Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Selamat Ulang Tahun, Suamiku!


__ADS_3

Satu bulan sudah berlalu, Maya sedang mematut dirinya di cermin. Ia sudah merencanakan untuk menyerahkan dirinya pada sang suami malam ini. Ia ingin memberikan kado spesial untuk suaminya di hari ulang tahunnya.


Maya sengaja meminta Reihan memberikan suaminya banyak pekerjaan agar sibuk hingga larut malam, supaya dia bisa menyiapkan sedikit kejutan untuk sang suami.


Selama ini Raja sudah sangat sabar dan juga begitu pengertian padanya. Lelaki itu sama sekali tak pernah memaksanya untuk memberikan hak yang seharusnya ia dapatkan dari sebulan yang lalu.


Selama ini mereka melalui malam mereka dengan melakukan banyak hal, menonton film, makan bersama dan saling bercerita kegiatan masing-masing. Tak ada kegiatan bergairah di ranjang, hanya ciuman-ciuman kecil, pelukan atau kecupan di kening Maya yang akan mengakhiri malam mereka sebelum mereka terlelap kealam mimpi.


Sudah sebulan ini pula, Maya berkonsultasi dengan seorang psikiater mengenai traumanya, ia tak ingin suaminya tersiksa lebih lama lagi, dan malam ini ia ingin membuktikan hasil terapinya selama ini sekaligus memberikan hadiah terbaik untuk suaminya.


Suara deru mesin di halaman rumah membuat senyumnya melengkung, Maya segera keluar dengan pakaian terbaik dan riasan sederhana yang mampu membuat wajahnya terlihat semakin cantik.


Maya segera membukakan pintu rumah dan menyambut suaminya. Kelelahan jelas terlihat Wajah sang suami. "Capek banget, ya mas?" tanyanya yang diangguki oleh Raja. "Entah ada apa dengan Rei? Dia membuatku benar-benar bekerja keras sampai selarut ini." Ucap Raja begitu kesal.


Maya tersenyum seraya mengambil tas kerja suaminya dan menggelayut manja di lengan kokoh milik suaminya itu. "Udah gak usah marah-marah, nanti cepet tua lho."


Raja tersenyum mendengar ucapan istrinya, terlebih tangan Maya tak lepas dari lengannya. "Kenapa kau begitu manja malam ini?" tanya Raja merasa heran dengan tingkah sang istri.


"Apa aku tidak boleh bermanja-manja pada suamiku?" sahutnya balik bertanya.


"Aku justru senang jika istriku terus manja seperti ini." Aku Raja, mereka meniti anak tangga menuju kamar pribadi mereka dengan Maya yang tak melepas tangan suaminya itu.


Raja terkesiap begitu membuka pintu kamarnya. Begitu banyak bunga yang menghiasi kamarnya, "May?" tanya nya menatap wajah sang istri yang kini merona.


"Aku menyiapkan kejutan kecil untukmu." Ucap Maya seraya menuntun langkah suaminya menuju balkon kamar mereka.


Sebuah meja kecil berisi makanan kesukaannya tertata rapih di sudut balkon kamar mereka.


"Mami dan Za bilang kau sangat menyukai olahan seafood jadi aku memasak ini untukmu." ucap Maya membuat pria itu tersenyum begitu manis.


"Tadinya aku ingin meletakkan kursi di sini, tapi karena balkonnya tak terlalu luas jadi tidak muat, tidak apa-apakan kalau kita duduk lesehan di sini?" sambungnya lagi.


Raja meraih tubuh istrinya, "Terima kasih." Ucapnya sambil mengecup kening sang istri.


"Ayo makan, kau pasti sudah sangat lapar." Ajak Maya.


Mereka duduk lesehan di balkon kamarnya, makan malam sederhana namun begitu terasa sangat romantis bagi Raja, dengan beratapkan langit malam dan berhiaskan raburan bintang membuat makan malam ini terasa begitu istimewa.


