnnnnnn
Suara klakson mobil menghentikan langkahnya, "Mau mati ya! nyebrang sembarangan."Umpat si pemilik mobil.
Dia tak menjawab juga tak berniat menoleh pada si pemilik suara, yang ada di otaknya saat ini, uang yang telah di kumpulkannya berbulan-bulan telah lenyap dibawa kabur penjambret itu.
Tubuhnya merosot terasa lemas, sepertinya ia harus mengucapkan selamat tinggal pada motor matic kesayangannya, gadis itu membungkuk menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, dan sesaat kemudian mulai terdengar isakan.
đşđşđşđş
Rega
__ADS_1
Sedang bercakap di telpon dengan Inder, ketika tiba-tiba seseorang berlari melintas di mobilnya. Beruntung kakinya spontan menginjak rem membuat mobilnya berhenti tepat di depan orang itu. Nafasnya turun naik kerena panik, ia melihat gadis itu berhenti terlihat kaget juga.
Tinnnnnn
Ia menekan klakson dengan kesal, "Mau mati, ya? Nyebrang sembarangan." Umpatnya kasar. Gadis itu masih mematung, membuatnya turun dari mobilnya dan mendekat.
Namun begitu ia mendekat, gadis itu justru membungkuk, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya -- Menangis.
Hatinya mendadak iba melihat gadis itu terisak di tengah jalan, tatapan beberapa pengendara yang melambatkan laju kendaraannya juga membuatnya cukup risih.
"Nona..." Ia menggoyang -goyangkan tubuh gadis itu tapi tak ada respon.
"Nona... orang-orang bisa menyangka aku menyakitimu." Ucapnya, sembari tersenyum pada beberapa pengendara yang melewatinya.
Entahlah padahal ia bisa saja meninggalkan gadis ini, tapi rasanya dia tak tega.
Setelah beberapa saat tangis gadis itu berhenti hanya terdengar sesegukan dari mulutnya, sepertinya gadis itu mulai sedikit tenang.
"Kau baik-baik saja Nona?" Tanya Rega. Gadis itu menoleh, sepertinya dia baru menyadari keberadaannya.
"Jadi kau, Astagaaa apa kau ingin mengakhiri hidupmu huh? kau tau hampir saja aku menabrakmu tadi. Kenapa kau selalu cari masalah denganku?"
"Masalah? Kaulah sumber masalahku! gara-gara kau sekarang uangku lenyap dibawa penjambret itu, hiks....dan sekarang kau malah membentakku... " Ucap gadis itu kembali menangis.
"Hei...jangan menangis, ok aku minta maaf tapi jangan menangis lagi, orang-orang bisa salah faham nanti." Ucapnya lagi, tapi.. gadis itu mulai kembali terisak membuatnya menarik tangan gadis itu menuju mobilnya.
Rega menepikan mobilnya di tempat yang tidak terlalu ramai. "Minumlah." Ucapnya sembari memberikan sebotol air mineral.
Gadis itu hanya menatapnya tak mengambil air yang ia berikan.
"Hei..ini masih baru, kau bisa lihat tutupnya masih tersegel." Ucapnya mengerti kekhawatiran gadis di sampingnya.
Gadis itu mengambil dan meminum air itu hingga habis setengahnya, membuatnya terkekeh.
"Sepertinya menangisembuat tenggorokanmu kekeringan." Candanya membuat gadis itu menatapnya tajam.
"Maaf, hehe aku hanya bercanda." Ucapnya lagi. "Jadi Nona... maksudmu tadi kau habis kejambretan?"
__ADS_1
Gadis itu mengangguk sedih, "Padahal uang itu untuk menebus motor maticku yang ada padamu, tapi sekarang semuanya lenyap." Ucapnya sedih.
"Motor maticmu?" Tanyanya. "Astagaaa bagaimana aku bisa lupa tentang motor itu? Aku terlalu sibuk sampai tak sempat menanyakan motor itu selesai atau tidak." Lanjutnya dalam hati.
"Emhhh soal itu.. tak perlu kau pikirkan aku memberimu kelonggaran waktu." Ucapnya kemudian.
"Kelonggaran waktu?"
"Iya... maksudku.. kau bisa mengambil motormu kalau uangnya sudah kembali terkumpul."
" Tapi butuh waktu berbulan-bulan untuk aku mengumpulkannya lagi." Ucap gadis itu lesu. "Aku bahkan belum tahu berapa aku harus membayar padamu."
"Emmmhh tak perlu memikirkannya dulu, aku bisa menunggu." Ucapnya lagi.
"Terima kasih." Ucap gadis itu. "Aepertinya kau tidak seburuk yang ku kira." lanjut gadis itu lagi, kali ini dengan bibir yang melengkung keatas.
"Memangnya apa yang kau pikirkan tentangku?" Tanyanya penasaran.
"Awalnya kupikir kau pria yang menyebalkan." Ucap gadis itu. "Tapi sepertinya aku salah, sekarang kupikir kau pria yang cukup baik." Lanjut gadis itu lagi, membuat senyumnya mengembang.
"Aku memang baik, Nona. Aku baik dan juga tampan." Ucapnya percaya diri. membuat gadis itu kembali tersenyum.
"Ya... terserah."
..."Baiklah kau mau aku antar pulang kemana?"...
"Kau mau mengantarku pulang?"
"Iya, katakan alamatmu."
"Apa kau akan memasukan ongkos jasa mengantarku dalam tagihanku nanti?" Tanya gadis itu lagi.
Ia mengernyit."Maksudmu?"
"Terakhir kita bertemu kau bilang akan memasukkan ongkos jasa mengantarku dalam tagihan waktu itu, apa sekarang kau juga akan melakukannya? Aku tak mau hutangku makin membengkak nantinya."
Rega terkekeh, gadis ini menganggap serius ucapannya waktu itu ternyata. "Tidak.. kali aku akan mengantarmu secara gratis."
__ADS_1