
Inder bermaksud untuk kembali menemui istrinya, tadi ia harus menemui salah satu pegawainya karena ada dokumen yang harus ia tandatangani segera.
Langkahnya terhenti melihat sang Istri berjalan entah akan pergi kemana, ia segera melanjutkan langkah untuk menyusul Za.
Ia harus berhenti beberapa kali hanya sekedar untuk memenuhi permintaan selfi dari para tamu. Dan matanya membelalak saat melihat Za sudah terjatuh dikolam renang hotelnya.
Byuuurrr, ia menceburkan dirinya meraih tubuh Za dan membawanya ke darat, dengan dibantu oleh Raja.
"Za! Sayang... bangunlah!" Ia terus memanggil nama Za seraya menepuk pelan pipi istrinya itu, Tapi tak ada respon.
Ia melakukan Cpr, sebagai pertolongan pertama. Namun, Za masih tak merespon. Hingga akhirnya ia Mendongakkan kepala istrinya dan mulai memberikan napas buatan.
"Uhuk...uhuk!" Setelah dua kali menyalurkan pernapasan buatan akhirnya Za mulai tersadar membuatnya bisa bernapas lega, dan segera memeluk tubuh istrinya.
"Syukurlah kau selamat!" Ucapnya Lega, seraya memeluk Za.
"Dinginnn...dingin Inder!" Keluh sang Istri sebelum akhirnya kembali terkulai tak sadarkan diri.
"Za! Sayang!" Pekik Inder panik. "Bangun, Sayang!"
"Sebaiknya kita bawa Queen kerumah sakit!" Ujar Raja.
Mereka membawa Za kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
đşđşđşđş
Sementara itu Friska menggeram kesal di mobilnya, "Kenapa jadi begini?!" Teriaknya kesal. "Harusnya Raja yang menolongnya! Kenapa Inder bisa tiba-tiba datang?!" Geramnya frustasi.
"Ahhhh brengsek! Kenapa semua rencanaku selalu gagal!"
"Kenapa dia tidak mati tenggelam saja sekalian!!"
Friska terus meluapkan emosinya, tangannnya memukul stir berulang kali.
Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Besok giliranmu! Lakukan apapun yang bisa membuat mereka terpisah!" Ucapnya pada seseorang disebrang telepon.
đşđşđşđşđş
__ADS_1
Kembali kerumah sakit, Kegelisahan sangat terlihat disana. Inder bersama Rega, Alika, Maya, dan Raja menunggu dengan penuh rasa khawatir, Inder bahkan tak perduli dengan pakaiannya yang basah, sudah hampir satu jam dokter memeriksa Za tapi masih belum ada tanda mereka akan keluar.
"Bagaimana keadaan, Queen?" Tanya Mami Maura yang baru sampai bersama Papi dan Orang tua Inder.
"Dokter masih memeriksanya, Mi!" Jawab Raja.
"Kenapa Za bisa jatuh ke kolam? Bukankah dia bersama kalian?" Tanya Bunda Arini.
"Iya, Za bersama kami, tapi dia pamit karena Friska bilang Inder memanggilnya untuk dikenalkan pada temannya." Jelas Alika membuat Inder menatap gadis itu.
"Aku?" Tanyanya. "Kapan aku memanggil Za? Aku tidak memanggilnya, aku justru menyuruh pelayan menyampaikan pesan padanya kalau aku harus keluar sebentar."
Dan jawaban Inder membuat semua orang saling berpandangan. "Apa mungkin ini rencana Friska?" Cetus Alika.
"Ini sudah keterlaluan! Aku akan memberinya pelajaran kalau sampai dia dalang dibalik kejadian ini!" Geram Raja.
"Papi yang akan turun tangan sendiri kalau dia terbukti bersalah!" Timpal Papi Rendy. "Dia sudah mencoba melukai Queen." Sambungnya.
"Kita urus itu nanti, sekarang kita pokus pada keadaan Za." Ucap Ayah Rangga.
Pintu ruangan yang terbuka membuat semua orang mengalihkan perhatian.
"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" Tanya Inder pada dokter yang baru saja keluar.
Ucapan dokter membuat semua orang tertegun beberapa saat. "Kandungannya? Maksud Dokter istri saya..."
"Oh, sepertinya Anda belum mengetahuinya! Istri Anda sedang hamil, kemungkinan baru beberapa minggu, tapi untuk lebih jelasnya kami akan mendatangkan Dokter spesialis kandungan untuk memeriksanya."
"Istri Saya hamil, Dok?" Tanya Inder sumringah.
"Iya, Tuan. Selamat! Sebentar lagi Anda akan menjadi ayah!" Ucap dokter sembari mengulurkan tangan.
"Terima kasih, Dokter!"
"Kami akan kembali memeriksa pasien setelah pasien sadar, kalau begitu saya permisi dulu!"
"Silahkan Dokter, sekali lagi terima kasih!" Ucap Papi Rendy.
"Selamat ya, Sayang. Sebentar lagi kamu akan jadi seorang ayah!" Ucap Mami Maura.
__ADS_1
"Makasih, Mam!"
"Selamat ya, Nak! Bunda bahagia sekali sebentar lagi Bunda akan segera menimang cucu kedua Bunda." Ujar Bunda Arini.
"Makasih, Bun!"
"Selamat ya, Inder! Kamu punya tanggung jawab yang jauh lebih besar sekarang, jaga menantu dan calon Cucu Ayah dengan baik." Pesan Ayah Rangga, yang Ia angguki dengan senyuman merekah.
"Selamat Inder, Kau akan segera jadi seorang ayah sekarang. Tolong jaga putri, dan calon cucu Papi." Timpal Papi Rendy.
"Iya, Pi. Inder akan menjaga Za dengan baik." Jawabnya.
"Selamat ya, Bro! Wihh gak nyangka lo tokcer juga!" Seru Rega, membuat semua tertawa.
"Tanks, Bro! Makannya buruan nyusul, biar ketahuan lo tokcer atau enggak." Goda Inder.
"Sepertinya masih jauh untuk itu! Lagipula gue masih nunggu wanita yang tepat buat gue ajak nikah!" Ucap Rega.
"Umur lo udah lebih dari setengah abad, mau nunggu sampe kapan? Nyari cewek yang tepat mulu alasannya!"
"Sebenarnya sudah ada sih, tapi sepertinya ceweknya masih ragu sama gue." Ucap Rega lagi sembari menatap Alika dengan senyum penuh Arti.
Alika melengos lebih memilih untuk menjabat tangan Inder dan mengucapkan selamat padanya. "Selamat ya, Inder! Jaga sepupuku dengan baik!" Ucapnya.
"Tentu! Terima kasih Al."
"Selamat ya, Inder." Ucap Maya. "Aku turut bahagia."
"Terima kasih, May!" Ucapnya.
Kini hanya tersisa Raja yang belum memberi ucapan selamat padanya, tapi tak apa, ia juga tak mengharapkan apapun dari mantan rivalnya itu. Namun, tanpa disangka Raja mengulurkan tangannya.
"Selamat!" Ucapnya. "Aku turut berbahagia, jaga adikku dengan baik."
"Terima kasih." Jawabnya singkat.
đşđşđşđş
Inder memasuki kamar rawat istrinya, ia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang selalu tersedia dimobilnya untuk keperluan syuting.
__ADS_1
Inder membelai lembut wajah sang istri yang masih terlelap, Cup. ia mengecup kening Za.
"Terima kasih, Sayang. Sudah memberikan kebahagiaan sempurna untukku."