Raja memandang wajah sang istri tang terlihat begitu cantik malam ini, senyuman tak pernah lepas dari bibir ranum wanita itu.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Maya menyadari sang suami memperhatikannya. "Apa ada sisa makanan si wajahku? ohhh aku memang ceroboh!" Keluhnya seraya mengusap sisi bibirnya.


Raja menggenggam tangan istrinya, lalu mengecupnya mesra. "Terima kasih!" ucapnya. "Terima kasih sudah susah payah menyiapkan semua ini untukku." Ucap Raja.


Maya tersenyum. "Sama-sama, aku senang kau menyukainya." Ujar Maya. "Mau tambah lagi?" tanyanya kemudian, melihat piring Raja sudah kosong.


Raja menggeleng. "Sudah cukup, aku sudah sangat kenyang." Ucapnya.


"Kalau begitu mandilah, aku akan membereskan semua ini." Ucap Maya yang diangguki oleh Raja.


Sementara sang suami masuk kekamar mandi, Maya juga meninggalkan balkon kamarnya, ia masuk kedalam walk-in closet untuk mengganti pakaiannya.


Sebuah gaun tidur tipis yang begitu pas di tubuhnya, gaun tidur yang ia beli beberapa waktu yang lalu saat mengantar Za ke mall untuk membeli perlengkapan bayi.


Maya menatap geli penampilannya di cermin. "Dia tidak akan menganggapku wanita murahan, kan? kenapa pakaian ini begitu transparan?" Ucapnya pada diri sendiri.


Maya menarik napasnya lalu menghembuskannya perlahan untuk mengurangi kegugupannya, "Jangan jadi pengecut, May! Bukankah kau melakukan ini untuk suamimu!" Gumamnya lagi menyemangati diri sendiri.


Suara pintu kamar mandi yang dibuka membuat detak jantungnya semakin cepat. "Ayo, kita coba! Semoga terapiku tidak sia-sia. "Ucap Maya yakin. Ia membubuhkan kembali sedikit riasan diwajahnya lalu keluar dari ruangan itu dengan jantung berdebar.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Raja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar, keningnya berkerut saat tak mendapati sang istri dimanapun. Ia melangkah kebalkon kamar tapi Maya juga tak ada di sana, bahkan bekas makan mereka juga masih berada disana padahal tadi Maya bilang akan membereskannya.


"Aku di sini, Mas!" Ucap Maya lembut membuatnya menoleh. Dan...


Glek. Raja menelan ludahnya mendapati sang istri tengah berjalan kearahnya dengan pakaian yang sangat sensual.


Gaun tidur yang dipakai sang istri begitu transparan hingga ia bisa melihat lekuk tubuh istrinya dengan jelas dan itu memancing pikiran liarnya.


Maya menghampiri suaminya, dan Cup. sebuah kecupan mesra mendarat mulus dibibir suaminya. "Selamat ulang tahun, Sayang!" Ucap Maya sembari mendaratkan ciuman kedua.


Raja mematung, tak pernah menyangka istrinya bisa melakukan hal seperti ini. Ia bahkan lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. "Terima kasih, Sayang." Ucapnya. "Apa kau sengaja menggodaku, Sayang?" Imbuhnya dengan senyum smirknya.


Maya tersenyum seraya mengangguk pelan. "Anggap saja begitu." Goda Maya.


Maya mengalungkan tangannya di leher sang suami, ia kembali mendekatkan bibirnya dan kali ini Raja menyambutnya membuat bibir keduanya saling bertaut, dan tenggelam dalam ciuman yang Sangat menggairahkan.


Namun, Raja melepas tautan bibirnya membuat bibir Maya mengerucut tak rela. "Sudah cukup, Sayang! Aku takut tak bisa menahannya." Ucap Raja seraya mengusap bibir maya yang masih basah.

__ADS_1


Pria itu berlalu menjauh, melangkah dan duduk di sisi ranjang serta meraih benda pipih miliknya mencoba mengalihkan pikiran liarnya.


Maya tersenyum, suaminya itu masih saja rela menahan gairahnya demi kenyamanan dirinya.


