Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Dia, Cinta Pertama ku!


__ADS_3

Reihan mulai menggali informasi tentang Maya, ia mulai dari menyelidiki tentang keluarganya.


"Gadis itu berasal dari kota S, anak pertama dari dua bersaudara! Ayahnya sudah meninggal satu tahun yang lalu, ibunya bekerja serabutan. Dia merantau kekota ini, bekerja paruh waktu di club itu sebagai pelayan!" Reihan melaporkan informasi yang ia dapatkan tentang gadis bernama Maya yang sedang dicari sang Tuan muda.


"Paruh waktu? Apa gadis itu masih kuliah?" Tanya Raja.


"Saya rasa tidak! Tapi sepertinya dia punya pekerjaan tetap, Jadi dia melakukan pekerjaannya disiang hari dan bekerja di club malam harinya." Ucapnya lagi, membuat kening Raja mengernyit.


"Apa perkerjaan tetapnya?" Tanya Raja semakin penasaran.


"Dia.... bekerja disebuah butik, Tuan!" Ucap Reihan.


Deg. Jantung Raja berdenyut kencang, bayangan marah gadis pelayan butik itu, serta kejadian malam itu berputar-putar diotaknya. Apakah semua sama seperti yang ada dipikirannya?


"Lalu bagaimana penyelidikan tentang gadis kemarin? Apa kau mendapatkan informasi tentang gadis itu? Ataukah gadis itu..." Raja menatap Reihan, membuat pria itu mengangguk pelan tak mampu lagi menyangkal.


"Gadis kemarin itu... pelayan butik itu, adalah wanita yang yang sedang kita cari, Tuan!" Ucapnya, dari kemarin Rei langsung menyelidiki gadis itu, beruntung Rendy juga ikut andil dalam hal ini, pria paruh baya itu rupanya tak tinggal diam, ia bahkan menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari tau sedetail mungkin tentang gadis bernama Maya itu, hingga Rei bisa mendapatkan banyak informasi tentang gadis itu dalam waktu semalam saja.


Raja mengusap kasar wajahnya, sekarang ia tau mengapa gadis itu begitu marah, dan kini ia juga tau apa arti tatapan penuh amarah dari matanya.


"Nona Maya sudah bekerja dari setahun yang lalu di Butik milik kakaknya Inder, tapi baru beberapa bulan ini, ia juga bekerja sampingan diclub itu." Terang Rei.


"Kenapa dia bekerja sampingan? Apa gaji di butik tidak bisa memenuhi kebutuhannya?" Tanyanya dengan penasaran.


Reihan menggeleng. "Dari informasi yang saya dapatkan, Ayah Nona meninggalkan hutang yang cukup banyak! Dan dua bulan belakangan ini si penagih hutang hanya memberi sedikit waktu untuk melunasi hutang ayahnya, jadi nona terpaksa bekerja di club untuk mendapatkan tambahan uang!"


Raja menyandarkan kepalanya, "Kenapa hidupnya terdengar begitu menyedihkan!" gumamnya.


"Itu belum apa-apa Tuan, ada yang lebih menyedihkan!" Ucap Reihan membuat Raja menatapnya penuh rasa ingin tau.


"Orang yang dihutangi oleh ayah Nona Maya mengajukan syarat, Nona Maya harus mau dinikahi dan dijadikan istri keempat bila tidak bisa melunasi hutang ayahnya."


"Gila! Persyaratan macam apa itu?!" Geram Raja.


"Tapi itulah yang terjadi, Tuan. Nona Maya hanya diberi waktu sampai akhir bulan ini. Jika dia tak bisa melunasinya... tak hanya rumahnya, tapi Nona juga harus bersedia menjadi istri keempat!"


Raja menggeram di tempatnya, entah mengapa ia begitu marah mendengar semua penuturan Reihan.


"Cari tau siapa yang dihutangi ayahnya Maya, dan kapan tepatnya dia harus melunasi hutang itu!"


