Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Kejutan Untuk Za


__ADS_3

Queenza sedang menikmati kebersamaannya bersama Bunda dan Mami, papinya. Sedari tadi senyum tak lepas dari bibir nya, ia benar-benar tak menyangka hari ini akan tiba, Ia benar-benar merasa bahagia saat ini.


Mami dan Papinya merencanakan untuk menggelar pesta kecil yang akan diadakan di kediaman keluarga pramudza, meski sudah menolak namun mereka bersikukuh harus menggelar pesta untuk merayakan kembalinya Za di keluarga mereka, juga sebagai wujud syukur karena masalah yang sudah bertahun-tahun itu kini berakhir dengan damai.


Queenza sedikit kaget saat Alika memberikan ponsel padanya, "Inder menelpon" Ucap Alika, membuatnya baru ingat kalau ia tak mengabari pria itu dari siang tadi.


Ponsel Alika segera disambarnya, kemudian ia rapatkan ketelinganya.


"Ya, Inder. Maaf aku lupa..." Ucapannya terpotong oleh ucapan Inder di sebrang telpon sana.


"Za, aku ada didepan rumahmu!" Ucap Inder. Membuatnya matanya membulat dan segera berlari menuju luar rumah. Dan benar saja mobil pria itu beradar tepat didepan pintu gerbangnya.


"Buka gerbangnya, Pak!" Teriaknya sembari berlari kecil mendekat ke arah gerbang.


Para pengawal menurut, mereka membuka pintu gerbang rumah itu hingga mobil Inder bisa masuk.


Za tersenyum melihat Inder turun dari mobil dan menghampirinya.


Sementara Rega menghela nafasnya lega, Sepertinya semua sudah baik-baik saja, Pikirnya.


"Ayo masuk, semua orang sedang berkumpul di ruang tamu!" Ucapnya semangat, ia menarik tangan Inder, lalu melirik pada Rega yang masih berdiri didekat mobil. "Ayo, Mas! ikut masuk." Ajaknya pada Rega.


Lelaki itu menggeleng, "Aku hanya mengantar pangeran bucinmu, jadi aku balik duluan ya!" Ucap Rega, yang mendapat pelototan dari Inder.


"Lho, Kok malah pulang?" Tanyanya.


"Aku sangat lelah, Za! Aku mau balik untuk Istirahat, jadi maaf aku tak bisa ikut mampir." Ucap Rega, ia menyerahkan kunci mobil pada Inder. "Lo bawa mobil sendiri, gue balik naik taksi." Sambungnya lalu berlalu dari tempat itu setelah pamit pada Za.


"Jadi dia hanya datang untuk mengantarmu, Inder?" Tanya Za, Inder mengangguk.

__ADS_1


"Ngapain harus repot nganterin kamu dulu? Padahal kamu bukan anak kecil yang harus diantar kemana-mana Inder." Ucap Za lagi, tak habis pikir dengan cara berpikir lelaki itu.


Inder mengacak rambut Za. "Tak perlu heran, dia memang seperti itu, dia hanya ingin memastikan kalau aku sampai dengan selamat kesini." Ucap Inder.


"Kau sangat beruntung memiliki sahabat seperti dia."


Inder mengangguk. "Kami tumbuh besar bersama, Rega bukan hanya sahabat bagiku, dia sudah seperti kakakku sendiri." Ucap Inder. "Ngomong- ngomong sepertinya kamu sedang sangat bahagia." Ucap Inder.


"Apa sangat terlihat?" Tanya Za, Inder mengangguk.


"Sebentar lagi kau akan tau apa alasan kebahagiaanku." Ucapnya, ia membawanya Inder keruangan tamu dimana semua orang berada.


"Wahhh Inder, kita bertemu lagi!" Ucap Maura, begitu melihat nya masuk. Inder mencium punggung tangan wanita itu, "Apa kabar, Tante." Ucapnya.


