
Rendy
Pria itu terus memanggil-manggil putranya, yg pergi dengan marah, namun tak digubris.
Putranya itu terus melajukan motornya dengan cepat.
Ia tau sedari tadi putranya mengikutinya secara diam-diam, sengaja ia biarkan agar putranya tau tentang kebenaran ini.
Harapannya satu, sang putra bisa membujuk Papanya sama seperti saat Queenza pertama kali di bawa kerumahnya.
Ia bahkan dengan sengaja menyuruh Reno berjaga di luar, dan menunggu kedatangan Raja.
Namun kini ia menyesal, ia lupa watak sang putra mewarisi sifat keras kepala dirinya.
Ia lupa kalau putranya itu bisa melakukan apapun tanpa mau mendengarkan penjelasannya.
" Papa lihat! Semarah apa Raja! Harusnya Papa bisa menilai, sesayang apa dia pada adiknya!" Serunya pada sang ayah. " Apa Papa masih bersikeras memisahkan mereka?"
Andika diam, ia masih tetap tenang tak bergeming sedikitpun.
" Ayo Reno! Kita harus mengejar Raja, Aku takut ia akan berbuat nekat!"
Ia pergi tanpa pamit pada papanya itu, ia terlalu kecewa. Dan sekarang ia menuju rumah, memastikan putranya itu tidak melakukan hal yg tak diinginkan.
Namun ditengah perjalanan, Maura menelponnya dari suaranya terdengar panik.
" Mas, Queenza gak ada disekolah. " Ucapnya begitu telpon ia angkat. " Gurunya bilang kakaknya yg jemput dan bilang ada kepentingan keluarga, tapi gak mungkin kan mas? Raja kan sedang sekolah jam segini."
Rendy menghela nafas sebelum menjawab Maura, apa yg takutkan terjadi Raja benar-benar berbuat nekat.
" Kamu tenang dulu ya, Ra. Aku segera pulang! " Ucapnya lalu menutup telpon itu.
Ia memijit keningnya yg terasa sakit, " Reno, sebar anak buah kita untuk mencari Raja dan Queenza! Pastikan mereka di temukan sebelum malam tiba! " Titahnya.
đşđşđş
Malam sudah merangkak larut, Queenza dan Raja masih belum ditemukan membuatnya frustasi, ditambah dengan Maura yg tak berhenti menangis.
" Dia sangat menyayangi adiknya, dia pasti tidak mau dipisahkan dengannya, makannya dia bawa kabur Queenza." Ucap Maura disela tangisnya. Ia sudah mendengar semua ceritanya dari suaminya.
" Kita akan menemukan mereka, kamu tenang dulu ya!" Ucapnya menenangkan.
" Gimana aku bisa tenang, Mas! Seandainya kamu tidak menyetujui keputusan papamu, ini tidak akan terjadi! Raja tidak akan membawa kabur Queenza! Kamu bilang mau cari jalan terbaik untuk kita, tapi kamu malah setuju untuk menyerahkannya pada mereka. " Teriaknya Marah, ia benar- benar kecewa pada suaminya itu.
__ADS_1
" Ra..Aku tak bermaksud begitu."
" Aku gak perduli, apa alasanmu melakukannya, Mas! Tapi sekarang bukan hanya aku yg kecewa padamu, Raja juga pasti sangat kecewa padamu."
Baru saja Rendy ingin kembali menjelaskan pada istrinya, Keributan di luar rumah membuatnya mengurungkan niatnya dan melangkahkan kakinya menuju sumber keributan dengan Maura yg mengekor di belakangnya.
" Lepaskan aku brengsek! "
Ia mendengar suara itu dengan jelas, itu suara putranya, membuatnya mempercepat langkahnya.
Dan Mata mereka membelalak kaget, saat melihat putra semata wayangnya keluar dari mobil dengan tangan yg di cengkram oleh dua bodyguard Papanya.
" Beraninya kalian perlakukan putraku seperti ini! " Geramnya marah. " Maaf, Tuan. Kami hanya menjalankan perintah tuan besar! " Ucap salahsatu bodyguard itu membela diri.
" Lepaskan putraku sekarang juga! kalau kalian masih ingin hidup!" Geramnya.
Kedua bodyguard itu melepas Raja. " Tugas kami sudah selesai, kami permisi tuan."
Maura memeluk putranya begitu kedua bodyguard itu melepasnya. " Apa kamu terluka, Nak. Mami sangat khawatir padamu." Ucapnya .