"Baik, Tuan!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Sementara itu dirumah bunda Resha, keromantisan pengantin baru masih berlanjut.


Queenza sedang membereskan semua pakaiannya kedalam koper, hari ini ia akan pulang kembali kekota. Sedari kemarin Maminya sudah menelponnya mengingatkan tentang resepsi yang akan digelar besok malam.


Gep. sebuah tangan melingkar diperutnya membuat bibirnya melengkung, ciuman-ciuman lembut sang suami di tengkuknya membuatnya meremang. "Inder, geli tau!" Protesnya saat sang suami tak berhenti menciuminya.


"Tapi suka kan?" Ucap Inder membuatnya memutar bola matanya. "Sebelum pulang aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!" Ucap inder lagi, kini bibirnya menyusuri leher jenjang sang istri.


"Kemana?" Tanya Za, berusaha lepas dari aksi suaminya.


"Rahasia dong! Pokoknya kamu ikut saja, ok!" Ucapnya lagi.


Za mengangguk, "Aku beresin ini dulu!" membuat Inder melepas pelukannya, beralih meraih pakaian yang sedang di pegangi istrinya.


"Sini biar kubantu." Ucapnya.


"Gak usah, ini udah mau selesai kok." Ucap Za membereskan pakaian terakhir di kopernya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Selepas sarapan, Inder mengajak Za kesuatu tempat! Tempat dimana ia bertemu dengan gadis itu untuk pertama kalinya.


Dengan mengendarai sepeda motor Inder mengajak gadis itu ketempat kenangan mereka.


Kening Za mengkerut ia menatap suaminya "Inder darimana kau tau tempat ini?" Tanyanya.


Za menggeleng, Ia kembali berbalik menatap pohon yang masih berdiri kokoh seperti sepuluh tahun yang lalu. "Tapi tempat ini mengingatkanku pada pemuda itu!" Gumam Za dalam hati. "Entah bagaimana kabarnya sekarang?" lanjutnya masih dalam hatinya.


Za tersenyum kecil mengingat kejadian itu, gep Inder memeluknya dari arah belakang menempatkan dagu diatas bahunya. "Kau sedang memikirkan apa?" Tanya Sang suami.


Za menggeleng, "Hanya saja aku merasa seperti bernostalgia melihat tempat ini."


Inder tersenyum. "Kau tau Za, dulu kakek dan nenekku juga tinggal didesa ini!" Ucapnya membuat gadis itu membalikkan badannya menatapnya tak percaya.


"Benarkah?"


Inder mengangguk. "Dulu setiap libur semester Bunda dan ayah pasti mengajakku liburan disini. Awalnya aku selalu menolak, karena kepikir tak ada yang menyenangkan disini, tapi sejak bertemu dengan dia... semuanya berubah, justru akulah yang selalu merengek supaya bisa menghabiskan waktu liburanku disini." Kenang Inder, matanya menerawang kejadian dimasa lalu itu seolah kembali terbayang saat ini.


"Dia? Dia siapa?" Tanya Za penasaran.


"Dia... Cinta pertamaku!" Ucap Inder, tanpa rasa bersalah.


Bibir Za mengerucut, "Jadi dia mengajakku kesini untuk mengenang cinta pertamanya? Tau begitu aku tidak akan mau ikut!" Rutuknya dalam hati.

__ADS_1


Inder sedikit kaget saat Za menghempaskan tangannya yang melingkar dipinggang gadis itu, kemudian melangkah pergi tanpa sepatah katapun. "Za, heii! Kau mau kemana, sayang?"


"Pulang, aku mendadak lelah!" Ucap Za.


"Kita pulang sebentar lagi, aku belum selesai bercerita." Ucap Inder, mencekal tangan Za.


"Aku sudah cukup mendengar cerita cinta pertamamu, jadi aku mengantuk, mau tidur!" Ujar Za lagi, mencari alasan.


