Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Tabrakan


__ADS_3

Rega


Pria itu baru saja akan memasuki dunia mimpinya ketika ponselnya berdering nyaring memekakkan telinga.


Kring...(Anggaplah dering ponsel ya😂)


Satu kali ia abaikan, Dua kali ia biarkan....


Dan ketiga kalinya.....


Brengsek! Gak tau orang baru bisa tidur apa?" Ia mengambil ponsel itu dengan kesal, nama sahabatnya muncul di layar. "Ya...siapa lagi yang bisa melakukan ini selain dia." Ia menggerutu namun mengangkatnya juga.


"Apa." Ujarnya malas.


"Bikinin gue surat kontrak kerja atas nama Queenza" Ujar pria di sebrang telpon sana. membuat matanya mendadak terbelalak.


"Gue mau besok pagi udah selesai" Sambung si penelpon lagi.


"Eh...yang bener aja dong jam berapa nih!" Protesnya kesal, terlambat! Telpon itu sudah diputus dari sebrang. Sialan!!


Kembali menelpon sahabatnya itu lagi,


"Apaan... gue ngantuk mau tidur!" Ujar suara di sebrang sana dengan santainya tanpa dosa.


"Eh.. Oncom lo pikir cuma lo yang ngantuk? Gue juga. Seenak jidat lo nyuruh gue bikinin kontrak jam segini." Gerutunya kesal.


"Gue udah kirim detail phoint nya, lo bikin dengan semua syarat yang tertera disitu, Ok." Jawab sahabatnya tanpa mengindahkan protesannya. membuatnya makin kesal.


"Woy... lo kira-kira dong, gue belum tidur Inder." Keluhnya lagi."Gue kerjain besok, ya!" Tawarnya.


"Terserah, yang penting pagi ini sudah harus selesai!"


"Anjim, sama aja boong. tetep aja gue harus bergadang." Geramnya, yang hanya dibalas gelak sahabatnya di sebrang telpon sana. menjawab protesannya kali ini dengan bahasa formal, membuatnya semakin kesal.


"Syukurlah jika anda sudah mengerti! ya sudah saya tidak mau membuang waktu anda lagi, selamat bekerja pak Rega Arya Prakasa." gurau Inder sembari mengakhiri percakapan mereka.


"Ahhh Rese si Inder." Ia banting ponsel miliknya dengan kesal keatas kasur, masih mengumpt panjang lebar namun melakukan apa yang diminta. Menyambar laptop membuka email yang dikirim bos sekaligus sahabatnya itu.


file berisi lima persyaratan yang harus di patuhi oleh calon asisten yang akan di pekerjakan oleh sahabatnya nanti.


Ia mulai mengernyit, membaca dengan serius semua kalimat yang ada disana.



__ADS_1


Harus menuruti perintah pihak pertama tanpa bertanya.




Tugas utama pihak kedua, adalah mengurus segala keperluan pihak pertama jadi abaikan perintah lain selain perintah dari pihak pertama.




Pihak kedua harus bersedia tinggal bersama dalam satu rumah bersama pihak pertama, untuk memudahkan pihak pertama ketika ada keperluan mendesak.




pihak kedua tidak di perkenankan menjalin hubungan apapun dengan lelaki manapun selama kontrak kerja ini berlangsung.




Pihak kedua tidak bisa mengajukan resign sebelum kontrak kerja berakhir, dan akan di kenakan denda seratus kali lipat bila melanggar.




Rega tergelak melihat isi persyaratan tersebut, "Apa Inder serius akan memberikan persyaratan konyol ini pada calon asistennya?" Matanya terbelalak tak percaya,


"Apa si bodoh itu jatuh cinta pada gadis ini? Dia benar-benar ingin mengikat gadis itu lewat kontrak kerja sama ini."


Rega masih menatap tak percaya dengan apa yang ditulis oleh sahabatnya itu, ia mengenal baik sosok Inder sedari kecil.


Meski terkadang sangat menyebalkan Inder adalah sosok yang menjadi panutannya. Ia belajar banyak hal, sejak ia mengenal pria itu, kemandiriannya sejak kecil, pekerja keras, dan juga mampu berbaur dengan manusia kalangan manapun membuatnya mengagumi sahabatnya itu.


Namun jika tentang wanita? Inder orang yang cenderung pemilih jika berkaitan dengan makhluk tuhan yang satu ini. Rega tentu tahu bagaimana sahabatnya itu selalu menghindari pertemuan dengan gadis-gadis yang di jodohkan Bundanya, Ia lah yang dijadikan tumbal untuk menemui para wanita itu.