" Aku baik-baik saja, Mi. tapi maaf aku harus pergi. " Ucap Raja, yg lalu melepas pelukan Maminya dan berjalan menuju garasi rumah.
Rendy dan Maura mengikuti putranya.
" Kamu mau kemana? ini sudah malam, Nak! Kamu harus istirahat dan..." Kata-kata maura menggantung, ia baru menyadari sesuatu.
" Itulah sebabnya aku harus pergi, Mi! Kakek membawa Queenza, dan aku harus menyelamatkannya sebelum..."
" Kalau begitu,Mami ikut denganmu! "
đşđşđş
Andika
Pria paruhbaya itu langsung menyuruh anak buahnya untuk mengejar Raja, sesaat setelah kepergian Rendy.
Ia tau watak cucunya itu, ia yakin Raja akan menjemput anak itu kesekolahnya. Namun terlambat, anak buahnya melapor kalau Raja sudah tak ada disana. Ia perintahkan orang-orangnya untuk menyebar, dan menemukan cucunya sebelum anak buah putranya menemukannya duluan.
Ia baru akan pergi, namun suara Resha membuatnya menghentikannya.
" Pak Andika. "
Ia tahu benar apa yg ingin dikatakan wanita itu, " Jangan khawatir, tak ada sesuatu apapun yg bisa merubah keputusanku. Aku pastikan akan membawa anak itu pada kalian secepatnya." Ucapnya lalu pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Dia kembali kekantor, hingga menjelang larut malam sebuah telpon yg di tunggunya tiba.
" Kami menemukannya, Tuan. Di taman kota!" Ucap suara si sebrang telpon.
" Bagus! Awasi mereka terus, jangan lakukan apapun sebelum aku datang!" Tutahnya, lalu menutup telpon itu, dan bergerak untuk menuju tempat yg disebutkan anak buahnya tadi.
đşđş
Andika sampai di tempat itu, ia melihat keduanya saling berpelukan. Bukan! lebih tepatnya ia melihat Raja memeluk Queenza dengan erat. Terenyuh? tidak! Ia tak akan menarik keputusannya, keadaan ini justru membuatnya makin ingin menjauhkan anak itu dari cucunya.
" Raja! "
panggilannnya membuat mereka menoleh.
Raja segera bangun dari duduknya, yg diikuti Queenza yg melakukan hal sama.
Remaja itu mengenggam erat tangan adiknya, memposisikannya di belakang punggungnya, melindunginya.
" Kakek gak boleh bawa adikku! " geramnya, sembari menatap tajam sang kakek.
Ia bisa merasakan Queenza mengeratkan genggaman tangannya membuatnya menyadari adiknya itu merasa ketakutan.
" Aku hanya ingin mengembalikannya pada orangtuanya, mengembalikannnya ketempat seharusnya ia berada! Apa yg salah dengan itu? "
" Tidak!! Dia adikku, mereka tak berhak atas dirinya." Sanggah Raja lagi.
Queenza merasa bingung atas perdebatan ini, apa definisi 'mengembalikan' yg di maksud kakeknya? Dan siapa yg di maksud dengan mereka yg di sebut kedua orang ini? Dan sebelum ia menemukan jawaban dari pertanyaannya, tangannya sudah ditarik dari arah belakang membuatnya memekik keras memanggil nama kakaknya.
" Kakak.." Pekiknya. Dengan tangan yg seketika terlepas dari genggaman kakaknya.
Raja langsung mengalihkan perhatiannya pada sang adik, berusaha untuk kembali meraih tangan adiknya lagi.
Terlambat! Tangannya kini juga di pegangi erat oleh dua bodyguard suruhan kakeknya tanpa ia sadari.
Kini ia mengerti kakeknya sengaja mengajaknya bicara hanya untuk membuatnya lengah.
" Lepaskan aku. " Teriaknya penuh emosi.
" Bawa anak itu ke mobil! " Titah Andika tegas. pada bodyguard yg memegangi gadis kecil itu.
" Kakak... aku takut... kakak tolong aku.." Queenza masih berusaha meminta pertolongan Raja, membuat remaja itu memohon pada kakeknya.
" Kakek jangan bawa dia! kumohon kek, jangan sakiti adikku." Rengeknya.
__ADS_1
" Antar cucuku kembali kerumahnya, pastikan ia sampai kesana dengan selamat." Ucap Andika tanpa perduli rengekan Raja yg kini mulai meronta, berontak.
" Lepaskan aku.... Brengsek kalian semua, lepaskan aku..." Teriaknya. Sekuat tenaga ia berusaha namun sia-sia, dua bodyguard itu bukanlah tandingannnya.