Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Sarapan.


__ADS_3

Queenza


Ia terbangun saat hari sudah gelap, sepertinya ia ketiduran setelah menangis tadi.


Setelah pulang sore tadi ia mengurung diri di kamarnya, menumpahkan segala emosinya lewat tangisan.


Ia sadar sebenarnya tak ada gunanya dia terus meratapi nasibnya yang malang, tapi entah mengapa rasanya masih begitu sakit saat ia harus berhadapan dengan orang-orang dari masa lalunya. Ia segera beranjak bergegas membersihkan diri, sebentar lagi waktunya makan malam, ia harus menyiapkan makanan untuk Inder.


Ia segera keluar dari kamarnya, baru saja dia membuka pintu kamarnya Inder sudah berdiri di depannya dengan raut wajah khawatir.


"Kau sudah merasa baikan, Za?"


Ia mengangguk, "Astagaa sejak kapan dia disitu?" Ia cukup terharu, selama ini tak pernah ada yang memperhatikannya selain Alika, bahkan Bundanya sekalipun tak pernah mengkhawatirkannya seperti itu.


"Aku baik-baik saja, kenapa kau harus sekhawatir itu huh? Kau pikir aku kenapa?" Jawabnya disertai tawa kecil.


"Kau masuk kerumah tanpa berkata apapun, bahkan setelah itu kau mengunci kamarmu, bagaimana aku tidak khawatir." Ucap Inder lagi.


"Emmhhh itu... aku hanya lelah dan aku ketiduran tadi, maaf ya jadi membuatmu khawatir." Ucapnya lagi berbohong. "Ayo aku akan membuatkanmu sesuatu untuk makan malam kita." Sambungnya lagi, sambil hendak melangkah pergi, namun Inder meraih tangannya menghentikan langkahnya.


"Kau tidak pandai berbohong, Za." Ucap Inder, mereka saling menatap. "Apa karena perlakuan Friska yang membuatmu sedih seperti ini?" Tanya Inder lagi.


Ia menggeleng "Bukan.... Inder sungguh tadi aku hanya lelah jadi..."


"Aku tidak akan memaksa jika kau tak ingin bercerita, tapi...percaya padaku, mulai saat ini tak akan aku biarkan seorangpun membuatmu menangis lagi! Aku berjanji padamu." Ucap Inder sungguh-sungguh.


Ada rasa haru di hati Queenza, "Terima kasih, Inder. Tapi sungguh, aku baik-baik saja " Ucapnya. "Terima kasih Tuhan, saat semua orang melupakanku kau menghadirkan dia disampingku."Batin Queenza.


🌺🌺🌺


Esok paginya.


Queenza baru saja menata piring berisi nasi goreng buatannya di meja, saat Inder turun dari tangga. "Wahh wangi banget." Ucapnya sambil berjalan mendekat.


"Duduklah Inder ayo kita sarapan." Ucap Za, Inder menurutinya, "Aku buatkan Nasi goreng telur untuk sarapan kita."

__ADS_1


"Kayaknya enak nih." Ujar Inder, "Aku coba ya." Ucapnya lagi, Za mengangguk. Inder tersenyum melihat Za yang kini duduk dihadapannya menopang dagu, menunggunya mengoreksi masakannnya.


Sepertinya gadis dihadapannya ini sudah baik-baik saja, dan itu membuatnya lega. "Enak." Ucapnya membuat bibir gadis itu mengembang sempurna.


"Syukurlah kalau kau menyukainya." Ucap Queenza. "Oh ya, mas Rega kenapa belum ngirimin jadwalmu untuk hari ini, ya? biasanya dia mengirimnya malam. apa kamu gak ada jadwal syuting?"


"Hari ini kamu libur."


"Apa?" Tanyanya heran.


"Aku sudah minta Rega menemaniku hari ini, Kamu istrahat aja." Jawab Inder sembari mengunyah makanannya.


"Kenapa?" Tanya Queenza.


"Kenapa apanya?" balik bertanya.


