Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Persiapan Pesta


__ADS_3

Raja dan Maya sampai lebih dahulu di tempat mereka janjian dengan Za. Sebuah cafe kekinian menjadi pilihan mereka untuk membahas rencana kejutan untuk sang Mami.


Senyum tersungging dibibir Raja saat melihat sang adik datang bersama Alika. Ia beranjak menyambut Za. "Bagaimana kabarmu?" Tanya Raja seraya memeluk adiknya itu.


"Aku sangat baik!" Ucap Za. "Sudah lama kita tidak bertemu, ya kak!" Lanjutnya.


"Iya, sepertinya Inder mengurusmu dengan sangat baik, hingga kau tak punya kesempatan untuk sekedar mengeluh padaku." Ucap Raja sembari tertawa.


Za tertawa kecil. "Dia memang mengurusku sangat baik, jadi kau sudah tak perlu mengkhawatirkan aku lagi."


Raja mengangguk pelan, ia mengalihkan perhatiannya pada Alika. "Dan bagaimana kabarmu, Al?"


"Aku baik kak!" Jawab Alika.


"Ya sudah, ayo! Maya sudah menunggu kalian!"


Raja berjalan menuju meja mereka sembari merangkul Za, dan itu cukup untuk menghadirkan rasa sesak dihati Maya, tapi Maya tetap berusaha tersenyum, apa yang bisa ia lakukan, protes? Ia bahkan merasa tak mempunyai hak untuk sekedar mengeluh karena ia cukup tau diri atas dasar apa hubungannya dengan Raja bisa terjalin.


"Maaf, membuat kalian menunggu lama." Ucap Za. tersenyum ramah.


"Tidak apa-apa, kami juga baru sampai kok." Ucap Maya sembari melengkungkan bibirnya.


"Apa kalian belum pesan makanan, bagaimana kalau kita makan dulu, aku merasa sangat lapar!" Pinta Za, yang diangguki Raja dan Maya tapi tidak dengan Alika yang menatap Za tak percaya.


"Bukankah sebelum kesini kau sudah makan, Za? Kau bahkan makan banyak tadi."


"Entahlah, tapi aku sudah merasa lapar lagi." Ucap Za sembari tertawa kecil. "Entah kenapa beberapa hari ini aku sangat mudah lapar dan kelelahan." Akunya.


"Mungkin kau terlalu banyak kegiatan, Queen! Tak apa, pesan apapun yang kau mau! Apa kau mau nasi goreng seafood? Nasi goreng seafood disini cukup enak, lho!" Ujar Raja.


Za menggeleng, "Aku baru makan nasi goreng sosis tadi." Tolaknya.


Raja mengangkat tangannya memanggil pelayan cafe itu, dengan segera salah satu pelayan mendekat dan memberikan buku menu dengan sopan.


"Pesan apapun yang kau inginkan!" Titah Raja, Za mulai melihat berbagai menu menggoda di buku itu.


"Aku mau spaghetti lada hitam, dimsum dan nachos." Ucap Za yang segera dicatat oleh pelayan cafe itu.


"Ada lagi, Nona?"

__ADS_1


"Aku juga mau sushi, dan burger hitam, untuk dessertnya aku mau patbingsoo, dan hot chocolate juga." Ucap Za membuat semua menatapnya heran.


"Ada lagi?" Tanya sang pelayan.


"Sudah cukup itu saja, kau mau pesan apa Al?" Tanyanya pada Alika yang masih ternganga menatapnya.


"Emmm Aku jus alpukat saja, aku masih kenyang." Ujar Alika.


"Kau mau pesan apa, May?" Tanya Raja.


"Aku... juga minum saja, Ice cofee sepertinya enak!"


"Aku juga Ice cofee saja!" Ujar Raja.


Pelayan mengulang semua pesanan mereka, dan mempersilahkan mereka untuk menunggu sebentar.


Beberapa menit kemudian semua pesanan mereka sudah datang dan terhidang di meja.


"Sepertinya hanya aku yang merasa lapar!" Ucap Za menyadari hanya dirinya yang memesan makanan.


"Kami hanya belum lapar, Queen. Makanlah sebelum menjadi dingin." Ujar Raja menghibur sanga adik.


Alika menatap Za yang sedang menikmati makanannya dengan kening yang berkerut, "Sejak kapan dia jadi hobi makan seperti itu?" Pikirnya.


