
Queenza masih duduk ditepi ranjangnya, hari sudah pagi, tapi sang kakak masih belum juga kembali kerumahnya.
Semalam setelah acara pertemuan keluarga, ia menolak saat Inder mengajaknya untuk mengobrol, mengantuk ia jadikan alasan penolakannya.
Pikirannya sedang tidak pokus, pernyataan cinta dari sang kakak benar-benar membuat pikirannya kalut. Bukan ia ragu dengan perasaannya, sejak awal perasaannya terhadap Raja adalah rasa sayang seorang adik pada kakaknya, tak ada perasaan lain, karna sejak awal hatinya memang sudah terpaut dengan Inder.
Ia yakin kakaknya hanya salah mengartikan perasaannya selama ini, perpisahan mereka dengan cara menyakitkan dimasa lalu sepertinya memberi trauma tersendiri bagi kakaknya hingga tak ingin kehilangan dirinya lagi, dan posesif padanya. Mungkin, hal inilah yang disalah artikan oleh kakaknya sebagai cinta. Dan inilah yang harus coba ia jelaskan pada sang kakak, dan ia tak ingin Inder mengetahui masalah ini, terlebih pria itu sempat mengungkapkan kecurigaannya tentang sikap kakaknya.
Itulah sebabnya ia menolak untuk berduaan dengan Inder, pria itu terlalu memahami dirinya dan ia takut Inder bisa melihat kegelisahannya semalam.
Semalaman matanya tak bisa terpejam sedikitpun, Ia khawatir terjadi sesuatu pada kakaknya.
"Tuhan... lindungi kakakku dimanapun dia berada!" Doanya dalam hati.
đşđşđşđş
Sementara itu Raisa menggeram kesal, kamar hotel tempat ia menginap tak ubahnya bak kapal pecah saking berantakanya.
"Ahhhhh" Teriaknya untuk kesekian kali, diiringi lemparan benda-benda yang berhambur karena ulahnya.
__ADS_1
"Aku sudah melakukan segala cara untuk membuatmu kembali, tapi kenapa selalu gagal!"Teriaknya frustasi.
Semalam Raisa membayar salah satu bartender untuk mencampurkan obat perangsang dalam minuman Raja, ia sengaja memantau dicafe yang terletak di sebrang club setelah Raja mengusirnya, ia berniat menjebak lelaki itu untuk tidur dengannya, tapi.. sebuah insiden kecil membuatnya harus meninggalkan tempat duduknya.
Seorang pelayan menumpahkan minuman dipakaiannya membuatnya mau tak mau harus pergi ketoilet untuk membersihkan pakaiannya dan saat ia kembali Raja sudah meninggalkan tempat itu.
"Hentikan Raisa! Cukup! Tak ada gunanya kau terus mengamuk seperti ini!" Ujar Damian. Ia mencengkram tangan Raisa. "Lalu aku harus bagaimana Damian? Dia pasti sudah tidur dengan pelayan club itu!" Ucapnya, tangisnya pecah memikirkan lelaki yang dicintainya meniduri wanita lain, terlebih itu semua terjadi karena ulahnya.
"Apa kau tidak berpikir, mungkin tuhan sedang menunjukan padamu bahwa lelaki itu bukan jodohmu!" Ucap Damian.
"Kau ini bicara apa Damian?!" Bentaknya marah, seraya melepas tangan Damian.
Raisa menatap sahabatnya itu, "Apa maksudmu?"
"Raja sudah tak mencintaimu, Sa! Dan bahkan mungkin dari dulu dia tak pernah benar-benar mencintaimu, kenapa kau harus memaksanya jika disini ada aku yang sangatencintaimu dan bersedia melakukan apapun untukmu."
"Kau sudah menyakiti banyak orang tak berdosa karena obsesimu itu, dan sekarang gadis yang tak tau apa-apa harus menerima akibat dari perbuatanmu. Sadarlah Sa, cinta itu tak bisa dipaksakan. Berhenti, sebelum tuhan memberimu karma yang lebih menyakitkan dari perbuatanmu." Sergah Damian. Ia menghela nafas sebelum melanjutkan perkataannya.
"Saat Raja tau kau adalah penyebab dari semua bencana yang menimpanya apa kau pikir dia akan mau kembali padamu? Lihatlah, sekarang saja Raja sudah mencampakanmu." Raisa diam, ia tak bisa menyanggah perkataan Damian. Apa yang dikatakan lelaki itu semuanya benar.
__ADS_1
"Berhetilah, Sa! Ayo kita kembali kenegara kita dan memulai hidup baru, kita mulai semuanya dari awal lagi!" Bujuknya pada Raisa. "Raisa yang kukenal bukan orang yang suka menyakiti orang lain, apalagi menyakiti sesama wanita."
"Kembalilah bersamaku, Sa! Lupakan semuanya dan kita mulai semua dari awal." Ucap Damian sungguh-sungguh.
Raisa menatap netra kehijauan yang meneduhkan itu, dan ia akui apa yang dikatakan Damian benar, Raja sudah mencampakannya sekarang.
Damian adalah satu-satunya orang yang selalu ada untuknya bahkan sebelum ia mengenal Raja, mereka adalah teman sejak kecil, setelah bertemu dan mengenal Raja hubungan mereka sedikit renggang meski lelaki itu tak pernah meninggalkannya dan selalu membantunya saat ia membutuhkan.
Dan bahkan lelaki itu rela meninggalkan semua pekerjaannya demi menyusulnya kesini, dan sekarang lelaki didepannya ini menyatakan cinta padanya? Haruskah ia terima? Atau ia abaikan?
Air mata Raisa meleleh mendengar semua ucapan Damian, disaat lelaki yang ia cintai mencampakannya Damian justru memintanya untuk bersamanya.
"Kau mau kan kembali pulang bersamaku?" Tanya Damian lagi penuh harap.
Dan akhirnya Raisa mengangguk pelan, membiat lelaki itu langsung memeluknya.
Damian benar mungkin Raja memang bukan jodohnya hingga ketika ia menghalalkan semua cara untuk mendapatkannya tuhan justru membuat pria itu makin menjauh darinya.
Dan mungkin inilah saatnya untuk ia berhenti mengejar lelaki yang sudah tak punya rasa padanya lagi, dan mencoba membuka hati untuk menerima cinta lain yang ditawarkan oleh lelaki didepannya.
__ADS_1
Lagipula bukahkah dicintai itu lebih baik dari pada mencintai tanpa balasan.