"Baik, sangat baik." Jawab Maura. "Oh, ya. Kenalkan ini tante Resha, Bundanya Queenza." Ucap Maura.


"Saya, Ivander. Tante bisa memanggil saya Inder." Ucapnya, kemudian melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Maura.


"Saya juga sangat senang bisa bertemu dengan tante." Ucapnya sopan.


"Ayo duduk disini, kami sedang membahas rencana untuk acara besok malam." Ujar Maura.


"Memangnya, besok malam ada acara apa Tante?" Tanyanya penasaran.


"Begini Tante dan Om, mau bikin acara kecil-kecilan untuk memperkenalkan Za sebagai putri kami" Ujar Rendy, "Jadi tolong sampaikan pada orangtuamu kami mengundang mereka dan semoga mereka bisa datang besok malam." Tambahnya lagi yang diangguki Inder.


"Akan saya sampaikan, Om! Dan terimakasih atas undangannya." Ucap Inder.


Resha terus memperhatikan Inder, dia kagum dengan pembawaannya yang begitu ramah dan juga tenang, tanpa sengaja matanya melihat kearah tangan pemuda itu yang tak lepas menggenggam tangan sang putri.

__ADS_1


"Apakah mereka punya hubungan dekat?" Tanyanya dalam hati.


Melihat putrinya yang tampak tak risih dan tatapan keduanya saat berinteraksi membuatnya yakin kalau hubungan mereka lebih dari sekedar mantan bos dan pegawainya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Sementara disisi lain, Raja.sedang berada di rumah keluarga pramudza, sejak Mami dan papinya sepakat untuk mengadakan pesta di rumahnya ia juga ingin memberikan kejutan kecil untuk adiknya itu.


Jika para pelayan sibuk dihalaman depan dan rumah untuk menyiapkan acara dadakan maka dirinya sibuk di halaman belakang untuk menyiapkan kejutannya.


Ia menata halaman belakang sedemikian rupa, di sepanjang jalan terdapat banyak lilin dan banyak Vas besar yang akan diisi oleh Bunga nantinya dikanan dan kirinya, juga hiasan lampu kerlap kerlip, menghiasi gazebo tempat mereka sering menghabiskan waktu bersama saat kecil dulu.


Dan jangan lupakan meja bulat yang nantinya akan diisi dengan semua makanan Favorit gadis itu, dan terakhir sebuah teropong bintang diluar ga zebo, ia berencana untuk mengajak gadis itu melihat bintang setelah makan malam, Za sangat menyukai bintang.


Dia tersenyum puas begitu semua tertata sempurna seperti keinginannya, ia sudah bisa membayangkan bagaimana gadis itu akan terpana dan melonjak kegirangan, dan memeluknya.


"Besok sore jangan lupa isi Vas nya dengan bunga." Ucapnya pada para pelayan.


"Baik Tuan."


"Kalian bisa pergi!" Ucapnya.


"Queen pasti akan sangat menyukainya." Ucapnya yakin.


Raja tak mengerti dengan perasaannya saat ini. Sejak kehadiran adik kecilnya, dunianya seolah berpusat pada gadis itu, ia seolah tak menginginkan yang lainnya.


Queenza sudah memenuhi seluruh saraf dalam hati dan juga otaknya, hingga ia akan melakukan apapun untuk gadis itu.


Ia bahkan bisa dengan mudah melepas Raisa padahal selama lebih dari lima tahun mereka bersama, ia bisa begitu sabar menghadapi apapun yang dilakukan wanita itu tapi tidak ketika wanita itu menyakiti Queenza.

__ADS_1


Ia tak suka melihat adiknya terluka, ia tak suka melihat adiknya menangis, yang diinginkannya adalah kebahagiaan gadis itu, dan ia ingin gadis itu tetap berada disampingnya selamanya.


Welll bukankah itu berlebihan, tapi itulah yang ia rasakan.


__ADS_2