Dan ujungnya ia pulalah yang harus kerepotan ketika para wanita itu menjadikannya pelarian dari rasa kecewa atas inder dan berbalik menyukainya karena menurut mereka ia lebih ramah, dan mudah di jangkau dibanding harus mengejar Inder yang bahkan tak pernah mau bertemu muka dengan mereka.


Kesal awalnya, merasa seperti cadangan dari gadis-gadis itu, namun sekarang ia mulai terbiasa, bahkan menyambut dengan senang hati ketika ada gadis yang membutuhkan pelukannya untuk sekedar menenangkan saat hatinya dipatahkan oleh penolakan Inder.


Rega terkikik geli saat membaca kata perkata dalam file itu. "Bagaimana bisa si bodoh itu memberi syarat menggelikan seperti ini. Astaga.. aku bahkan tak menyangka dia akan memaksa seorang gadis untuk tinggal bersamanya dengan dalih pekerjaan."

__ADS_1


Rega menggeleng- geleng kepala, tak menyangka seorang Ivander Kamal prasetya akan melakukan hal konyol seperti ini pada seorang gadis. Padahal beberapa bulan yang lalu Inder memintanya untuk hanya mempekerjakan laki-laki untuk segala urusan yang berhubungan langsung dengannya.


Sampai saat ini baru ada tiga wanita yang hadir dalam kehidupan sahabatnya itu, Bundanya, Kakak perempuannya, dan seorang gadis kecil yang tak ia ketahui namanya. Peri burung begitulah Inder memanggilnya, wanita pertama yang bisa menarik perhatiannya selain ibu dan kakaknya.


Tapi... sepertinya akan ada gadis lain yang akan mengisi hidup sahabatnya itu, gadis yang berhasil membuat sahabatnya berpaling dari peri burung yang selalu di bicarakannya bertahun-tahun tanpa bosan.


Rega baru menyelesaikan pekerjaannya menjelang pagi, ia merebahkan tubuhnya yang terasa begitu lelah hari ini, hingga baru merebah sebentar saja ia sudah berpindah ke alam mimpi. Tertidur.


🌺🌺🌺


Sinar matahari yang mnelusup masuk melewati celah kamarnya membuat Rega segera terjaga. Ia menyipitkan matanya melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, pukul 07.25


"Sial Aku kesiangan," Keluhnya.


Ia meloncat dari tempat tidurnya bergegas masuk kamar mandi hanya untuk mencuci mukanya, tak sempat mandi. Surat kontak kerja itu harus ia berikan pagi ini pada Inder. Rega mengambil pakaian ganti dan masuk ke walk in closet, untuk mengganti bajunya.


Rega menyambar file yang ia persiapkan dari semalam, lalu bergegas keluar dari rumahnya.


Rega menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju Apartemen milik Inder.


Rega baru setengah perjalanan ketika mobil di depannya tiba-tiba berhenti mendadak, membuatnya menginjak rem ikut berhenti juga.


Ia baru mengehla nafas lega ketika..... Bugh.


Suara hantaman benda keras dari arah belakangnya membuatnya kaget. Ia segera turun untuk melihat apa yang terjadi.


"Astagaa mobilku." pekiknya.


Sebuah motor matic menabrak bagian belakang mobilnya, membuatnya penyok di bagian belakang. Ia bisa melihat si pengendara terduduk jatuh di aspal, gadis itu mendongak saat menyadari keberadaannya, menatapnya dengan ekspresi yang tak terbaca.


"Ma...maaf." Ucap gadis pengendara motor itu. "Aku tak sengaja menabrak mobilmu."


Ia menoleh, alih-alih mengulurkan tangan membantu ia malah membentak.


"Apa kau berkendara sambil menutup mata? Sampai tak melihat mobil sebesar ini di depanmu?" Hardiknya kasar.


Gadis itu bangun, dan berbalik melotot padanya "Hei... apa kau tidak lihat kalau motorku juga rusak! Motorku bahkan lebih parah dari mobilmu!" Bentak gadis itu tak mau kalah. "Dan lagipula, disini kau yang salah!" Lanjutnya.


"Aku yang salah?" Tanya Rega. menunjuk dirinya sendiri "Kau yang menabrakku, kenapa jadi aku yang salah?"


"Karena kau mengerem mendadak! Kalau kau tidak berhenti mendadak, aku tidak akan menabrak mobilmu"


Rega terkesiap mendengar ucapan gadis itu. Gadis itu benar, ia memang berhenti mendadak tadi tapi tentu dia gengsi untuk mengakuinya hingga akhirnya.....


"Wah... kau pintar membalikkan fakta, bukannya minta maaf dan ganti rugi malah berbalik menyalahkanku." Cibirnya.

__ADS_1


"Kau mau kulaporkan ke kantor polisi?"


__ADS_2