Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Takdir Yang Sempurna


__ADS_3

Raja menyusul Za yang sudah lebih dahulu masuk ke Villa. "Kau baik-baik saja, kan? Apa mereka menyakitimu?" Tanyanya khawatir.


Queenza menggeleng, "Al, tolong antar Queen kekamarnya!" Titahnya begitu melihat dua wanita masuk kedalam Villa, ia tak mau kehadiran dua wanita itu.


"Bukankah aku sudah memperingatkanmu, agar tidak muncul dihadapanku!" Ucapnya dingin.


Raisa meraih tangan lelaki yang sangat dicintainya itu. "Ja... kumohon maafkan aku! Kau boleh melakukan apapun padaku, tapi tolong jangan menyuruhku untuk menjauh darimu." Ucap Raisa, sembari menangis tersedu.


Dulu... airmata adalah senjata ampuh yang selalu bisa ia andalkan, semarah apapun Raja padanya lelaki itu akan luluh begitu melihatnya menangis. Tapi sekarang, sepertinya semua sudah tak berlaku lagi, karena... alih-alih merengkuhnya dalam pelukan Raja justru menepis tangannya.


"Berikan mereka kamar untuk tidur, Rei! Dan pastikan mereka sudah pergi sebelum hari menjadi terang!" Ujar Raja, kemudian melangkah pergi meninggalkan mereka.


"Raja... Raja kumohon dengarkan dulu penjelasanku."


Raisa meruntuki dirinya sendiri, sungguh ia sangat menyesal karena begitu mudah percaya pada apa yang dikatakan Friska.


Sementara Alika mengantar sepupunya itu ke kamarnya, ia mendudukkan Za di ranjang tidurnya.


"Istirahatlah, Za!" Ucapnya.


Za menurut, langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Ia meninggalkan Za begitu melihat gadis itu memejamkan matanya, ia tau sepupunya butuh waktu untuk sendiri.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Za membuka matanya begitu mendengar suara pintu kamarnya di tutup. Ia bangun lalu berjalan menuju balkon untuk menghirup udara segar.


Di bawah sana ada inder, dan juga Rega yang tengah berbincang, tak sengaja pria itu mendongak hingga menyadari keberadaannya.


Ting.


Notifikasi pesan di ponselnya membuatnya bergerak malas mengambil ponsel yang tak ia sentuh sedari siang tadi.


Inder: Za are you ok?


Ia tersenyum melihat pesan dari lelaki itu, tapi dia tak berniat membalasnya. Pesan yang tak terbalas itu berujung pada sebuah panggilan di benda pipih itu.

__ADS_1


Za menjawab telpon itu sembari melangkah kembali ke balkon.


"Aku baik-baik saja Inder!" Ucapnya menjawab pertanyaan pria itu. ia menatap pria dibawah sana yang juga tengah menatap kearahnya.


"Kalau begitu istirahatlah, dan jangan pikirkan apapun, percayalah semua akan baik-baik saja." Ucap Pria itu dengan lembut.


Ia menutup telpon itu, Pandangan mereka masih saling terkunci, Inder melempar senyum yang mampu membuat bibirnya ikut melengkung.


Inder, lelaki itu selalu mampu membuatnya merasa lebih baik, ia menghela nafas panjang melangkah kembali menuju ranjang tidurnya..Merebahkan diri berharap rasa lelah segera membawanya ke alam mimpi, namun begitu ia memejamkan mata kejadian tadi justru kembali terbayang, teriakan-teriakan marah para warga seolah berdengung kembali di telinganya membuatnya kembali membuka matanya.


"Dibuang sejak bayi, dipisahkan dari keluarga, dianggap pembawa sial, dan sekarang di cap sebagai simpanan sekaligus pelakor. Tuhan... sungguh, kau memberiku sebuah takdir yang sempurna."


Airmata yang sedari tadi ditahannya tumpah diiringi isakan lirih yang menyayat hati. "Apa bahagia tak tertulis di takdirku? Tuhan... Aku sudah lelah." Gumamnya.


Suara pintu yang kembali terbuka membuatnya menggigit bibir kuat, menahan isakan agar tak lolos dari bibirnya.


"Queen.. .maafkan Kakak, tak seharusnya kau mengalami semua ini. Tapi kau tak perlu khawatir semua masalahnya sudah selesai, warga desa tidak akan berani berpikir buruk lagi tentangmu." Ucap Raja.


Queenza masih bergeming, hatinya masih kecewa pada sang kakak. Seandainya is tau Raja sudah bertunangan, ia akan minta dikenalkan dengan tunangan Kakaknya itu dan semua Kesalahfahaman ini tak akan terjadi.


