Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Raisa Alisia Gerardo


__ADS_3

Raisa


"Aku hanya takut kehilanganmu."


"Kalau begitu menikahlah denganku!"


Raisa mendongak menatap dalam pada kekasihnya, ini kesekian kalinya Raja mengajaknya menikah namun jika kebanyakan wanita akan bahagia mendengar ajakan itu, tapi tidak untuknya.


Bukan, bukan karna dia tidak mencintai lelaki didepannya ini. Dia mencintainya bahkan sangat mencintainya. Tapi untuk saat ini menikah seperti suatu ancaman baginya.


"Raja, Kau tahu untuk saat ini, aku....." Perkataannya tak bisa dilanjutkan karena pria itu memangkasnya dengan cepat.


"Kau tidak ingin menikah denganku?" Ujarnya cepat, lelaki itu melepas pelukannya dan berbalik kembali menatap jendela.


Raisa tahu kekasihnya itu merajuk, ia memeluk kembali kekasihnya itu, namun tangannya ditepis. "Sayang.... kau tau bukan seperti itu maksudku, hanya saja waktunya belum tepat."


Raja tertawa sumbang mendengar alasan yg sama yg ia berikan setahun yang lalu saat Raja melamarnya. "Apa kau, tak bisa mencari alasan yang lain?" Cibir Raja.


"Sayang... kau tau aku sangat ingin menikah denganmu, tapi tidak sekarang! Tolong mengertilah keadaanku. Aku baru saja menandatangani kontrak yang akan menyita banyak waktuku, aku harus bersikap profesional, aku tidak bisa terikat pernikahan untuk saat ini."


"Kau ingin menyuruhku menunggu lagi? Berapa tahun lagi aku harus menunggumu?"

__ADS_1


"Sayang... tolong berikan aku waktu, setidaknya sampai menyelesaikan kontrak ini. agar aku bisa membuktikan pada orangtuaku kalau aku bisa lebih baik dari putra kebanggaan mereka. Kalau anak yang mereka bilang tak berguna bisa hidup lebih baik walau tanpa bantuan dari mereka."


" Kau sudah melakukannya! Lihat dirimu sekarang, siapa yang akan berani memandang rendah dirimu? Dan meskipun mereka tidak mengatakannya aku yakin mereka mengakui kekeliruan mereka dulu"


"Ja, kau tahu seperti apa hidupku di keluarga Gerardo? Aku selalu dianggap tak berguna, selalu disisihkan, mereka bisa dengan bangga mengelukan kakak ku, meski prestasi yang ia dapatkan masih di bawah prestasiku. mereka bisa membiarkan kakakku melakukan dan mendapat apapun yg ia inginkan. sedangkan aku sebagaai anak perempuan hanya harus menurut dan setuju apa yang mereka katakan."


"Bahkan mereka mengusirku, hanya karena aku menolak lamaran dari kolega bisnis mereka dan memilih mengejar cita-citaku menjadi model internasional, yang menurut mereka profesi yg memalukan." Keluhan panjangnya di balas pelukan sang kekasih. Ia mengeratkan pelukan kekasihnya itu.


" Aku ingin mereka memandangku, Ja. Meminta maaf dan mengakui kalau cara mereka memperlakukanku itu salah, aku ingin mereka mereka sadar kalau perempuan juga bisa sukses dengan jalan mereka sendiri." Suaranya berubah serak.


" Ssssshhh sudah jangan menangis lagi. Maaf kalau aku terlalu menuntutmu."


Raisa masih terisak pedih, bayangan perlakuan buruk keluarganya berkwlebatan lagi di benaknya.


Raisa adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga gerardo, seharusnya sebagai putri satu-satunya ia mendapatkan perhatian dan perlindungan dari keluarganya.


Tapi di keluarga ini, anak lelaki lah yg paling penting, karena anak lelaki lah yang akan mewarisi semua kerajaan bisnis keluarga gerardo. Dan anak perempuan seperti dirinya hanya akan di anggap berguna jika mau dijadikan sebagai barang barter dalam dunia bisnis mereka.


Dan itulah yang dialami Raisa, Sejak kecil seberapa berprestasi apapun ia tetap akan kalah dengan kakaknya. Hanya kakaknya lah yang akan selalu di banggakan. Putra satu-satunya yang akan menjadi pewaris keluarga.


Dan puncaknya saat seorang kolega bisnis ayahnya mengajukan lamaran untuk meminangnya, dengan senang hati ayahnya menerima lamaran itu tanpa bertanya padanya. Karena bagi ayahnya pernikahan itu akan memberikan banyak keuntungan bagi bisnisnya, Ia geram karna sang ayah yang bahkan tak memikirkan perasaannya.

__ADS_1


Padahal usianya saat itu baru tujuh belas tahun dan lelaki yang mengajukan lamaran itu sudah beristri dan hendak menjadikannya istri kedua. Jadi.. Dengan tegas ia menolak lamaran itu dengan alasan ingin melanjutkan sekolah dan mengejar cita-cita nya sebagai model internasional.


Penolakan yang berimbas pada putusnya kerjasama kedua belah pihak, dan berujung pengusirannya dari rumah, bahkan ia di coret dari daftar keluarga Gerardo karena dianggap mencoreng nama keluarga dengan pilihannya menolak perjodohan dan menjadi seorang model.


Hingga ia harus memulai hidup dari nol lagi, kuliah sembari bekerja menjadi model amatir yang hanya dipandang sebelah mata.


Dan saat sulit itulah ia bertemu dengan Raja, ia yang saat itu dijebak temannya di tawari untuk menjadi model iklan farfum tapi ternyata temannya itu malah mengumpankannya pada pria hidung belang.


Untungnya saat itu Raja yang juga berada di club itu langsung menolongnya saat pria itu dengan kasar menariknya menuju kamar yang memang di sediakan di club tersebut.


Hingga akhirnya mereka saling mengenal dan dekat sampai menjalin hubungan serius saat ini.


Raja juga lah yang membantunya untuk menggapai puncak kariernya saat ini. Dengan menjadikannya model di setiap produk perusahaannya. Menjadikan lebih banyak orang yang mengetahui bakatnya.


Raisa menjauhkan sedikit wajahnya yang kini terlihat sembab karena Menangis, " Aku tak ingin kehilanganmu, namun aku juga ingin membalas orangtuaku, aku...." Ucapannya terpotong oleh kecupan singkat di bibirnya.


" Aku mengerti! Aku akan menunggumu sampai kau siap, oke!" Ucap Raja yg mbuatnya melengkungkan bibirnya lega.


" Dan aku akan membuat mereka membayar atas apa yg dilakukannya padamu!" Ucapnya lagi.


" Aku sangat mencintaimu Raja... Sangat.." Ucapnya sambil memeluk kekasihnya itu, yamg dibalas kecupan hangat di puncak kepalanya.

__ADS_1


"Aku juga sangat mencintaimu."


__ADS_2