Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Kenapa Kalian basah kuyup?


__ADS_3

Raja sudah menyuruh anak buahnya menyebar keseluruh desa untuk mencari Queenza tapi nihil tak ada tanda-tanda keberadaan Za disana.


"Kami sudah mencarinya sampai kepelosok desa Tuan, tapi tak ada tanda keberadaan Nona disana." Ucap salah satu anak buahnya.


"Kalau begitu cari lagi, aku tak mau tau kalian harus menemukannya!"


"Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi."


Raja mengangguk, "Kau kemana, Queen?" Gumamnya khawatir.


"Kak, aku akan membantu untuk mencari Za." Ucap Alika, "Aku takut terjadi apa-apa, kejadian kemarin pasti cukup melukai hatinya, mungkin saat ini dia sedang mencoba menenangkan diri." Sambungnya.


Raja mengangguk. "Reihan akan menemanimu." Ucapnya, namun Alika menggeleng. "Tak perlu, Kak!"


"Kenapa?"


Alika baru akan menjawab namun urung saat penjaga villa datang menghampiri mereka.


"Maaf, Den." Ucap Mang Asep.


"Iya, Mang. ada apa?" Tanya Raja.


"Saya mau lapor, semalam temannya Non, meminjam motor sama saya, Den." Ujar Mang Asep, membuat keningnya berkerut. "Temannya, Non?"


"Iya, Den. Itu lho yang artis kemarin itu."


"Artis?" Tanyanya, Mang Asep mengangguk.


Kenapa dia tidak menyadari kalau dia juga tak melihat Inder pagi ini, ia terlalu fokus pada adiknya.


"Apa dia bilang sesuatu? Dia bilang mau pergi kemana, misalnya." Tanya Raja lagi, Mang asep menggeleng, "Tapi dia nanyain pantai, Den. saya bilang kalau disini tidak ada pantai adanya danau, terus dia menanyakan lokasi danau itu."


"Danau? Ya sudah Mamang boleh pergi, terimakasih informasinya!"


"Mungkin Za, pergi bersama Inder." Ucap Alika. Raja mengangguk. "Sepertinya begitu."


Raja lalu memanggil Reihan untuk mendekat."Kita kedanau, Rei." Ucapnya.


"Baik, Tuan." Ucap Reihan.

__ADS_1


Namun baru saja mereka akan pergi sebuah motor masuk kehalaman Vila, Raja langsung menghampiri mereka.


"Tak bisakah kau meminta izin terlebih dahulu sebelum membawa Queenza pergi!"


Za dan Inder menoleh bersamaan, Inder terlihat tenang tak terintimidasi dengan suara menggelegar Raja, berbeda dengan Za yang kini terlihat takut.


"Kakak, Jangan marah pada Inder dia hanya mengajakku jalan-jalan , dia hanya berusaha menghiburku." Ucapnya seraya menunduk.


Raja beralih menatapnya, "Kau tau bagaimana paniknya aku saat tak menemukan keberadaanmu di Vila?" Ucapnya pada Za. "Maafkan aku, Kak." Ucap Za.


Mata Raja menatap intens sang adik begitu menyadari sesuatu. "Jaket siapa yang kau pakai?" Tanyanya, pandangannya beralih pada Inder. "Dan kenapa kalian basah kuyup begini?"


Deg.


Jantung Za terasa lepas mendengar pertanyaan kakaknya?, ingatannya menerawang kembali pada kejadian yang membuatnya basah kuyup seperti ini, membuat seburat merah merona di wajahnya.


"Kakak aku kedinginan, aku mau ganti baju dulu. "Ucapnya sembari berlari kecil masuk kedalam Vila.


Raja menatap punggung adiknya itu dengan kening yang berkerut, ia kemudian beralih pada pria di depannya. "Kenapa kalian bisa basah kuyup begini?" Tanyanya pada Inder. Pria itu malah tersenyum. "Kau bisa menanyakannya pada Za, dan maaf aku harus mengganti pakaianku, tubuhku mulai kedinginan." Ucap Inder kemudian pergi.


"Sial, ada apa sebenarnya dengan mereka?" Gumamnya kesal.