Maya melangkah mendekati dan duduk dipangkuan suaminya, malam ini ia tak akan membiarkan lelaki itu menderita lagi.


Raja sedikit kaget saat istrinya tiba tiba duduk dipangkuannya." Sayang, apa yang kau lakukan?" Pekiknya.


Maya tak menjawab, wanita itu justru mendekatkan wajah mereka. Maya memberikan *******-******* lembut, mengecap bahkan menggigit kecil bibir suaminya membuat gairah Raja kembali bangkit dan mengimbangi permainannya.


"May..." Ucap Raja serak. Matanya sudah mengembun karena gairah. "Aku takut tak bisa menahannya." Desah Raja ditelinga sang istri membuat wanita itu menatapnya.


"Kalau begitu tak usah menahannya!" Ucapnya seraya kembali menengelamkan wajahnya, hingga kini tubuh sang suami bersandar di ujung ranjang, bahkan tangannya kini bergerak liar membuat Raja terasa tersengat listrik ratusan volt yang membuat pertahanan lelaki itu benar-benar runtuh.


Raja membalikkan posisinya, ia kini mengungkung tubuh sang istri dibawahnya. "Hentikan aku jika kau sudah mulai tak nyaman, meskipun aku tak yakin bisa berhenti!" Ucap Raja. Maya tersenyum ia mendongak menggapai bibir Raja, memberikan lampu hijau pada sang suami untuk mengaksen setiap lekuk tubuhnya.


Tangannya bergelayut manja dileher suaminya menikmati apapun yang dilakukan suaminya saat ini. Maya mendesah pelan saat sang suami menikmati gunung kembarnya dengan rakusnya, "Emmmhhh." Desah Maya tertahan.


Raja terus menyerang Maya, menanggalkan satu persatu pakaian mereka dan menghujaninya dengan ciuman juga meninggalkan tanda kepemilikannya di tubuh Maya.


Ia mulai menyentuh area sensitif istrinya, tanpa melepas pagutannya, Maya mengeratkan pelukannya saat tangan suaminya mulai menyentuh daerah pribadinya dan melakukan aktivitas disana, membuatnya menggelinjang hebat, saat merasakan sesuatu menyeruak dan seakan ingin meledak dari dalam area pribadinya.


"Lakukan sekarang, Mas!" Pintanya.


"Kau yakin?" Ucap Raja, Maya mengangguk pelan. Raja memagut istrinya dan mulai memposisikan dirinya, dengan sangat perlahan ia melakukan penyatuan tubuh mereka.


Maya mengeratkan pelukannya, meski bukan yang pertama untuknya tapi ternyata rasa sakit itu masih ia rasakan meski tak sesakit yang pertama karena sekarang Raja melakukannya dengan sangat lembut.


Raja menggerakkan tubuhnya dengan begitu lembut, ia tak ingin menyakiti istrinya dan membuat trauma baru untuk wanita itu. Hingga akhirnya ia mempercepat ritme gerakannya saat hampir mencapai puncak kepuasannya.


Maya mempererat pelukannya, ia juga hampir mencapai puncaknya. "Mas..... ahhh..." Desah Maya panjang saat mencapai puncaknya, disusul erangan panjang dari suaminya.


Raja menciumi lembut wajah istrinya yang dipenuhi peluh yang membasahi seluruh wajahnya. membuat wanita itu menggeliat dalam tidur lelapnya.


Dengan senyuman yang terus merekah dibibirnya, ia menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah cantik istrinya.


Maya membuka matanya, tersenyum hangat saat matanya beradu dengan netra suaminya. "Selamat ulang tahun, suamiku." Ucap Maya, dengan suara yang masih parau, seraya mengelus lembut wajah suaminya.


Raja mencium kening basah istrinya. "Terima kasih untuk semuanya, Sayang!" ucapnya. "Ini hadiah! ulang tahun terbaik dalam hidup ku!"

__ADS_1


Hareudang... Hareudang๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Jangan lupa like, dan komennya, Guys๐Ÿ˜˜


__ADS_2