Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Ivander Kamal Prasetya


__ADS_3

Inder


Begitulah keluarga dan orang terdekat memanggilnya, Ia terlahir dari Prasetya.


Salah satu keluarga terkaya di Asia, memiliki Aset yang bahkan tak akan habis sampai tujuh turunan sekalipun.


Namun hal itu tak menjadikannya tumbuh menjadi manusia malas dan manja yang hanya bergantung pada harta dan nama besar keluarganya.


Alih-alih belajar bisnis untuk melanjutkan usaha ayahnya, Inder justru lebih tertarik pada dunia seni peran dan modeling. Dunia yang sempat di geluti sang ibu sebelum menikah dengan ayahnya.


Beruntung ia punya orangtua yang selalu mendukung pilihannya, dan tak memaksakan kehendak mereka. Ayah dan Bundanya memfasilitasinya, begitu menyadari bakat dan ketertarikannya pada dunia hiburan. Hingga ia mencapai puncak kariernya di usia yang terbilang masih sangat muda.


Dan kini siapa yang tak mengenal nama Ivander Kamal Prasetya, seorang model dan actor papan atas dengan acting yang luar biasa.


kehadirannya di layar kaca selalu di nanti oleh para penggemar dari seluruh nusantara sampai luar negri. Fansnya dari balita, Remaja hingga manula, menjadikannya seorang actor yang cukup di perhitungkan bahkan berhasil menggeser para senior yang lebih dulu terjun ke dunia hiburan.


Dan bukan hanya seorang artis, namun darah pebisnis yang mengalir di tubuhnya juga membuatnya menjadi pengusaha sukses termuda dengan jerih payahnya sendiri.


Wajahnya selalu terpampang nyata di media cetak, ataupun online. Dan bahkan beberapa bulan lalu ia baru saja mendapatkan penghargaan bergengsi sebagai best actor tervavorit dan juga actor terbaik di tanah air.


Ia juga membuat gebrakan dengan menjadi salah satu pemeran utama di sebuah film Holywood yang menjadi tranding topic di dunia, menjadikannya tak hanya terkenal di seantero nusantara tapi juga luar negara.


Jadi rasanya mustahil ada orang yang tak mengenalnya, Bukan?


Inder menatap gadis itu dengan heran, untuk pertama kalinya seorang gadis duduk begitu santai di sebelahnya tanpa berminat memandang atau bersentuhan dengannya.


Biasanya para gadis akan melakukan segala cara untuk sekedar berjabat tangan denganya, rela berdesakkan demi mendapat tanda tangan dan berfoto dengannya. Tapi gadis ini.... dia bahkan lebih memilih memandang keluar kaca mobil, alih-alih memandang wajahnya.


"Astaga...dari planet mana gadis ini berasal?" Batinnya sedikit kesal. Saat gadis itu malah balik bertanya siapa dirinya hingga gadis itu harus mengenalnya.

__ADS_1


Baru kali ini seorang gadis begitu acuh padanya, padahal ia sudah membuka masker dan topinya, mengatakan nama lengkapnya, bahkan menawarinya berfoto. Tapi lihatlah gadis itu malah menggerutu. Padahal begitu melihat wajah di balik maskernya, sopir taksi saja langsung mengenalinya dan meminta tandatangan untuk putrinya yang katanya penggemarnya.


"Memangnya harus, ya? Memang kau ini presiden? Hingga aku harus mengenalmu." Cibir gadis itu dengan kesal.


"Astaga... apa dia tidak tahu, kalau aku lebih terkenal dari presiden sekalipun." Batinnya. merasa lucu sekaligus kesal dengan gadis ini.


Ia tertawa mengejek."Kau tau? Kau orang pertama yang tidak mengenalku di kota ini. Dan asal kau tahu, kau bisa masuk rekor Muri karena itu!" Cibirnya.


Gadis itu mencebik. "Terserah apa katamu, aku memang tidak mengenalmu."


"Apa kau tinggal di goa? Makannya gak pernah nonton televisi, karna kalau kau nonton televisi tak mungkin kau tak mengenalku, Karena wajahku selalu menghiasi layar kaca setiap harinya." Ucap Inder percaya diri.Rasanya ia masih tak terima gadis ini sama sekali tak mengenalnya, seperti mencederai kepopulerannya sebagai seorang artis papan atas.


"Kau lihat, Pak sopir saja mengenalku. Padahal seharian di luar rumah, masa kau tidak mengenalku.?" Lanjutnya lagi, Membuat gadis itu memutar bola matanya.


" Ya udah, sih. maksa banget saya harus kenal anda." Ucap gadis itu, telak.


Gadis itu mengalihkan pandangannya pada pemandangan di luar mobil, yang menurutnya lebih menarik. Daripada mendengarkan ocehan tak penting dari pria di sebelahnya ini. Sejenak ia tarsenyum melihat banyak perubahan dari kota ini, rasanya baru kemarin ia meninggalkan kota ini. "Eh.." Ia memekik saat merasakan sebuah tangan menarik bahunya.


" kenapa anda terus mengangguku?" Ucapnya kesal.


" Aku sedang bicara denganmu, jadi tak sopan kalau kau malah berbalik memunggungiku." Ucap Inder, entah mengapa gadis ini membuatnya penasaran.


" Bicara apa? pembicaraan kita sudah selesai." Ucapnya lagi. Gadis itu hendak berbalik. namun tangan Inder menariknya sedikit kencang hingga gadis itu terjatuh tepat di tubuhnya.


Deg..


Jantung Inder berdebar dengan keras, sesaat mereka sama-sama terpaku menatap wajah masing-masing. Sebelum kemudian menyadari posisi mereka yang tak lazim.


Mereka kembali duduk di posisi masing-masing dengan canggung. Tak ada lagi perdebatan hingga sopir memberhentikan taksinya.

__ADS_1


"Sudah sampai di komplek, mbak." Ujar sang sopir itu.


Gadis itu turun dari taksi dan menanyakan berapa Argo taksi tersebut.


" Tak perlu, biar aku yang bayar!" Tolak Inder ketika gadis itu berniat membayar. "Anggap ini sebagai bayaran karena menyerobot taksimu tadi."


Gadis itu hanya mengangguk kemudian berbalik, hendak meninggalkan mereka.


"Apa dia tak ingin berterima kasih?" Gumamnya dongkol, melihat gadis itu pergi tanpa mengatakan apapun.


Namun ternyata gadis itu kembali berbalik menghadapnya. " Terima kasih." Ucapnya sembari tersenyum manis, membuat siapapun terpesona melihatnya.


" Sama-sama." Jawab Inder spontan.


"Bukan padamu, aku berterima kasih pada pak sopir yang mengantarku dengan selamat, terima kasih, Pak!" Ucap gadis itu lagi. Yang membuat wajah Inder memerah, entah malu atau menahan marah.


" Sama-sama, mbak." Jawab sang sopir.


Gadis itu menatapnya sekilas lalu pergi, dan menghilang di balik gang dekat komplek tempat ia turun tadi.


"Gadis yang menarik." Gumam Inder, sembari tersenyum menatap kepergian gadis itu.


Ia baru akan menyandarkan kepalanya di kursi mobil, saat tanpa sengaja tangannya menyentuh sesuatu.


Sebuah Map coklat berisi data diri dan persyaratan lamaran pekerjaan atas nama Queenza Anindya.


" Oh... Rupanya dia sedang mencari pekerjaan." Gumamnya pelan, sembari terus membuka lembar perlembar kertas itu.


" Baiklah... Kau butuh pekerjaan maka kau akan mendapatkannya."

__ADS_1


__ADS_2