Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Kenapa dia bisa berada disana?


__ADS_3

Rega hendak pulang menuju rumahnya ketika ia melihat beberapa pemuda membopong seorang gadis di jalanan komplek perumahan.


Komplek perumahan ini memang sangat sepi karena baru beberapa rumah yang ditempati, ia menghentikan laju mobilnya berjalan mendekat, sayup-sayup ia mendengar jeritan gadis itu membuatnya mempercepat langkahnya.


Bugh.


Ia menendang salah satu pemuda itu hingga terjengkang membuat yang lainnya kini ikut menyerangnya. Beruntung ia punya kemampuan beladiri yang cukup mumpuni hingga tak kesulitan melawan para pemuda yang sudah mabuk berat itu.


Tak lama para pengawal yang tadi berada di belakang mobilnya menghampiri dan membantunya, ia membiarkan para pengawal mengurus empat pemuda itu sementara dirinya melangkah cepat menghampiri satu pemuda lainnya yang masih mengincar gadis korbannya.


Ia segera menahan tangan pemuda itu yang hampir saja mencelakai gadis itu, lalu memelintirnya membuat pemuda itu menggaduh kesakitan, ia hempaskan dengan kasar tubuh pemuda yang sudah ia buat babak belur.


"Urus mereka, bawa kekantor polisi dan pastikan mereka tak bisa di tebus dengan jaminan!" Ucapnya ketika satu pengawal menghampirinya.


Ia berbalik menatap iba pada gadis itu, "Apa kau baik-baik saja?" Tanyanya namun gadis itu terkulai lemas tak sadarkan diri, membuatnya reflek menahan tubuh gadis itu.


Dan saat itulah ia tahu kalau gadis itu adalah Alika, sepupu Za. Gadis yang belakangan ini cukup menyita perhatiannya.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Sementara itu Reihan menunggu Alika di depan rumah kostnya, namun hingga pukul sepuluh malam ia belum juga terlihat pulang membuatnya khawatir memutuskan untuk kembali kemobil dan mencarinya.

__ADS_1


"Kau kemana, Al? Harusnya tadi aku menahannya, atau mengikutinya." Sesal Reihan. "Kenapa kau jadi begitu bodoh, Reihan." Rutuknya pada diri sendiri.


Ia kembali kejalan tempat Alika turun tadi, lalu melaju perlahan untuk mencari gadis itu.


Sebuah panggilan di ponselnya segera ia jawab. "Ya, Tuan."


"Kenapa kau begitu lama, Rei? Queenza sudah menunggu kedatangan Alika." Ucap Tuan mudanya.


"Maaf, Tuan. Tadi Nona Alika meminta tirun dijalan, dan sekarang saya sedang berusaha menemukannya." Ucapnya gugup.


"Kenapa kau membiarkannya turun di jalan? Astaga Rei, segera temukan dia dan bawa kesini." Perintah Tuan mudanya, lalu menutup telponnya.


Ia menghela napas panjang, "Sebenarnya kau kemana, Al?"


Rega membawa gadis itu kerumahnya, ia memanggil dokter pribadi keluarga prasetya untuk memeriksa Alika.


"Gimana Om? Apa perlu dibawa kerumah sakit?" Tanyanya khawatir.


Dokter menggeleng, "Gak perlu, sepertinya dia hanya syok, dan juga kelelahan! Om sudah memberinya obat, Dan berikan obat ini begitu dia siuman nanti." Ucap dokter kemudian pamit pergi.


Setelah mengucapkan terima kasih, Ia menyuruh asisten rumah tangga untuk mengantarkan dokter.

__ADS_1


Matanya menatap gadis yang kini terlelap karena efek obat yang di suntikan oleh dokter itu dengan penuh tanya.


"Kenapa dia bisa berada disana?" gumamnya. Ia merebahkan diri di sofa kamarnya, membiarkan Alika tidur di kasurnya.


"Jangan! Tolong... lepaskan... tolong" Racau Alika, membuatnya yang baru akan terlelap kembali bangun dan beranjak menghampiri gadis itu. Ia duduk disisi ranjang menggenggam tangan gadis itu. "Shhhttttt kau sudah aman, ada aku tenanglah!" Bisiknya, dan sepertinya berhasil membuat gadis itu kembali tenang dan terlelap.


Ia memandangi wajah cantik Alika yang dihiasi peluh dikeningnya, ia mengambil tisu, menyeka bulir keringat di kening gadis itu.


"Dia cantik juga kalau sedang tertidur begini." Gumamnya, ia tersenyum. "Seandainya pertemuan pertama kita terjadi dengan cara yang baik, mungkin hubungan kita juga akan jauh lebih baik, tak seperti sekarang."


"Kau bahkan selalu ketus padaku."


Rega semakin mendekatkan tubuhnya saat gadis itu mulai kembali bergumam, "Ssssttttt." desisnya sambil membelai lembut puncak kepala gadis itu, mendekap tubuh itu mencoba menenangkan, namun entah mengapa dirinya juga ikut nyaman hingga tanpa sadar ia juga ikut terlelap, dengan tangan melingkar pada tubuh gadis itu.


Haiiii ๐Ÿ˜๐Ÿ˜nih kukasih double up, ya๐Ÿ˜Š


Makasih banget buat semua yang sudah bersedia membaca novel remahanku๐Ÿ˜˜


Makasih untuk semua dukungan yang selalu kalian berikan๐Ÿ™


Boleh dong minta Like dan komennya, biar aku semangat buat Up nya๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Hatur Tankyu and Love U All


__ADS_2