🌺🌺🌺🌺🌺


kilasan kejadian di danau kembali berputar bagai film di kepalanya, dan kata-kata Inder juga kembali terngiang di telinganya. Ia tersipu sendiri mengingat betapa manisnya perlakuan pria itu padanya.


"Ehemmmm"


Deheman Alika membuyarkan lamunannya. "Apa yang membuatmu terus tersenyum sendiri seperti itu, huh." Goda sepupunya. "Apa kau tak ingin berbagi cerita padaku, Za." Lanjutnya.


Za tersenyum, "Cerita macam apa yang ingin kau dengar dariku?"


"Apapun itu yang membuat pipi sahabatku ini terus merona sedari tadi dan juga yang membuatmu terus tersenyum seperti orang gila." Ucap Alika, tawanya pecah melihat mata Za melotot lengkap dengan bibir yang mengerucut.


"Aku bercanda, Za." Ucap Alika. "Aku suka melihatmu bahagia seperti ini." Sambungnya lagi.


"Terima kasih, Al. Kau memang sepupu terbaik." Ucap Za.


"Kalau begitu katakan Inder membawamu kemana?"

__ADS_1


Za tersenyum, "Danau, dia membawaku kesana agar aku bisa berteriak sepuasnya disana, dia tau kejadian kemarin pasti membuatku sedih, dan marah. Jadi dia membawaku kesana agar aku bisa melampiaskan kemarahanku dengan berteriak."


"Sepertinya dia tak ingin kejadian di pantai dulu terulang lagi." Ucap Alika.


Za mengangguk."Ya, sepertinya begitu." Za tertawa kecil. "Tapi bukannya berteriak sepuasnya malah menangis di depannya, Memalukan!"


"Lalu apa yang dia lakukan?" Tanya Alika lagi.


"Tak ada! Dia hanya membiarkanku menangis sampai aku merasa lebih tenang." Ucapnya, ia tersenyum mengingat saat ia menangis di punggung lelaki itu.


"Tapi, Za. Lalu bagaimana kalian bisa pulang dengan pakaian basah seperti itu? perasaan disini gak ujan." Tanya Alika yang masih penasaran.


"Emhhhh itu... Inder mengajakku naik sampan dan menyusuri danau, tapi kemudian sampan nya terbalik dan kami jatuh kedanau." Ucapnya.


"Astagaa, untung kalian berdua selamat, apa danaunya tidak dalam, Za?"


"Danaunya dalam, Al. tapi kami terjatuh saat sudah berada disisi danau, jadi lebih dangkal."


"Oh... tapi kenapa sampannya bisa terbalik di sisi danau, Za? Bukankah kalau sudah sampai di sisi kalian bisa langsung turun begitu merasakan sampannya bergoyang?" Tanya Alika lagi, membuat Za gugup.


"Itu....emhhhh..." Jawabnya masih mencari alasan yang tepat.


"Tak mungkin aku bilang kalau kami hampir berciuman hingga sampannya jadi tak seimbang tanpa kami sadari, Kan?"


Batin Za.


"Za? Hello... kenapa malah melamun?" Ujar Alika, "Dan kenapa wajahmu memerah seperti itu?".Ucapnya lagi membuat Za sontak memegang wajahnya.


"Tidak... tak ada apa-apa, aku hanya..."


"Ada apa-apa pun juga gak apa kok, Za." Goda Sepupunya.


"Alika berhenti menggodaku." Ucapnya.


"Apa Inder sudah menyatakan perasaannya padamu? Kalau dilihat dari sikapnya padamu aku yakin seribu persen kalau dia menyukaimu."


"Kau ini ngomong apa sih, Al? Ngelantur."


"Ngelantur, tapi pipimu merona seperti itu." Alika tak berhenti menggoda sepupunya itu, mereka larut dalam canda tawa hingga tak menyadari ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu.

__ADS_1


Mau ngucapin makasih buat semua yang selalu dukung aku😘 jangan lupa like dan komennya ya Guys🙏


Makasih banyak semuanya, pokoknya love you so much buat kalian semua😘😘


__ADS_2