"Dasar tidak peka, bagaimana bisa dia cerita tentang cinta pertamanya, pada istrinya sendiri? Sambil senyum-senyum gitu lagi!" Batin Za kesal.


"Sebentar lagi sayang! Biarkan aku bercerita sampai selesai." Bujuk Inder.


"Aku benar-benar lelah dan mengantuk Inder." Ucapnya menekankan di setiap katanya.


"Kemarilah, biarkan aku menyelesaikan ceritaku!" Bujuknya lagi.


Za mengalah dengan menghela napas ia menurut pada suaminya.


"Kau lihat pohon itu, Za? Seekor anak burung beserta sarangnya pernah jatuh darisana!" Ucap Inder melanjutkan ceritanya. meski dengan bibir yang masih cemberut Za mendengarkan cerita suaminya.


"Aku baru saja berniat untuk mengembalikan burung itu ketempatnya, lalu saat itulah dia datang." Ia tersenyum serta menjeda kalimatnya menunggu reaksi sang istri.


"Lalu dia datang, dan membantumu mengembalikan sarang itu, kalian saling pandang lalu saling jatuh cinta. uhhhh sungguh kisah yang romantis." Ujar Za emosi.


Inder tergelak mendengar ungkapan istrinya, Cup. Inder mengecup singkat bibir cemberut istrinya. "Kau pengarang yang hebat, Sayang! Tapi tidak seperti itu kejadiannya." Ucapnya, seraya memandang wajah sang istri.


"Lalu, memangnya apa yang terjadi?" Tanya Za malas.


"Karena yang terjadi adalah dia memarahiku, dan memakiku habis-habisan, karena dia pikir aku sengaja mengambil burung itu untuk dijadikan mainan! Kau tau sayang, dia bahkan menyebutku tidak berperasaan, huhhh benar-benar gadis yang menyebalkan!" Ucap Inder pura-pura kesal. "Tapi anehnya justru karena itu, aku jatuh hati hingga tak bisa melupakannya."


Kedua alis Za bertaut, keningnya berkerut, ia merasa dejavu dengan cerita suaminya. "Terus?" Tanya Za mulai penasaran, apakah yang ada dipikirannya benar? Apakah suaminya ini adalah pemuda yang sempat hadir di masa lalunya? Dan itu berarti diakah cinta pertama yang sedang suaminya ceritakan?


"Terus apalagi? Dia merasa malu saat Rega datang dan mengatakan kebenarannya. Lalu kami bertiga mengembalikan burung itu kepohon, tapi tangga yang kupijak patah hingga aku terjatuh, dan kau tau, Sayang. Apa yang gadis itu lakukan saat melihat aku terjatuh?" Tanya Inder seraya menatap istrinya, yang juga menatapnya.


"Apa?" Tanya Za, ia ingin meyakinkan diri bahwa apa yang ada pikirannya tidak salah.


"Bukannya berusaha menangkapku, dia malah mundur kebelakang dan membiarkan aku dan Rega terjatuh, Dan kau tau apa yang gadis itu katakan sebagai alasannya?" Tanya Inder lagi.


Za tersenyum, ia sudah yakin bahwa suaminya adalah lelaki itu. "Apa?" Ucap Za, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Inder tersenyum mendekatkan wajahnya pada sang istri. "Dia bilang kalau dia tidak akan bisa menahan berat tubuhku, dan jika dia juga terluka siapa yang akan mengobati kami." Ujar Inder. "Apa kau sudah ingat semuanya sekarang? Peri burungku!" Sambungnya.


Za menatap suaminya, lelaki ini sudah membuatnya menangis dan tersenyum bersamaan. Za menghambur kepelukan suaminya, ia tak pernah menyangka sedalam itu perasaan Inder padanya, dan kini takdir menyatukan mereka dengan cara yang paling indah.

__ADS_1


Satu Bab lagi done, ya😘😘


Mohon maaf belum bisa crazy upπŸ™


__ADS_2