
Queenza terbangun saat hari sudah siang, beruntung hari ini ia tak ada kelas hingga tak harus bolos kuliah. Za segera beranjak menuju toilet, dan membersihkan diri.
Za merasakan seluruh tubuhnya terasa lemas, inginnya ia kembali merebahkan badan, tapi perut yang keroncongan membuatnya melangkahkan kaki untuk turun dan mencari makanan.
Aroma harum makanan membuat keningnya mengkerut, "Apa Inder sedang memasak?" Gumamnya pada diri sendiri, tapi ia segera menggeleng menepis pikirannya, suaminya tadi sempat berbisik pamit untuk berangkat syuting!
Za melangkah mendekat kearah dapur, tapi belum ada setengah jalan ia sudah melihat sepupunya berjalan kearahnya dengan membawa piring berisi makanan ditangannya.
"Alika, sejak kapan kau disini?" Tanyanya pada sang sepupu.
"Sejak suamimu pergi, dia menyuruhku menemanimu." Jawab Alika.
"Lalu kenapa tidak membangunkanku?"
"Aku baru berniat membangunkanmu setelah memasak, ternyata kau sudah bangun duluan." Ucap Alika. "Lagipula suamimu bilang kau sedang sangat kelelahan, jadi aku tidak tega membangunkanmu." Sambungnya sembari tertawa kecil.
Za tersenyum kecil, "Kau benar, aku memang sangat kelelahan, dan juga kelaparan." Ucap Za.
"Dia tak pernah ada puasnya."Keluhnya pelan namun dengan senyum terbit bibirnya.
"Kalau begitu, makanlah! Inder menyuruhku memasakkan makanan untukmu." Ucap Alika sembari menyodorkan sepiring nasi goreng sosis pada Za.
"Terima kasih, Al!" Ucap Za, yang langsung melahap nasi goreng itu. "Ini sangat enak!" Tambahnya.
Alika tersenyum, "Itu karena kau sedang lapar!" Cibir Alika sambil tertawa.
"Tidak! Ini benar-benar sangat enak. Tadi aku juga berniat memasak nasi goreng sosis untuk sarapan kami, tapi tidak jadi."
"Ya, aku tahu apa yang terjadi, bisa kutebak dari rambutmu yang basah itu." Kata Alika sambil tertawa lebar.
Pipi Za merona karena malu. "Kau akan merasakannya saat sudah menikah nanti, Al! Terkadang lelaki itu tak tau tempat dan waktu jika menginginkan sesuatu." Ucap Za sambil tertawa.
"Tapi aku senang, kau terlihat sangat bahagia sekarang." Ucap Alika.
__ADS_1
Za tersenyum seraya mengangguk." Ya, kau benar! Akupun sangat bersyukur punya suami yang selalu memberikanku kebahagiaan setiap harinya. Dan aku yakin, Mas Rega juga akan membahagiakannmu kelak." Ucap Za, membuat wajah Alika berubah masam.
"Kenapa membawa-bawa lelaki itu, aku bahkan tak punya hubungan apapun selain hubungan kerja dengannya." Jelas Alika.
"Benarkah? Tapi kupikir kalian pacaran!"
"Darimana kau bisa menyimpulkan itu, Za? Dia hanya ingin mempermainkan perasaanku saja!" Keluh Alika. "Pria seperti dia tak akan pernah mau serius dengan satu perempuan saja."
"Apa kalian sedang ada masalah?"
Alika menggeleng, "Sudahlah tak usah membahasnya lagi, sekarang kau punya rencana kemana hari ini, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke Mall, sudah lama kita tidak pergi bersama." Ucap Alika mengalihkan pembicaraan.
"Aku ada rencana bertemu Maya siang ini, kami punya rencana untuk membuat pesta kecil untuk ulangtahun Mami. Kau mau ikut?"
"Tentu! Lagipula suamimu menugaskanku untuk menemanimu hari ini."
"Bagus, setelah ini kita langsung pergi!" Ucap Za bersemangat.
Sementara itu di rumah keluarga Pramudza, Maya sedang bersiap untuk pergi bertemu Za.
Kemarin Za mengajaknya bertemu untuk membahas tentang rencananya membuat pesta kejutan untuk Mami Maura. Ketukan pintu membuatnya menjeda aktivitasnya, ia beranjak meninggalkan cermin dan membukakan pintu. Dan ternyata itu adalah Raja.
"Apa kau mau pergi?" Tanya Raja, melihat Maya sudah Rapi.
Maya mengangguk. "Za mengajakku bertemu, dia bilang dia ingin membuat pesta kejutan ulangtahun Mami, dan dia mengajakku ikut andil dalan acara ini." Ucapnya.
