Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Apa Kau Tau Sesuatu?


__ADS_3

Rega memperhatikan pria didepannya ini, dalam."Kenapa aku merasa tak asing dengan wajahmu!" Ucapnya membuat pria itu menoleh padanya. "Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanyanya lagi.


Pria itu terlihat tenang." Mungkin saja, saya pernah bekerja di beberapa tempat, jadi sangat mungkin kalau kita pernah bertemu."


"Ya, kau benar." Ujar Rega, tak ingin lagi berdebat, cukup sudah ia berdebat dengan gadis angkuh tadi.


Pintu kamar Za terbuka dari dalam, Inder keluar dari balik pintu bercat putih itu.


"Gimana? dia udah sadar?" Tanyanya, tadi ia tak terlalu menyimak ucapan dokter, kepalanya masih pusing karena terganggu saat tidur.


"Dia belum sadar, Dokter bilang ia akan tertidur delapan jam kedepan." Ucap Inder lagi.


Ia menepuk pundak sahabatnya itu, "Dia sudah baik-baik saja, ayo kita cari sarapan, kau belum tidur juga belum makan apapun dari semalam. Jangan sampai aku yang kena marah Bunda." Ucap Rega membujuk Inder, ia kemudian mengalihkan pandangannya pada pria di depannya.


"Bilang pada pacarmu tolong titip Za sebentar, kami akan segera kembali."


🌺🌺🌺🌺


Reihan masuk ke kamar rawat Za, ia menghampiri Alika yang duduk disisi ranjang rawat Za.


"Bagaimana keadaannya?" Tanyanya.


"Inder bilang dia baru di beri obat tidur, jadi dia hanya akan tertidur delapan jam kedepan." Jawab Alika.

__ADS_1


"Kau pasti sangat khawatir padanya!"


Alika mengangguk,"Dari sejak dia memberitahuku tentang acara makan malam itu, aku sudah menduga ini akan terjadi, aku sudah melarangnya pergi tapi ia nekat pergi juga." Ucapnya dengan mata tak lepas dari wajah sepupunya itu.


"Memangnya kenapa? Memang apa hubungannya makan malam dengan sakitnya Za?" Tanyanya lagi, mencoba menggali informasi dari Alika.


"Maaf tapi aku tak bisa bercerita padamu." Ucap Alika kikuk menyadari kesalahannya.


Reihan tersenyum, "Tak apa!" Ucapnya, ia tak mau gadis itu curiga. "lalu apa kata dokter?"


"Inder bilang ia terkena Hippotermia, entah apa yang terjadi disana. Aku tak akan bisa memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu padanya."


"Dia pasti akan baik-baik saja." Ucapnya, menenangkan Alika.


🌺🌺🌺🌺


"Apa kau sudah mau pergi?" Tanyanya, pada Alika.


"Iya, aku harus pergi bekerja, sekalian aku akan mengajukan cuti supaya bisa menemani Za disini."


"Baiklah, terima kasih." Ucap Inder.


"Za adalah sepupuku sudah jadi tugasku merawatnya, justru seharusnya aku yang berterima kasih padamu, kau begitu baik padanya padahal dia hanya pegawaimu."Ujar Alika lagi.

__ADS_1


Inder menggelemg. "Za bukan hanya pegawaiku, dia juga temanku, jadi jangan terlalu sungkan.


"Inder, bolehkan aku memanggilmu seperti itu?" Tanya Alika, Inder mengangguk. "Boleh aku tahu, apa yang sebenarnya terjadi hingga Za pergi dari rumah itu?"


"Aku tidak tau pasti, apa yang membuatnya pergi. Mungkin dia merasa tersinggung karena aku menegurnya."Ucapnya penuh penyesalan.


"Menegurnya? Kenapa? Apa Za membuat kesalahan?" Tanya Alika penasaran.


"Kita bicara sambil duduk."ujarnya.


Mereka duduk di kursi tunggu depan ruangan itu, kecuali Reihan yang pamit pergi lebih dulu karena ada urusan.


"Apa yang terjadi sampai kau menegur Za?"


Inder menghela nafasnya panjang sebelum menjawab."Semalam Za, terus mencecar Nyonya Pramudza dengan pertanyaan menyudutkan saat menceritakan tentang putrinya, aku merasa dia tidak sopan itu sebabnya aku menegurnya." Ucapnya penuh sesal, "Aku tak menyangka dia akan semarah itu, hingga pergi dan ya... kau tahu akhir ceritanya."


"Bisa kau ceritakan lebih detail, pertanyaan menyudutkan seperti apa? Aku sangat mengenalnya, maaf bukan aku membelanya hanya saja..."


"Tidak, aku juga kaget mengapa Za, bisa seperti itu." Pungkas Inder, membuat Alika diam menunggu lanjutan ceritanya. "Za...dia... bertanya pada nyonya pramudza, mengapa mereka bisa yakin kalau putri mereka sudah tiada, sementara mereka tidak melihat dengan mata kepala mereka sendiri putri mereka meregang nyawa."


Alika menutup mulut dengan kedua tangannya, "Jadi mereka pikir, putri mereka sudah tiada?" Gumamnya pelan namun masih terdengar oleh pria di depannya. "Bisa kubayangkan sehancur apa hatinya saat itu!" lanjutnya. Yang membuat perhatian kedua kini pria itu terpokus padanya.


Inder menatap gadis didepannya penuh selidik.

__ADS_1


"Apa kau tau sesuatu?" Tanyanya.


"Ada hubungan apa antara Za dengan keluarga pramudza??


__ADS_2