Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Drama Raisa


__ADS_3

Seorang wanita keluar dari mobil mewahnya dengan anggun, ia memandang rumah sederhana didepannya.


Rumah yang nampak asri dengan berbagai jenis bunga dan apotek hidup tumbuh subuh dihalamannya.


"Apa yang sebenarnya membuat gadis itu begitu istimewa dimatamu? Dia bahkan berasal dari kalangan bawah." Gumamnya meremehkan.


Ingatannya kembali pada kejadian saat ia dipaksa dipulangkan ke negara asalnya. Reihan asisten pribadi sang kekasih menyeretnya dengan kasar dan membawanya kembali ketempat penginapan.


Flashback On


"Kemasi semua barang-barang anda, Nona!" Bentak Rei saat sampai di penginapan.


"Aku tidak mau!" Tolaknya ketus.


"Kalau begitu jangan salahkan saya jika berbuat kasar pada anda!"


Lelaki itu menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengemasi semua barangnya, ia mencoba untuk menghalanginya namun percuma saja, ia kalah jumlah dan juga tenaga.


Reihan kemudian menariknya menuju mobil, dan memaksanya masuk.


"Pastikan dia naik ke pesawat dan kembali kenegaranya!" Seru Rei pada para bodyguard yang mengawalnya.


"Baik, Tuan!"


Dengan di kawal lebih dari sepuluh lelaki berbadan kekar ia dibawa kebandara, dan dipulangkan paksa.


"Sebaiknya anda menurut dan tidak kembali, Nona! Jangan pernah mengusik ketentraman Tuan muda, atau anda akan menyesalinya seumur hidup." Ucap kepala pengawal saat mengantarnya di bandara.


"Siapa yang mengusik ketentraman Tuanmu? Aku ini kekasihnya, wajar jika aku marah melihatnya bersama wanita lain! lagi pula aku yakin dia hanya sedang emosi, dan dia akan segera memintaku kembali." Ujarnya percaya diri. "Dan saat itu terjadi, akan kusuruh Raja memecat kalian dan Reihan brengsek itu!"


Pengawal itu tersenyum mengejek, "Sayangnya saya merasa hari itu tidak akan pernah datang." Ucap sang pengawal, menyulut Emosinya.


"Apa maksudmu, Hah?!" Hardiknya.


"Apa anda tidak bisa Melihat? kalau anda bukan lagi prioritas Tuan muda.Sekarang Nona Queen lah prioritas Tuan mudaku, dan anda sudah ia buang jauh dari memorinya." Ucap pengawal itu lagi dengan seringai menyebalkan.

__ADS_1


"Asal anda tahu, Tuan muda sudah mencari Nona Queen selama lebih dari lima tahun, dan sekarang dia sudah mendapatkannya, ia takkan perduli apapun lagi selain Nona Queen!"


"Tapi... Bukankah gadis itu adalah adiknya?" Tanyanya terbata.


"Ya, dan Tuan muda sangat menyayanginya, jadi saya sarankan kembalilah ke negara anda dan hiduplah dengan baik. Karena anda tidak akan menang jika dihadapkan dengan Nona Queen, Tuan muda pasti akan lebih memilihnya."


Ia terlalu shock hingga tak bisa menjawab lelaki itu lagi, ia memilih berbalik dan melangkah menuju tempat keberangkatan meski dengan hati hancur.


Benarkah apa yang dikatakan oleh pengawal itu? Apa kini kehadirannya benar-benar sudah tak memiliki arti bagi Raja?


Semua pertanyaan itu mengisi penuh pikirannya.


"Tidak! Itu tidak mungkin! Raja pasti akan datang dan mencegah kepergiaku sebentar lagi." Gumamnya menyanggah pikirannya sendiri.


Ia berbalik melirik kebelakangnya, Raja benar-benar tak muncul membuat hatinya perih, dan hancur. Ia berjalan gontai, airmata yang mengalir dipipinya menjadi bukti kehancurannya saat ini.


