Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Kejadian tak Terduga


__ADS_3

Raja.


Menghampiri Maminya yg baru saja keluar dari kamar sang adik. ia baru memegang handle pintu, hendak membukanya. Namun sang Mami menahannya.


" Aku mau nemenin Queen, Mi." ujarnya. Mami menggelengkan kepalanya.


" Dia gak mau di temani, biarkan dia istirahat, Ja. Dan sebaiknya kamu juga istirahat. " Ujar Mami, yg kemudian berlalu dari hadapannya.


Raja masih berdiri di depan pintu, menimbang -nimbang untuk masuk atau kembali kekamarnya dan istirahat.


Ia putuskan untuk meraih handle pintu,melangkahkan kaki masuk kekamar adiknya.


ia mendekat menuju ranjang, dan duduk di tepian tempat tidur itu.


Rasanya sangat lega melihat adiknya tertidur, meski masih terdengar isak kecil dari bibir mungil adiknya.


" Dia pasti sangat terpukul mengetahui kenyataan ini." Gumamnya. suara sesegukan terdengar dari bibir adiknya itu membuatnya semakin mendekat " Shhhhh... Jangan khawatir Kakak disini...tak akan kakak biarkan siapapun membawamu pergi." Ucapnya, memenangkan. Sembari mengecup kening sang adik. kelelahan dan tak tidur semalaman membuatnya ikut terlelap di samping sang adik, meski dalam keadaan duduk.


Hingga suara bising dari lantai bawah rumahnya, membuatnya terbangun dan bergegas keluar.


🌺🌺


Maura.


Segera bangun begitu menyadari hari sudah siang, semalam ia tak tidur sama sekali karena khawatir pada kedua anak-anaknya.


Ia baru bisa terlelap ketika pagi menjelang.


Suara keributan di ruang utama rumah menarik perhatiannya, segera ia turun untuk melihat perdebatan apa lagi yg terjadi.


" Kau sudah berjanji pada papa, Rendy! Kau ingin mempermalukan papamu? "


" Aku gak bisa, Pa! Queen sudah seperti putriku sendiri, meski bukan darah dagingku. Aku dan keluargaku sangat menyayanginya."


Langkah ia percepat mendengar perdebatan dua suara yg sangat ia kenali.


" Kau benar- benar membuatku kecewa! jangan kau pikir keputusanku akan berubah! Anak itu seperti bom waktu yg siap meledak kapan saja, nama baik keluarga kita bisa tercemar kalau sampai media tau kalian merebut anak oranglain, dan Papa tak mau mengambil resiko." Tegas Papa Andika.


" Itu hak Papa!" Ucap Rendy. " Tapi Rendy pastikan satu hal, Pa! Rendy akan tetap berjuang untuk mempertahankan putri Rendy."


Ada kelegaan sendiri di hati Maura, mendengar tekad sang suami.

__ADS_1


" Iya, kami akan berjuang agar dia tetap bersama kami! " Timpal Maura yg kini menghampiri dan berdiri disamping sang suami.


" Terserah! Tapi apapun yg terjadi, Papa akan tetap menyingkirkan anak itu! Lebih baik kalian kemasi barang-barangnya karena besok orangtuanya akan datang menjemputnya. "


" Kek!! " Pekik Raja yg sedari tadi menyimak perdebatan mereka. " Kenapa kakek sekejam ini? "


" Terserah kau mau menilai kakek seperti apa! Kakek melakukan ini demi kebaikan keluarga kita! "


" Kebaikan keluarga? Queenza juga bagian dari keluarga ini, kek! "


" Tidak! Ia hanya benalu di keluarga ini. Sudah tak perlu mendebat kakek lagi! Kali ini kakek tidak akan mengalah padamu, Raja." Ucap Papa Andika.


Raja baru saja akan kembali mendebat kakeknya, namun ia urungkan ketika menyadari kehadiran gadis kecil yg menyaksikan pertengkaran mereka dari lantai atas.


" Queenza." Gumamnya.


🌺🌺


Queenza


Gadis kecil itu terbangun sesaat setelah sang kakak pergi dari kamarnya, suara bising itu juga mengusiknya, membuatnya keluar dari kamar.