"Apa kau keberatan jika aku ikut?" Tanya Raja. "Sudah cukup lama aku tidak bertemu dengan Queen. Aku merindukan adikku."
"Jadi kau ingin ikut karena merindukannya, Kan? Ya Tuhan ...ada apa denganku? Kenapa aku begitu kesal saat Raja bilang merindukan adiknya? Seandainya saja mereka adalah saudara kandung, dan Raja tak pernah menyimpan perasaan pada adiknya itu mungkin aku tak akan merasa sakit tiap kali melihat mereka bersama." Batin Maya.
Ingatannya kembali pada beberapa hari yang lalu saat ia mengetahui kenyataan pahit ini.
Flashback On
__ADS_1
Maya sedang memasak hidangan untuk makan siang Raja, ketika tiba-tiba Friska datang dan menghampirinya.
"Mereka benar-benar memberi tempat yang mereka pikir pantas untukmu!" Ucap Friska tiba-tiba. "Sepertinya selamanya tugasmu hanya sampai di dapur, dan ranjang saja nantinya." Cibir Friska lagi.
Maya mengerutkan dahi tak mengerti maksud dari perkataan Friska. "Apa maksudmu? Kenapa kau bicara seperti itu?" Tanyanya.
Friska tak langsung menjawab, gadis itu mengamati sekitarnya. "Aku mengatakan ini karena kasihan padamu, dan agar kau tak berharap lebih pada Kak Raja." Jawab Friska.
"Aku tau benar, apa yang melatari pernikahan kalian nanti. Dan kau harus tau kalau kak Raja hanya akan mencintai satu orang wanita, yaitu Queenza!" Sambung gadis itu membuatnya menoleh menatapnya.
"Apa maksudmu? Bukankah Queenza adalah adik Raja?" Tanyanya penasaran. Ahh padahal ia sudah sangat lega saat tau.Queen yang disebut-sebut Raja saat mabuknya adalah adiknya.
"iya, adik angkat! Jadi memang tak ada salahnya jika mereka saling menyukai."
Deg. "Adik angkat? "
"Ups kau belum tau, ya? Sebenarnya aku tak ingin mengungkit ini, karena bisa saja aku diusir dari rumah ini jika ketahuan membicarakan hal jelek tentang Za. Tapi aku harus mengatakan kebenarannya padamu agar kau tak berharap banyak pada keluarga ini." Ucap Friska menatap Maya iba.
"Aku dan Za sama-sama anak angkat dikeluarga ini, Za diadopsi lebih dulu, tapi karena almarhum kakek tidak menyukainya ia kemudian dikembalikan pada keluarga kandungnya, dan kakek mengambil aku untuk diadopsi dan menggantikan Za." Katanya memulai cerita.
"Semua baik-baik saja sampai suatu ketika Za kembali setelah dewasa dan merebut semua yang kupunya." Friska menghapus airmata disudut matanya. "Dia bahkan merebut kekasihku. Za itu pintar, dia menggoda Kak Raja, agar membawanya kembali pada keluarga ini, karena keluarga kandungnya bukanlah orang kaya yang bisa menuruti semua keinginannya. Dia bahkan membuat Kak Raja memutuskan hubungan dengan tunangannya padahal hubungan mereka sudah berjalan lebih dari lima tahun, hingga tunangannya nekat menjebak kakakku dan ternyata malah kau yang menjadi korban." Ucap Friska. Maya sedikit tersentak saat tangan Friska menyentuh bahunya.
"Aku hanya memperingatkanmu, Maya! Berhati-hatilah dengan Za, bisa saja dia bosan dengan suaminya dan ingin kembali pada Kak Raja, dan saat itu terjadi kau harus bersiap kehilangan segalanya, karena hati kak Raja masih milik Za sampai saat ini. Jika Kak Raisa yang sudah menjalin hubungan lebih dari lima tahun dengannya bisa ia campakkan demi Za, apalagi kau yang baru dikenalnya beberapa bulan ini." Ucap Friska kemudian berlalu meninggalkannya yang mematung.
Flashback Off.
"Maya, hei... kok malah melamun?" Suara Raja membuatnya kembali kemasa kini, Maya menggeleng seraya tersenyum. "Melamunkan apa?" Tanya Raja lagi.
"Tidak ada!" Jawab Maya. "Aku akan selesai sebentar lagi, kau juga harus bersiap kan." Ucapnya.
Raja mengangguk" Aku tidak akan lama, jika kau sudah selesai tunggu aku dibawah, kita berangkay sama-sama!" Ucap Raja yang segera dianggukinya.
Maya menatap punggung Raja.yang mulai menjauh dari pandangannya." Aku berharap kau tidak akan pernah mencampakanku!"
__ADS_1