"Kenapa aku libur, Inder... aku sudah baik-baik saja, kemarin itu..."


"Kau hanya lelah, Benar? Dari itu kau harus istirahat! aku memberikanmu libur satu hari ini."


"Tolong jangan terlalu baik padaku, aku takut tak bisa membalasnya." Lanjut gadis itu.


Hening... tak ada jawaban dari Inder, Bi irah yang seolah mengerti segera beranjak meninggalkan dapur memberikan ruang untuk mereka berbicara.


Inder meletakkan sendoknya, kemudian beranjak dari kursinya.


"Apa dia marah?" Batin Queenza. "Inder kau mau kemana? Sarapanmu belum habis." Ucapnya sembari ikut beranjak juga.


"Aku sudah tidak berselera!" Jawab Inder, seraya melangkah pergi meninggalkan meja makan.


Za mengikutinya, menarik tangannya saat ia hendak keluar dari rumah. "Kau marah padaku? Apa kau tersinggung dengan perkataanku?"


Inder menoleh menatap pemilik wajah cantik di depannya dalam, "Aku tak suka dengan kata-katamu barusan."


"Dia benar-benar marah ya?" Batin Queenza.

__ADS_1


"Maaf." Ucap Queenza. "Aku tak bermaksud membuatmu marah." Ucapnya lembut.


"Za." Ucap inder membuatnya mendongak menatap wajah meneduhkan itu, "Kita ini sahabat kan?" Ucap lelaki itu lagi, Za mengangguk. "Kalau begitu jangan pernah lagi berkata seperti tadi, itu sangat menyakitkan untukku, itu sama saja kau menganggapku orang asing." Queenza mengangguk lagi "Jika kau ingin membalasku lakukan satu hal."


"Apa itu?" Tanya Za antusias.


"Tersenyumlah! Bahagialah. Hanya itu yang ku minta." Ucap Inder lagi, membuat setes airmata mengalir di wajah gadis itu karena terharu. "Hei... aku menyuruhmu tersenyum, kenapa kau malah menangis."


"Bodoh, aku menangis karena terharu dengan kata-katamu." Ucap, Za. Sembari menghapus airmatanya.


"Wahhh kau sudah berani mengataiku bodoh, sepertinya kau banyak terkontaminasi Rega." Goda Inder, yang membuat gadis itu melengkungkan bibirnya. "Nah begitu baru benar! Kau terlihat cantik kalau tersenyum begitu."


"Terima kasih, Inder. Aku sangat bersyukur Tuhan mempertemukanku denganmu." Ucap Za tulus.


"Sekarang kau yang membuatku terharu, sampai aku merasa ingin memelukmu." Goda Inder. membuat Queenza membesarkan bola matanya.


"Inder!" Pekiknya.


"Apa kau tidak mau memelukku?"


Queenza menggeleng,"Tidak mau." Ucapnya seraya mundur selangkah, membuat Imder makin bersemangat menggoda gadis itu.


"Ayolah, Semua wanita rela berdesakan untuk menjabat tanganku, masa kau tak mau ku peluk?"


"Kalau begitu, peluk saja wanita lain!"


"Tapi aku ingin memelukmu." Katanya lagi. melipat bibirnya menahan tawa.


"Inder berhenti menggodaku, itu tidak lucu." Ujarnya mengerucutkan bibirnya, merasa di kerjai atasannya.


"Mengapa menggodamu begitu menyenangkan, Za? Dan bibir itu.... ya Tuhan kenapa terlihat begitu menggemaskan saat dia cemberut seperti itu."


Inder melangkah mendekati Queenza, matanya tak lepas dari bibir ranum milik gadis itu, "Inder..." Ucap Queenza, dia begitu asing melihat tatapan dari lelaki itu, "I...Inder.." Pekiknya ketika pria itu mendongakkan wajahnya, pria itu mendekatkan wajahnya mengikis jarak diantara mereka, semakin dekat.....semakin dekat..... Hingga akhirnya.


"Ekheeemmmm"

__ADS_1


__ADS_2