Tapi ia bukanlah orang lemah, ia kembali berbalik melihat sekelilingnya dan ia melihat para pengawal itu mulai melangkah menjauh.


"Kau pikir bisa mencampakkanku, Raja Pramudza! Jika kau mencampakkanku karena kehadiran gadis itu, maka akan kubuat gadis itu kembali menghilang dari hidupmu!"


Ia memesan kamar di hotel, kemudian menelpon seseorang yang dirasa bisa membantunya.


"Hallo." Ucap seseorang di balik telpon.


"Datanglah ketempatku, aku membutuhkan bantuanmu!"


Flashback Off


Bugh, tubuh seorang anak yang menabraknya membawanya kembali kemasa kini. Ia melangkah maju masuk kehalaman rumah itu kemudian mengetuk pintu rumah sederhana itu.


klik. Pintu terbuka dari dalam seorang wanita paruh baya keluar dengan kening mengkerut.


"Maaf, mau cari siapa, Ya?" Ucap wanita itu.


"Saya ingin bertemu dengan ibu kandungnya Queenza!" Ucapnya.

__ADS_1


"Saya Ibu kandung Queenza, ada apa ya?"


Tanya wanita itu heran.


"Boleh saya masuk? Ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan anda!" Ucapnya memasang wajah seramah mungkin.


"Tentu, mari silahkan masuk!"


Ia melangkah masuk, menyapukan pandangan keseluruh arah ketika wanita itu kembali dengan membawa nampan berisi segelas air dan beberapa camilan.


"Maaf hanya ini yang bisa saya sajikan." Ucap wanita paruh baya itu.


Ia tersenyum ramah, "Tidak apa-apa, ini lebih dari cukup."


"Anda tadi bilang ingin mengatakan sesuatu tentang putri saya? Maaf tapi bisakah anda katakan memangnya apa yang terjadi dengan putri saya?" Tanya wanita paruh baya itu.


"Sebenarnya saya datang kesinu untuk minta tolong pada anda!" Ucapnya dengan wajah yang dibuat sendu. Raisa sudah merencanakan ini dari sebulan yang lalu, dan sekarang ia akan memulai drama yang sudah ia rencanakan.


"Minta tolong, untuk apa?" Tanya Resha bingung.


Raisa memberikan ponselnya yang berisi video di villa, membuat wanita paruh baya itu membelalak tak percaya.


"Itu tidak mungkin, Nona! Tidak mungkin putri saya menjadi seorang simpanan." Ucap lemah Resha, ketika mendengar begitu banyak teriakan penghinaan dan hujatan terhadap putrinya.


"Saya tau anda pasti tidak percaya, tapi itulah kenyataannya." Ucapnya meyakinkan. "Putri anda sudah menjadi simpanan calon suami saya, pernikahan saya terancam batal karena putri anda."


Raisa beranjak dari tempatnya dan bersimpuh di kaki wanita paruh baya itu. "Kumohon, tolong nasehati putri anda agar tak mengganggu hubungan orang lain. Tolong aku Nyonya! Keluargaku bisa sangat malu jika pernikahan ini gagal." Ucap Raisa sembari menangis terisak di kaki Resha.


"Anda tenang dulu! Mungkin sudah terjadi kesalahpahaman, saya akan menelpon putri saya!" Ucap Resha tapi Raisa menolaknya.


"Tidak! Jangan menelponnya. Ikutlah denganku, agar kau juga bisa melihat sendiri apa ini kesalahpahaman atau memang kenyataan!"


Resha terlihat berpikir, ia sangat yakin bahwa putrinya tak mungkin melakukan hal seburuk itu.Tapi apa salahnya jika ia ikut dengan gadis ini dan membuktikan sendiri apakah yang dibilang gadis ini benar, atau hanya kesalahpahaman seperti yang ia pikirkan.


"Baiklah! Saya akan ikut denganmu!"

__ADS_1


__ADS_2