Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Asal usul Friska 2


__ADS_3

"Karena aku adalah anak kandung dari Andika Pramudza, kalian tidak bisa mengusirku dari rumah ini!" Ucapnya dengan lantang. "Ini adalah bukti yang tak bisa dibantah! Kalian bisa melihatnya sendiri!" Sambungnya sambil melempar amplop coklat itu.


"Kau!" Pekik Raja saat melihat Friska berlaku tidak sopan pada Papinya. Papi Rendy menahan sang Putra yang hampir kehilangan kendalinya. "Tenanglah, Ja! Coba kau buka amplop itu dan lihat apa isinya." Titah Papi Rendy dengan tenang.


"Ini tidak mungkin!" Seru Raja saat membuka dan membaca isi dari kertas itu.


Friska tersenyum penuh kemenangan, "Kenapa tidak mungkin? Kau sudah tahu kan sekarang! Aku putri kandung dari Andika pramudza, kakekmu. jadi aku adalah bibimu, Raja! mulailah bersikap sopan padaku!" Katanya menyombongkan diri.


Raja menatap geram adik angkatnya itu, kalau saja bukan wanita tentunya sudah habis wanita itu dihajarnya. Sementara di tempatnya Papi Rendy nampak tenang tak terlihat kaget ataupun terusik dengan selembar kertas yang ada ditangannya.


"Apa kau pikir selembar kertas ini bisa menyelamatkan dirimu, Friska?!" Tanya Papi Rendy datar, tapi penuh penekanan.


Deg. Friska terkejut mendengar pertanyaan ayah angkatnya itu. Wajah Papinya terlihat tenang tak ada rona keterkejutan di sana.


Papi Rendy meraih benda pipih miliknya dan menghubungi seseorang. "Datang kerumahku sekarang, dan bawa semua berkas yang dititipkan Papa ku!" Ucap Papi Rendy, lalu menutup telponnya.


"Kau justru akan menyesal sudah memberikan kertas ini padaku!" Geram Papi Rendy sembari meremas kertas di tangannya. "Kau sudah membuka luka lama yang sudah kukubur dalam-dalam!" Sambungnya seraya membuang kertas itu ke tong sampah.


Raja menatap Papinya dengan begitu dalam, Papinya tak terlihat kaget, ataupun terkejut. Raja justru melihat amarah yang tertahan di wajah sang Papi.


"Ada apa sebenarnya? Apa yang tidak aku ketahui?!" Gumamnya dalam hati.


Tak berapa lama Asisten pribadi Ayahnya datang bersama Reihan.


"Selamat siang, Tuan!" Ucap sang Asisten seraya sedikit membungkukan badannya sopan.


"Kau membawa yang kuminta?"


"Semuanya sudah ada disini, Tuan!" Jawab Sang Asisten lagi, sembari memberikan sebuah berkas kepada Rendy.


Ketegangan sangat terasa di ruangan itu, Raja yang masih tak mengerti menatap Reihan yang berada disamping asisten Papinya, tapi nihil Reihan menggeleng pelan menyatakan ketidaktahuannya.


Papi Rendy menghela napasnya, tadinya ia akan tetap menggenggam rahasia ini, tapi kelakuan Friska kali ini sudah diluar batas. Bruk. Papi Rendy melempar sebuah map di meja. "Baca dengan benar, Agar kau tau siapa dirimu sebenarnya!" Ucapnya.


"Apa ini?" Tanya gadis itu.


"Bukti untuk mematahkan isi dari kertas yang kau berikan padaku!" Tegas Papi Rendy.


Friska membuka dan segera membaca isi dari map tersebut, dan kini giliran matanya yang membelalak kaget dengan isi dari surat di kertas itu. Papi Rendy menyeringai melihat raut wajah Friska. Sedangkan Raja masih mengerut bingung tak mengerti dengan situasi yang terjadi.


"Kau terlalu percaya diri, menyatakan dirimu adalah bagian dari keluarga Pramudza!" Sergah Papi Rendy, membuat wajah Friska memucat.

__ADS_1


"Tapi... bagaimana mungkin? Bukankah di surat yang tadi hasilnya fositif? Lalu kenapa disini berbeda?" Ucapnya tak terima. "Apa Papi sedang berusaha menipuku?!"


"Biar kujelaskan!" Ujar Papi Rendy. "Papaku, Andika Pramudza memang pernah punya hubungan dengan ibumu. Karena itu jugalah Mamaku sering sakit-sakitan hingga akhirnya meninggal dunia, tapi setelah itu Papaku meninggalkan ibumu. Namun, sebelum kecelakaan nahas itu tiba-tiba Ibumu datang setelah sekian lama menghilang memberi tahu Papaku bahwa ia mempunyai anak darinya, yaitu kau!" Ucap Papi Rendy sambil menunjuk Friska. "Bodohnya saat itu Papaku langsung percaya hanya dengan bukti selembar kertas hasil tes DNA yang tadi kau berikan padaku." Papi Rendy menghela napasnya, menceritakan hal ini membuka kembali luka di masa lalu saat ia kehilangan ayahnya.


