Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Pertemuan keluarga


__ADS_3

Malam ini Inder benar-benar memenuhi janjinya, ia datang bersama keluarganya untuk melamar Queenza.


Resha, Maura dan Rendy dengan senang hati menyambut mereka, mereka sudah mengetahui semua yang menimpa Za dari Alika, dan merekapun merasa ini adalah jalan terbaik.


"Kau cantik sekali malam ini, Za." Puji Alika, melihat wajah Queenza yang sudah di bubuhi make up dari pantulan cermin.


"Kau benar-benar beruntung mendapatkan kekasih seperti Inder, dia langsung menyiapkan segalanya begitu kau setuju untuk menikah! Aku benar-benar iri padamu."


Queenza tersenyum tipis, Alika benar dia memang sangat beruntung, Inder langsung mendatangkan MUA untuk memoles wajahnya.


"Semoga semuanya lancar sampai pernikahanmu nanti ya, Za." Ucap Alika sungguh-sungguh.


"Aamiin."


"Aku yakin Inder adalah orang yang tepat untukmu, Dia akan membahagiakanmu."


"Aamiin, makasih doanya Al."


"Ayo kita turun, calon suamimu pasti sudah tidak sabar."


🌺🌺🌺🌺🌺


Za turun bersama Alika, wajahnya yang biasa polos tanpa make up kini makin terlihat cantik dan fress dengan sentuhan make up membuat siapapun akan betah memandangnya, tak terkecuali Inder yang kini terpana menatapnya tak berkedip.



"Liur lo netes tuh!" Bisik Rega ditelinganya, membuatnya reflek mengusap bibirnya.


"Sialan!" Umpatnya, begitu menyadari dia sudah dikerjai oleh sahabat rasa saudaranya itu, sedang Rega hanya tertawa tertahan, kemudian tersenyum manis melihat sekertaris barunya yang juga terlihat begitu mempesona.



"Air liur lo, netes tuh!" Giliran Inder yang menggodanya.

__ADS_1


Tapi rega balik berbisik "Gue bukan cowok bucin macam lo, yang cuma bisanya liat satu cewek doang!" Ucap Rega masih bisa mengejek Inder meski kini degup jantungnya sudah tak karuan.


"Sialan." Lagi-lagi Inder mengumpat, dia tak pernah bisa menang jika berdebat dengan lelaki itu.


Kedua gadis itu melangkah menghampiri para orang tua yang sudah berdiri menyambut mereka. "Duduk deket bunda disini, Nak!" Ujar Bunda Arini pada Za.


Gadis itu menurut, dengan persetujuan Mami , papi dan Bundanya ia duduk disofa, diaping oleh Rangga dan Arini.


"Calon menantu Bunda cantik sekali." Puji Arini membuat gadis tersipu.


"Baiklah karena semua sudah lengkap, kita langsung saja ke inti pertemuan keluarga ini! Mungkin aku tidak akan terlalu formal mengingat calon besanku bukanlah orang lain melainkan sahabatku sendiri." Ujar Ayah Rangga membuka percakapan.


"Tapi ... kedatangan kami kesini, tentu bukan untuk main-main, Rendy secara langsung aku beserta keluargaku datang untuk melamar Putri kalian Queenza anindya untuk putra kami Ivander kamal Prasetya, meski kami tidak datang dengan banyak seserahan, mengingat betapa memdadaknya acara ini, tapi kami pastikan niat putra kami tulus dan juga serius untuk meminang putrimu menjadi istrinya!"


"Jadi selaku orangtua aku sangat berharap kau sebagai wali dari pihak perempuan bisa memberikan restumu untuk niat tulus mereka."


Rendy berdehem, meski calon besannya adalah sahabatnya sendiri namun, gugup itu tetap ada. "Semua keputusan kuserahkan pada putriku, jika dia menerima putramu maka kamipun akan menerimanya dengan tangan terbuka, sebagai orangtua kami sangat percaya dengan pilihan dari Queen." Ucap papi Rendy. Ia kemudian menatap Za yang duduk gugup di tengah-tengah orangtua Inder.


Queenza mendonfak mematap Papinya kemudian bergilir pada Mami dan Bundanya bergantian. ua mengjela nafas, kemudian memberikan jawabannya.


"Dengan berbekal restu dari Papi, Mami, dan juga Bunda, saya terima lamaran dari Ivander kamal Prasetya untuk meminang saya."


"Alhamdulillahh.." Ucap syukur semua orang.


Senyum bahagia juga lega tergambar jelas dari Pria didepannya, pun dengan dirinya yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaan.


Para orangtua saling memberi selamat dan juga pelukan, sementara keduanya hanya saling melempar senyum canggung.


"Terima kasih sudah menerima lamaran kami, Nak!" Ucap Bunda Arini seraya memgelus lembut puncak kepalanya.


"Apa kau punya syarat tertentu, atau mungkin kau menginginkan sesuatu sebagai maharmu nanti, biar Inder meyiapkannya untukmu." Tanya Rangga.


Ia terdiam, terlihat Ragu untuk mengucapkan.

__ADS_1


"Katakanlah, Nak."


Ia menatap Pada Bundanya, kemudian beralih pada Inder yang juga sedang menatapnya, lelaki itu tersenyum dan mengangguk pelan seolah mengatakan bahwa ia siap memberikan apapun yang ia minta.


"Saya ingin ijab qabul diadakan di kampung halaman bunda, dan saya juga ingin pernikahan ini dilaksanakan secepatnya." Jawabnya.


"Hanya itu? Lalu apa yang kau inginkan sebagai maharmu, Nak?"


"Saya akan menerima dengan ikhlas apapun mahar yang diberikan Inder untuk saya!"


"Bagaimana Inder? Apa kau menyanggupinya?"


Inder mengangguk pasti, "Saya menyanggupinya ayah!" Jawabnya tegas.


"Alhamdulillah."


"Berarti kita tinggal mencari tanggal baiknya saja." Ujar Maura sumringah.


Semua mengangguk setuju.


"Bagaimana kalau tanggal 17 bulan ini." Seru Resha. "Itu bertepatan dengan hari lahir Za."


"Itu berarti lima hari dari sekarang? Aku setuju kita bisa menyiapkan segala sesuatunya." Sahut Bunda Arini antusias.


Acara berlanjut dengan pemasangan gelang dan juga kalung di tangan dan leher Queenza. kemudian dilanjutkan dengan acara makan malam, dan pembahasan rencana pernikahan oleh para orangtua.


Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah mlZa, senyum tak pernah lepas dari bibirnya meski jauh dilubuk hatinya ada rasa khawatir yang berkecamuk.


Sedangkan Raja....


Raja kemana Hayooooo???


Happy Reading, and Lov U Alll

__ADS_1


__ADS_2