"Ada apa?" Tanyanya ketika menyadari tatapan semua orang.


"Tidak apa-apa!" Jawab Alika. "Apa kau yakin akan bisa memakan semua itu, Za?" Tanyanya.


"Apa itu akan muat diperut kecilmu, Queen?" Timpal Raja.


"Entahlah, tapi semuanya terlihat sangat enak, dan aku ingin mencobanya!" Ucapnya seraya kembali menikmati makanannya. "Kalian yakin tak ingin mencicipi? Ini benar-benar enak!" Ucapnya sembari memasukan sushi kedalam mulutnya.


Raja menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya, untuk pertama kalinya ia melihat sang adik makan selahap itu, membuatnya sesekali harus mengelap ujung bibir Za membersihkan sisa makanan yang menempel disana. Dan hal itu membuat Maya harus menghela napasnya berulang kali untuk mengusir rasa sakit dan sesak yang makin menghimpit dadanya.


Mereka mulai membahas rencana mereka, sudah diputuskan pesta akan diadakan di hotel milik Inder, Za meminta bantuan Maya dan Raja untuk menyiapkan dekorasi pesta, sedangkan dirinya dan Alika akan mengurus sisanya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Persiapan pesta sudah selesai, tinggal membawa Mami Maura ketempat ini untuk memberikan kejutannya. Za tersenyum puas melihat dekorasi pesta yang sangat Indah. "Maya sangat bisa diandalkan untuk hal seperti ini!" Ucapnya sembari menatap kagum pada dekorasi pesta.

__ADS_1


Gep. sebuah tangan yang melingkar diperutnya membuat senyumnya mengembang sempurna.


"Tumben jam segini sudah pulang?" Tanyanya tanpa berniat berbalik, karena ia tau benar siapa pemilik tangan kekar itu.


"Aku merindukanmu, jadi langsung kesini begitu selesai syuting." Jawab Inder sembari melekatkan pelukannya. "Kau sangat sibuk hari ini? Apa yang bisa kubantu?" Tanyanya kemudian.


"Tak perlu! Semua sudah siap." Ucap Za. "Tinggal menunggu Papi dan Kak Raja membawa Mami nanti malam dan semua akan sempurna." Lanjutnya.


"Itu berarti kita masih punya waktu cukup panjang untuk berduaan." Ucap Inder.


"Berduaan? Memangnya mau apa kalau kita sudah berduaan?" Pancing Za sengaja menggoda.


Inder menyerukkan wajahnya mengecup tengkuk Za. "Kita lakukan hal melelahkan tapi sangat menyenangkan!" Jawab Inder.


"Memangnya ada hal melelahkan yang menyenangkan?" Tanyanya lagi, pura-pura tak mengerti.


"Inder!" Pekiknya ketika sang suami membopongnya. "Akan kutunjukan padamu." Ucap Inder sembari menyeringai.


"Inder turunkan aku, apa kau tidak malu di sini banyak orang!" Gerutunya.


"Kenapa harus malu? Semua orang juga tau kalau kau adalah istriku!"


"Tapi Aku malu, Inder. Tolong turunkan aku."


"Kalau kau malu kau bisa menyembunyikan wajahmu di dadaku."


Inder terus melangkah dengan menggendong Za, ala bridal style. mengabaikan semua mata yang menatap iri dengan kemesraan mereka.


Dan dari tempat tersembunyi dua pasang mata menatap punggung pria itu yang mulai menjauh.


"Seharusnya kita bisa memiliki orang yang kita cintai, bukankah begitu?" Bisik seorang perempuan pada lelaki di depannya.


"Tapi dia sudah bahagia bersama suaminya." Ucap lelaki itu.


"Tapi kau pun berhak bahagia, begitupun aku." Ujar perempuan itu lagi. "Bergabunglah denganku, kita jalankan rencana yang sudah aku susun rapih, kau bisa mendapatkan Za dan aku bisa mendapatkan Inder!"


Lelaki itu nampak berpikir lalu mengangguk pelan. "Oke! Aku ikut rencanamu, kapan kita mulai?"


"Malam ini biar jadi bagianku, besok baru kau beraksi."

__ADS_1


"Oke, Deal!"


Senyum tersungging dibibir perpempuan itu. "Tunggu saja kehancuranmu, Queenza!"


__ADS_2