"Untunglah Om Hendra berinisiatif mencari tahu tentang masa lalu Ibumu, dan menemukan bahwa Ibumu bekerja di sebuah lokalisasi setelah berpisah dengan Papaku. Sayangnya informasi itu ia dapatkan setelah papa menyingkirkan Queenza." Ucap Papi Rendy lagi.


Friska membisu, rasanya bagai tersambar petir saat ia mengetahui kenyataan ini.


"Karena kelakuan Ibumu, Papa menyingkirkan Queen kami hingga tega membohongi kami bahwa Queen sudah meninggal dan


menempatkanmu dirumah ini. Dan itulah yang membuatnya begitu menyesal saat mengetahui kebenaran tentang dirimu, kau yang ia pikir darah dagingnya nyatanya tak lebih dari anak yang bahkan tak diketahui jelas siapa ayahnya!" Hardik Papi Rendy dengan geram.


"Jadi sekarang kau tau, bukan kenapa Papaku rela memberikan namanya dibelakang namamu, bahkan mengenalkanmu kepada publik? sedangkan saat kami mengambil Queen kami bahkan harus menyembunyikannya dari dunia!" Cecar Papi Rendy.


"Karena awalnya ia pikir kau adalah darah dagingnya! Tapi nyatanya kau hanya seorang anak pel*c*r yang telah menipunya! Dan kau tau itulah yang membuat Papaku terkena stroke sampai akhirnya meninggal membawa penyesalan!"


Friska mematung ia memang tau kalau sering banyak tamu pria yang datang kerumahnya saat ia kecil dulu, tapi saat itu ia belum mengerti apapun. Ia pikir semua lelaki itu adalah teman Ibunya atau rekan kerja ibunya seperti yang selalu dikatakan oleh Ibunya saat menyuruhnya bermain diluar ketika ada pria yang datang. Nyatanya ternyata Ibunya adalah perempuan hina yang mau melayani para lelaki hidung belang.


Ahhh ... Sial! Brengsek! Rasanya ingin ia mengumpat Ibunya jika saja ia berada disini. Pantas saja Ibunya tak pernah sekalipun menengoknya kemari ia pikir Andika Pramudza sekarang Ibunya ternyata Ibunyalah yang ketakutan ketahuan sudah menipu seorang Andika Pramudza.


"Sebenarnya aku tak pernah berniat membuka rahasia ini, tapi kau sudah memaksaku melakukannya! Tadinya aku berharap dengan berada dalam asuhan kami kau bisa tumbuh menjadi gadis yang baik dan santun, aku berharap kau tak pernah mewarisi sikap buruk Ibumu yang menghalalkan segara cara demi meraih tujuannya. Tapi ternyata buah jatuh tak pernah jauh dari pohonnya!"


Ucapan Papi Rendy terasa begitu menusuk hingga kehatinya, haruskah ia menyesal sekarang? Ia bahkan sudah berlaku tak sopan pada pria paruh baya yang sudah membesarkannya itu.


"Apa yang kau bilang tadi? Kau adalah bagiku, Kau bahkan tak pantas untuk sekedar jadi pelayanku!" Ujarnya menyeringai.


"Reihan bantu dia berkemas, pastikan tak ada satupun barangnya yang tertinggal dirumah ini!" Seru Raja lantang.


Friska menggeleng cepat, ia menghampiri Papi Rendy dan berlutut padanya. "Papi... tolong jangan usir aku dari sini, Pi! Bagaimana hidupku tanpa kalian? Kumohon memaafkan aku Pi...!"


"Kau sudah banyak mengecewakan kami, Friska!" Ucap Papi Rendy.


"Papi kumohon jangan lakukan ini padaku, Papi boleh menghukumku apa saja tapi tolong jangan usir aku!"


"Kalau begitu membusuklah di penjara!" Geram Papi Rendy.


"Papi!" Pekik Friska.


"Pergi sebelum aku berubah pikiran!"


Friska segera bangun dari tempatnya, dengan berat hati ia melangkah menjauh dari Papi Rendy.

__ADS_1


"Rei, Antar dia menuju pintu keluar! Dan pastikan dia tidak akan pernah kembali kerumah ini." Seru Raja.


Friska menatap tajam pria itu, sebelum akhirnya memilih pergi keluar dari rumah keluarga Pramudza.


"Ini semua karena kau, Za! Tunggu saja, aku akan buat kau menyesal sudah hadir dalam kehidupanku!"


Nih kukasih bonus visual ya😘


Inder dan Za



g



Mas Raja



Maya



Rega



Alika



Friska



Reihan



Ini Za bareng Mami Maura dan Papi Rendy

__ADS_1


Happy reading All, Lov u😘😘


__ADS_2