
10 tahun kemudian
Queenza telah tumbuh jadi gadis yg cantik. Saat ini ia sedang mencoba membujuk Bundanya agar mengijinkannya untuk mencari pekerjaan ke ibu kota, untuk membantu biaya pengobatan bundanya yg sedang sakit parah.
" Kau bisa mencari pekerjaan di kota ini saja, tak perlu ke jakarta, Za." Tolak Bundanya.
Queenza memeluk bundanya itu dari belakang menempatkan dagunya di bahu wanita paruhbaya itu. "Tapi bunda, di jakarta peluangku untuk mendapatkan pekerjaan jauh lebih besar, apalagi saat ini restoran tempat Alika bekerja sedang butuh karyawan, gajinya juga bisa berkali lipat dari pada di kota ini. Bunda aku ingin kau tetap bisa melanjutkan pengobatanmu hingga tuntas, aku ingin kau sembuh!"
"Bunda aku tau apa yg jadi kekhawatiranmu! jika kau takut aku akan kembali pada mereka, maka aku berjanji padamu, aku tak akan menemui ataupun mencari tau tentang mereka. Kau satu-satunya keluarga yg ku miliki, setelah ayah meninggal kita hanya bisa mengandalkan satu sama lain. Jadi kumohon, izinkan aku berjuang demi kesembuhanmu."
Dan setelah perdebatan cukup panjang kemarin, siang ini ia berangkat menuju ibu kota. Kota penuh kenangan tentang masa kecilnya.
Ia naik bus travel, berangkat dari terminal Lp.
Sepanjang perjalanan, dirinya menikmati pemandangan yg memanjakan mata.
" 12 tahun yg lalu, aku juga naik bus seperti ini, aku juga duduk di dekat jendela seperti ini. Bedanya duabelas tahun yg lalu, aku pergi meninggalkan jakarta menuju ke kota ini dan sekarang justru kebalikannya." Gumamnya dalam hati.
Ia tersenyum pahit mengingat masa itu.
"Bedanya dua belas tahun yg lalu, aku menangis sepanjang perjalanan, terus melihat kebelangku, berharap ada yg mengejarku dan membawaku kembali. Tapi sekarang aku sudah berhenti berharap!"
" Mami, Papi, Kak Raja, Bagaimana kabar kalian? Apa kalian masih mengingatku? Apa kalian merindukanku seperti aku merindukan kalian?"
"Mami, Papi, Kak Raja. Hari ini aku memutuskan untuk kembali, namun bukan untuk mencari kalian, bukan untuk menemui kalian. Aku kembali untuk memperjuangkan hidup bundaku, berjuang demi kesembuhannya! Semoga kalian selalu bahagia meski tanpa aku."
Ia terus terjaga hingga bus membawanya sampai di tempat tujuan, ia turun dari bus menengok ke kanan kirinya.
__ADS_1
"Za..."
Panggilan itu membuatnya menoleh kearah si pemilik suara. Itu Alika, Sepupu sekaligus sahabatnya.
Queenza berlari kecil menghampiri sepupunya itu, dan memeluknya.
"Akhirnya kamu bisa kesini juga, Za." Ucap Alika. "Aku sangat senang saat ibu bilang kamu akan datang, ayo taksi online nya sudah menunggu kita!" Ajak sepupunya lagi.
"Maaf, aku jadi merepotkanmu."
"Kamu ini gak berubah, ya. Masih aja gak enakkan sama saudara sendiri."
Dengan menumpangi taksi online, mereka pergi menuju rumah kontrakkan tempat Alika tinggal.
๐บ๐บ๐บ
Sementara itu di negri nun jauh disana seorang pria tengah berdiri di depan jendela kantornya, menatap foto masa kecilnya. "Sudah tiga tahun aku mencarimu, tapi masih belum bisa menemukan jejakmu. Mereka membawamu kemana, Queen? Bagaimana keadaanmu sekarang? Bagaimana caranya aku menemukanmu?" Foto dirinya bersama adik kecilnya yg tersimpan di galery ponselnya.
Jika suatu saat aku harus pergi dari kalian, berjanjilah, kau akan mencari, menemukan, dan membawaku kembali.
Kata-kata adiknya saat di taman kota terus terngiang di telinganya hingga saat ini, membuat rasa bersalahnya semakin kian membesar. "Aku akan menemukanmu, Queen! Aku berjanji!!"
" Kejutan!" Ucap seorang wanita disertai Pelukan dari belakangnya membuatnya mematikan ponsel dan menaruh kembali di sakunya. Ia berbalik tersenyum manis pada wanita di depannya. Raisa wanita yg mampu mengisi kekosongan dalam hatinya.
Ia bertemu dengan gadis ini enam tahun yg lalu, saat pertama berjumpa dengannya gadis itu terlihat tertekan meski senyum terukir di bibirnya menutupi dengan sempurna.
Belakangan ia tau kalau Raisa adalah anak perempuan satu-satunya dari salah satu keluarga berpengaruh di negri ini. Namun di keluarganya anak perempuan selalu di pandang sebelah mata, tak pernah di anggap berguna.
__ADS_1
Latar belakang kehidupan Raisa membuatnya tergugah, ada dorongan dalam dirinya untuk melindungi gadis itu, melihat sosok Raisa yg terpuruk saat itu mengingatkannya pada adiknya.
"Apa yg begitu menarik di ponselmu, huh? hingga kau terus menatapnya sampai tak menyadari kehadiranku!" Wanita cantik itu mengerucut manja, merasa kesal karena sang kekasih begitu fokus hingga tak menyadari kedatangannya.
Raja hanya tersenyum menanggapi celotehan wanita yg ia pacari lebih dari 5 tahun itu.
"Hanya urusan pekerjaan yg dikirim lewat email!" Ucapnya berbohong. Tapi sepertinya jawabannya kurang memuaskan "Aku harus memeriksanya jadi menatap ponsel lebih lama, apa kau sedang curiga padaku?" Ucapnya balik bertanya, tangannya membelai rambut bergelombang milik kekasihnya.
"Aku hanya takut kehilanganmu!" Ucap Raisa sambil menyerukkan wajah di dada bidang kekasihnya.
"Kalau begitu menikahlah denganku!"
Assalammualaikum semuanya๐๐
Cuman mau bilang terima kasih, sama semua yg udah sudi membaca tulisanku yg masih berantakan ini๐๐
Kemarin sempat Down karena harus merelakan 65bab hangus gitu aja karena akun ku gak bisa kebuka, tapi berkat kalian aku bisa semangat nulis lagi, walau harus publish ulang dari awal.
Itulah sebabnya ku putuskan isi ceritanya sedikit berubah, meski secara garis besar masih menceritakan tentang Queenza dengan segala kisahnya. Tapi disini ku bikin lebih detail ya biar gak bingung juga, kenapa bisa begini dan kenapa bisa begitu.
Dan biar enggak ngerasa ngulang juga.
Jadi ikutin terus kisahnya sampai akhir ya๐
Sekali lagi Terima kasih banyak๐
Love U buat kalian semua๐๐
__ADS_1
Mampir juga di novel ku yg lain semoga suka.