Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Keputusan Papa


__ADS_3

Andika Pramudza


Pria paruh baya itu melangkah tergesa setelah sang asisten membukakan pintu mobilnya. Pagi ini kabar dari orang yg ia susupkan dirumah sang putra membuatnya geram.


Ia melangkah cepat menuju ruang tengah rumah sang putra, untuk memastikannya.


" Queenza sudah bahagia bersama kami! "


Suara Putranya ia dengar dengan jelas, namun setelah itu hening.


Ia bisa melihat seorang wanita tertunduk berderai airmata, ia pastikan wanita itu adalah ibu kandung bayi yg dibawa putra dan menantunya 8 tahun yg lalu.


" Jadi benar kabar yg kudengar?" Suaranya mennggelar di seantero rumah, membuat semua yg berada di ruang tengah itu menoleh padanya.


🌺🌺🌺🌺


" Papa!" gumam rendy lirih. ia menatap tak percaya bagaimana sang ayah bisa berada disini.


" Jadi benarkan? apa yg kukhawatirkan akhirnya terjadi juga!" Ujar sang ayah, yg kini mulai berjalan menghampirinya.


" Apa mereka orangtua bayi itu? " Tanyanya lagi, Rendy mengangguk mengiyakan.


Maura memandang sang suami yg kini tertunduk, ada kekhawatiran yg menyelimuti hatinya, tatkala melihat kedatangan sang mertua.


Sementara Resha dan Aldi, kedatangan pria paruhbaya ini seperti angin segar di tengah keputusasaan mereka.


" Benar, saya ibu kandung dari bayi yg anak anda temukan 8 tahun yg lalu! " Ucap Resha. Ia seperti mendapat kekuatan baru, entah kenapa ia sangat yakin pria paruhbaya di depannya ini bisa membantunya mendapatkan putrinya kembali.


" Lalu apa yg kalian inginkan dari putra saya? Uang, Atau..? "


" Tidak! Saya tidak menginginkan semua itu! Saya hanya menginginkan anak saya kembali! " Ujarnya memangkas pertanyaan Andika.

__ADS_1


Andika memandangnya penuh selidik.


" Kenapa? Kenapa menginginkannya kembali setelah membuangnya?


Resha dan Aldi saling pandang, pertanyaan yg sama namun dari orang yg berbeda. Ia bdnar-benar sudah tak punya harapan. Bodohnya ia sempat berpikir pria paruhbaya ini akan menolongnya, Tentu saja ia akan membela anaknya. namun ia tetap menjawab pertanyaan pria itu.


" Karena aku sudah menyadari kesalahanku, dan aku menyesalinya. Aku ingin menebus semua kesalahan pada putriku dengan merawatnya! "


" Kalau begitu, kau bisa menunggunya pulang dan membawanya bersamamu!"


Resha mematung mendengar jawaban Andika, Ia tak salah dengarkan? Ia tak menyangka semudah ini pria paruhbaya itu memberikan putrinya.


Tapi berbeda dengan Maura, Airmatanya menganak sungai dipipinya, ia kumpulkan segenap keberanian untuk menentang keputusan Papa mertuanya itu.


" Tidak! Tak ada yg boleh mengambil putriku!" Pekiknya, ia tatap mertuanya tajam. " Papa gak berhak memberikan putriku pada orang lain."


" Begini sikapmu pada mertuamu!" Bentak Andika. Ia mengalihkan pandangannya pada sang Putra " Kau lihat, Rendy. Kau terlalu memanjakan istrimu hingga ia berani menentangku!" Geramnya.


" Kau ingin menentangku lagi, demi istrimu Rendy? " Geram Andika. Ia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan, " Aku sudah mengingatkan kalian, saat kalian memaksa membawa anak itu kerumah ini, jika keberadaan anak itu mengancam reputasi dan nama baik keluarga, maka aku akan bertindak. Aku ingatkan jika kalian lupa!"


" Tapi, Pa. Sekarang kami sudah sangat menyayangi anak itu seperti putri kami sendiri." Ucap Rendy. " Tolong izinkan kami tetap merawatnya." Imbuhnya.


" Dan membiarkan nama baik keluargamu hancur? "


" Apa maksud Papa? "


Andika tak menjawab, ia mengalihkan pandangannya pada dua orang asing itu.


" Kalian pulanglah! Aku harus bicara dengan Putraku." Ucapnya tegas.


" Tapi, pak."

__ADS_1


" Akan kupastikan, kalian mendapatkan putri kalian kembali, Dan ingatlah aku tak pernah mengingkari janji."


Aldi membujuk Resha untuk pergi dari rumah itu, setidaknya kini mereka punya harapan besar pada Andika.


🌸🌸🌸🌸


" Aku tak mau tau, kalian harus menyerahkan anak itu, atau aku senduri yg mengantar anak itu pada orangtuanya!" Ucap Andika seperginya Resha dan Aldi.


Maura mendekat pada mertuanya, lalu beelutut dihadapannya.


" Tolong jangan sekejam ini pada kami, Pa. Maura mohon jangan pisahkan Maura dari Queenza." Ucapnya mengiba.


" Apa yg kau lakukan, Ra. Bangun sayang, Tak perlu sampai seperti ini!" Rendy membantu Istrinya untuk bangun, tapi ditolak oleh istrinya itu.


" Aku gak akan bangun, mas. sebelum Papa merubah keputusannya." Ucap Maura.


Andika masih bergeming, ia tak terpengaruh sedikitpun dengan rengekan sang menantu.


" Kau ingat, Maura. Kau pernah berjanji padaku? Kau takkan membiarkan satu orangpun mengetahui tentang bayi itu, Kau berjanji keberadaan anak itu tak akan mengusik dan membahayakan nama baik keluarga Pramudza, tapi apa sekarang? "


Maura diam. Mertuanya benar, ia pernah menjanjikan hal tersebut, tapi... ia juga sangat menyayangi anak itu.


Masih dengan berlutut sekali lagi ia mencoba memohon pada mertuanya. " Pa... aku akan melakukan apapun, tapi tolong jangan pisahkan aku dengan putriku."


Berulangkali ia memohon namun sepertinya hati sang mertua membatu, tak terpengaruh sekalipun. Tpi kini tangan mertuanya terulur merengkuh bahu miliknya mengajaknya berdiri.


Ada secercah harapan di benaknya melihat perlakuan mertuanya, Rendy bahkan tersenyum melihat pemandangan langka itu.


Apakah hati ayahnya terenyuh? apakah hati sang ayah yg beku itu mencair?


" Jadi kau tetap menginginkan anak pungut itu? " Tanyanya, Maura mengangguk sebagai jawaban. " Baik aku bisa mengabulkan keinginanmu itu!" Senyum Maura mengembang, baru saja ia ingin berterima kasih, Andika melanjutkan perkataannya lagi.

__ADS_1


" Aku bisa mengabulkan keinginanmu, tapi tinggalkan anak dan cucuku!"


__ADS_2