Za merasakan seseorang duduk di sisi ranjangnya dan mengelus rambutnya.


Za masih membisu, Raja menghela nafasnya."Kau benar-benar marah rupanya. Baiklah, kakak tidak akan memaksamu." Keluh Raja lagi, membuat gadis itu bangun dari posisinya.


Kini ia duduk berhadapan dengan Kakaknya, "Aku tidak marah, mungkin aku hanya sedikit kecewa." Ucapnya. Senyum terbit dari bibir Raja ia tau adiknya sedang merajuk, diraihnya tubuh sang adik dalam dekapan. "Maaf!" Ucapnya.


"Kenapa Kakak tak pernah bicara tentang tunangan kakak padaku?" Tanyanya datar.


"Karena kakak memang tak pernah bertunangan." Jawabnya enteng.


Za menatap kakaknya dalam, ada tanda tanya besar dalam tatapannya.


Raja terkekeh, "Baiklah...baiklah, Raisa memang pacar kakak tapi kami tak pernah bertunangan."


"Kakak pacaran dengannya lebih dari lima tahun, tapi dia adalah wanita yang sangat mengagungkan kariernya" Raja menghela nafasnya sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. "Berulang kali kakak melamarnya tapi berulang kali juga kakak ditolak."

__ADS_1


Za menatap penuh iba pada kakaknya.


"Hei... jangan menatapku seperti itu. Kau tau Queen? Bahkan sebelum kembali ke Indonesia, kakak memintanya untuk ikut tapi dia yang tidak mau."


"Lalu kenapa tak pernah bicara tentang dia padaku?"


"Untuk apa?"


"Kakak ketika kau sudah ada pendamping dihidupmu, itu berarti ada hati yang harus kau jaga." Ucapnya. "Seandainya kami berdua saling di kenalkan, mungkin semua Kesalahfahaman ini tak akan pernah terjadi."


"Queen, begitu kakak menginjakkan kaki di negara ini, yang ada dipikiran kakak hanya dirimu!" Ucap Raja membuat Za menatap lelaki itu.


"Bagaimana caranya menemukanmu, dan membawamu kembali kerumah! Sungguh kakak tak pernah bermaksud menyembunyikan apapun darimu, hanya saja begitu menemukanmu duniaku seperti berpusat padamu, dan aku melupakan yang lainnya." Lanjut lelaki itu membuatnya terenyuh.


"Tapi sikapmu padaku membuat semua orang salah faham, Kakak mungkin memang tak seharusnya aku kembali hadir dalam hidupmu." Ucapnya yang membuat Raja menariknya dalam pelukan.


"Aku sangat menyayangimu, Queen. Dan aku tak mau kehilangan untuk kedua kalinya, jadi kumohon tetaplah di sampingku."


"Mami dan Papi sudah tau kebenarannya, mereka sangat ingin bertemu denganmu. Sebentar lagi kita akan bersama seperti dulu lagi, Aku, kau dan juga Mami dan Papi. Kita akan bahagia lagi jadi to long jangan pernah berpikir untuk pergi dariku lagi!"


" Kumohon, tetaplah bersamaku!"


Hai...hai...hai, apa kabar semuanya๐Ÿ˜Š


Alhamdulillah ya, akhirnya udah sampai dibab ini๐Ÿ˜Š itu berarti bab selanjutnya adalah bab baru yang gak ada di novelku sebelumnya, Cinta Tak Pernah Salah.


Alhamdulillah banget, bisa menyelesaikan semua bab yang kupublish ulang.


Yang pernah mampir di CTPS mungkin akan merasa kalau ceritanya sedikit berubah! Ya dari isinya emang sedikit berbeda ada bab yang mungkin hilang dan ada beberapa bab yang juga ditambahkan tapi secara keseluruhan cerita masih tetep sama kok.


Makasih banget untuk semua dukungan kalian selama ini๐Ÿ˜˜ berkat dukungan kalian aku bisa terus semangat untuk terus menulis hingga akhirnya bisa menyelesaikan sampai bab ini๐Ÿ™


Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk kalian yang sudah bersedia mampir, like dan komen di karya remahanku๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Dan buat yang pernah mampir di Cinta Tak Pernah Salah, Ayok sini mampir lagi biar bisa lanjutin kawal kisahnya Za sama babang Inder dan juga Kak Raja, Nanti juga ada babnya si unyu Rega, Alika, Reihan dan juga kisahnya Ivana.

__ADS_1


Pokoknya makasih sekali lagi untuk kalian semua dan Maaf kalau masih banyak kekurangan.๐Ÿ™๐Ÿ™


Lov U All๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2