Dari lantai dua ini, ia melihat perdebatan sang kakek dengan orangtua dan juga kakaknya.


Queenza menatap sendu kearah mereka hingga akhirnya sang kakak menyadari kehadirannya, pandangan mereka beradu.


Ia memutuskan kembali ke kamarnya, meraih sebuah foto berfigura lalu memeluknya erat.


" Lebih baik kalian kemasi barang-barangnya! Karena besok orangtuanya akan datang menjemputnya."


Matanya terpejam mengingat kata-kata kakek barusan, airmata yg sedari tadi ia tahan akhirnya meluncur bebas membasahi pipinya.


Ia meraih tas sekolahnya, memasukkan foto itu kedalamnya, Kalaupun ia harus pergi setidaknya foto itu akan ia bawa untuk kenangan.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka dari luar, ia masih menunduk tak berniat mencari tahu siapa yg datang.


" Dek...."


Panggilan itu membuatnya menyadari, kakaknya lah yg datang.

__ADS_1


sekuat tenaga ia menggigit bibir bawahnya untuk menekan tangisnya.


Tapi semua sia-sia, sepertinya sang kakak mengetahui kesedihannya karena kini Raja memeluk adiknya itu erat membuat tangisnya pecah.


" Ssshhhh jangan menangis, ada kakak disini."


Ucap Raja mencoba menenangkan, " Percayalah, tak ada yg bisa memisahkanmu dari kami." Ucapnya lagi.


Pemandangan mengharukan itu tak luput dari perhatian orangtua mereka.


Rendy dan Maura mendekat pada putri yg mereka besarkan itu, mereka membelai lembut surai hitam Queenza


" Kamu putri kami, dan Mami akan melakukan apapun supaya Queenza tetap bersama Mami. " Ujar Maura.


" Papi janji, Queenza gak akan pergi kemanapun! Queenza princessnya Papi dan Mami, gak ada yg bisa merebutmu dari kami." Timpal Rendy.


" Papi... Mami... huuuu...huuu..." Hanya itu yg keluar dari bibir kecilnya.


" Sudah, gak boleh sedih-sedih lagi." Ucap Rendy sembari mengusap airmata Queenza." Queen belum makan dari semalam, pasti laparkan? bagaimana kalau kita makan diluar? Kita makan nasi goeeng seafood kesukaan Queen, kamu mau kan? "


Quennza mengangguk.


" Kalau begitu, Queen siap-siap kita makan di luar ya." Tanyanya.


" Mami bantu Queen, ya!" Ujar Maura, dan Queenza mengangguk sebagai jawaban. " Kamu juga harus siap-siap Raja."


" Iya Mi."


🌺🌺🌺


Waktu sudah menjelang sore ketika mereka sampai di restoran seafood favorite mereka.


Mereka memesan menu kesukaan Queenza, Nasi goreng seafood. Maura bahkan menyuapi putri kecilnya itu, meski anak itu terus menolak dan ingin makan sendiri.


Mereka makan dengan penuh canda tawa, melupakan sejenak masalah yg sedang mereka alami. Sepulangnya dari Restoran mereka mengajak Queenza untuk membeli sebuah boneka yg dari beberapa hari lalu Queenza inginkan, Sebuah boneka Teddy bear besar berwarna pink dengan hati besar di tengahnya.


Raja dan Maura merasa bahagia, ketika melihat putrinya itu bisa tersenyum kala Raja Raja menekan hati boneka itu, yg kemudian mengeluarkan kata I Miss you berulang-ulang.


Hingga waktu merangkak malam mereka memutuskan Untuk pulang.


Namun kejadian tak terduga menimpa mereka, sebuah Bus yg kehilangan kendali menghantam mobil mereka hingga kecelakaan mengerikan tak dapat terhindarkan lagi.

__ADS_1


Mereka dibawa ke rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan pengobatan.


Kabar kecelakaan itu sampai dengan cepat ketelinga Andika dan juga Resha membuat mereka bergegas kerumah sakit.


__ADS_2