Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Penasaran


__ADS_3

Maya berjalan tertatih menuju gerbang gedung, dengan airmata yang tak berhenti mengalir ia menunggu tukang ojek langganannya.


Sudah hampir setengah jam tapi tukang ojek langganannya masih belum datang juga, ia bisa memaklumi karena hari juga masih pagi buta begini, mungkin dia masih tertidur pulas. Beruntung sebuah taksi lewat dijalan itu, ia menyetop taksi itu.


Awalnya sopir taksi menolak, mungkin karena melihat penampilannya yang kacau, tapi setelah ia menyodorkan dua lembar kertas uang berwarna merah sopir itu setuju mengantarnya sampai tujuan. Begitu sampai dikostan ia meringkuk, menumpahkan semua tangisnya.


Maya membersihkan dirinya, ia membiarkan air dari shower mengguyurnya, ia benar-benar merasa kotor, jijik dengan dirinya sendiri.


Haruskah ia melaporkan kemalangan yang menimpanya pada polisi? Tapi, apakah mereka akan mempercayainya? Bagaimana bila lelaki itu menyangkal? Apalagi dia sendiri yang mengantar pria itu tanpa paksaan, yang ada dia yang akan ditangkap, dianggap mengada-ada atau mencemarkan nama baik.


Ataukah ia harus meminta pertanggung jawaban lelaki itu? Ahhhh lelaki itu bahkan mabuk, belum tentu dia akan ingat semuanya saat sadar nanti, kalaupun ingat belum tentu juga dia mau bertanggung jawab.


Ataukah ia mati saja? Tapi jika ia mati bagaimana dengan ibu dan adiknya dikampung? Dan apa yang akan ia katakan pada ayahnya jika ia bertemu di alam baka nanti?


Maya menguatkan hati, memutuskan untuk melupakan semuanya. Apalagi yang bisa dilakukan orang miskin seperti dirinya.


Flashback Off


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Kembali ke masa kini, Raja menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. Ia menghembus napasnya kesal, dari semalam ia tak bisa memejamkan matanya, wajah marah pelayan butik kemarin benar-benar mengganggu pikirannya.


Ia tak mengerti kenapa tatapan penuh amarah dari pelayan butik itu terasa begitu menusuk hingga kerelung hatinya? Rasanya ia seperti tak asing dengan gadis itu, padahal ia yakin hari itu pertama kalinya ia bertemu dengan gadis itu!


"Tuan!" Panggilan Reihan membuatnya menoleh. "Ada apa Rei?" Tanyanya.

__ADS_1


"Rapat akan dimulai sepuluh menit lagi!".Ucap Reihan.


"Baiklah!" Ucapnya. "Hemhh, Rei!"


"Iya Tuan?"


"Batalkan semua agendaku setelah Rapat ini selesai, aku ada urusan penting!" Ujar Raja membuat sang asisten berkerut.


"Baik, Tuan!" Ucap Reihan, tak berniat bertanya lebih lanjut.


Rapat selesai lebih cepat dari dugaannya, sekarang Raja ditemani Reihan sudah berada dibutik tempat kemarin dia mengantar ibunya.


Entahlah, ia sangat penasaran pada gadis pemarah itu.


🌺🌺🌺🌺


"Maaf Tuan, sebenarnya untuk apa kita berada disini?" Tanyanya sudah tak bisa membendung rasa penasaran.


"Aku ingin menyelidiki seseorang!" Ucap Raja datar.


"Seseorang, Tuan? Siapa?" Tanyanya antusias.


"Rei, jalankan mobilnya ikuti motor itu!" Seru Raja tanpa menjawab pertanyaan darinya.


Reihan menurut, keningnya makin berkerut saat menyadari yang diikutinya adalah seorang perempuan.

__ADS_1


"Jadi Tuan muda membatalkan semua agendanya untuk mengikuti seorang gadis? Apakah dia sudah move on dari Nona Queenza?" Batin Reihan.


Mobil mereka ikut berhenti saat motor itu berhenti disebuah kostan putri yang sederhana.


Reihan memandang wajah gadis itu dengan intens, wajahnya terasa tak asing, tapi dimana ia pernah bertemu gadis itu?


Reihan terus memandangi gadis itu, ia sangat yakin pernah melihat gadis itu! Ahhh otaknya mulai bekerja ia sudah ingat siapa gadis yang diikuti Tuannya itu. Gadis itu adalah Maya! Ya ia sangat yakin karena kemarin dia baru saja mencetak foto Maya untuk menyebarkan pada anak buahnya.


Tapi untuk sementara ini ia tidak akan mengatakannya pada sang Tuan muda, ia harus memastikan dulu apakah gadis itu layak untuk menerima pertanggung jawaban tuannya, ataukah memang gadis itu pantas dihempaskan? Mengingat gadis itu bekerja di sebuah bar sebelumnya, bukan tak mungkin gadis itu akan memanfaatkan Raja.


"Kita pulang, Rei!" Ucapan Raja membuatnya bergegas menyalakan mesin mobil.


"Rei, apa kau mengenal gadis tadi? Kenapa aku merasa tidak asing dengan wajahnya?" Ucap Raja.


"Saya tak terlalu jelas melihatnya, Tuan! Jadi belum bisa memastikan apakah saya mengenalnya atau tidak!" Ucapnya berbohong.


"Matamu itu perlu diperiksa, Rei! Aku bahkan bisa melihatnya dengan jelas tadi!" Ucap Raja.


"Entah kenapa aku merasa familiar dengan wajahnya, tapi dimana aku pernah melihatnya. ya?" Ucap Raja berpikir keras.


Reihan hanya diam. "Maafkan saya, Tuan. Tapi saya harus pastikan dulu kalau gadis itu memang layak untuk anda!" Ucap Reihan dalam hati.


"Cari tau semua tentang gadis itu, aku mau laporannya segera!"


🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Mau kutambah satu bab lagi, gak? Like dan


komen dulu dong biar semangat akunya😘


__ADS_2