Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Kecewa


__ADS_3

Raja


Baru saja menyelesaikan rapat direksi yang membahas pemberian surat kuasa pada asisten pribadi sekaligus sahabatnya, Adrian.


Ia memutuskan untuk kembali ke indonesia, tempat kelahirannya untuk waktu yang belum bisa ia tentukan. Untuk itulah kendali perusahaan ia percayakan kepada Adrian selama ia berada di negara kelahirannya tersebut, meski tetap di bawah pengawasannya tentunya.


Ia kemudian masuk ke mobilnya menuju apartemen mewahnya untuk menyiapkan segala keperluannya selama di sana, Raja tidak suka ada orang yang menyentuh barang-barang pribadinya, dari itu ia selalu menyiapkan keperluannya sendiri.


🌺🌺


Hari sudah menjelang sore saat ia menyelesaikan semuanya.


Ada satu hal lagi yang harus dilakukannya.


Pagi tadi ia sudah menelpon Raisa untuk acara makan malam romantis, ia bermaksud untuk melamar Raisa sekali lagi.


Ia sudah mulai jengah, karna setiap kali pulang ke indonesia, Mami nya pasti akan bicara tentang pernikahan.


"Usiamu sudah 27 tahun, Ja. sudah cukup untuk berumah tangga. Kalau jodohnya sudah ada apalagi yang kamu tunggu." Ucap Maminya pada percakapan di telpon beberapa hari yang lalu.


Ia bingung, ia sebenarnya tak ingin memaksa Raisa untuk segera menikah, Namun desakkan orangtua untuk segera mengakhiri masa lajangnya juga sangat mengganggu.


Tepat pukul tujuh malam, disinilah Raja berada. Sebuah Restoran mewah yang sengja ia booking untuk makan malam romantisnya. Ia sudah memutuskan, ia akan menunggu Raisa menyelesaikan kontrak kerjanya, namun ia ingin membawa Raisa untuk ikut serta ke indonesia besok, Untuk ia kenalkan pada orangtuanya, agar tak ada lagi keluhan dari orangtuanya tentang pernikahan.


Jalan tengah yang sepertinya tak akan merugikan siapapun, bukan? Dia tak perlu memaksa Raisa untuk menikah sekarang, dan satu sisi ia juga akan menyenangkan hati orangtuanya terutama Maminya, dengan memperkenalkan calon istrinya.


Ia juga akan menceritakan tentang niatnya untuk mencari adik kecilnya, selama ini yang Raisa tau adiknya adalah Friska meski Raisa tahu hubungannya dengan Friska tidak sedekat kakak beradik lainnya.


Mereka cukup akrab karena beberapa kali mereka sempat bertemu saat Friska liburan di negara ini. Raisa selalu menawarkan apartemennya untuk tinggal Friska selama disini.


Itulah sebabnya, Maminya mengetahui hubungannya dengan Raisa dari Friska.

__ADS_1


Raja tersenyum begitu melihat Raisa datang. Dres berwarna peach dengan kerah sabrina itu menempel sempurna di tubuh langsingnya,menampilkan lekuk indah tubuh Raisa.


Ia segera bangun dari duduknya, berjalan menyambut sang kekasih.


Raja menarik kursi untuk kemudian mempersilahkan kekasihnya itu duduk.


Senyum terus terkembang di bibir ranum kekasihnya itu, kelihat semua hidangan yang tertata di meja. Juga lilin-lilin yang menambah kesan romantis makan malam ini.


"Kau menyukainya?" Tanya Raja.


"Tentu. Ini .... Kau membuatku merasa spesial."


"Ya, Ini memang makan malam spesial, untuk orang yang spesial." Bisik Raja di telinga Raisa, membuat gadis itu mendongak menatap sang kekasih, ia kembali berdiri mensejajarkan tubuh mereka.


"Terima kasih, karna selalu membuatku merasa spesial." Ucap Raisa tulus.


Sejenak mereka terhanyut dalam tatapan penuh cinta, sebelum kemudian mendekatkan wajah mereka. Raja sedikit menunduk agar bisa menyatukan bibir mereka.


Keduanya tenggelam dalam kenikmatan bertukar saliva, hingga oksigen yang yang terasa berkurang membuat mereka menyudahi ciuman mereka.


"Pulang?" Tanya Raisa, dan Raja mengangguk. "Kenapa mendadak?"


"Aku merindukan keluargaku, dan ada pekerjaan juga disana." Jawabnya pasti.


"Berapa lama?"


"Aku tidak tahu, bisa seminggu, sebulan atau mungkin setahun." Jawab Raja lagi, membuat kening Raisa berkerut.


"Kenapa begitu, Ja? Kenapa kamu tidak bisa memastikan kapan kamu kembali?" Tanya Raisa heran.


"Karena mungkin saja aku juga akan menetap disana." Ucap Raja lagi.

__ADS_1


"Lalu bagaimana denganku? Dan perusahaanmu?" Cecar Raisa lagi.


"Itulah sebabnya aku menyiapkan makan malam ini, Raisa ikutlah denganku ke indonesia."


Mata Raisa membulat sempurna mendengar kata-kata kekasihnya, " Ja... aku sudah bilang kalau...."


"Aku tau!" Potong Raja cepat. "Aku tidak sedang memaksamu untuk menikah denganku! Aku akan rerap menepati janjiku, aku akan menunggumu sampai siap menikah."


"Lalu maksudmu ikut ke Indonesia?" Tanya Raisa lagi.


"Aku ingin kau ikut denganku, bertemu dengan keluargaku. Mamiku sudah mengetahui hubungan kita dari Friska, dia menyuruhku untuk membawamu turut serta dan aku tak ingin mengecewakannya." Ucapnya menjelaskan.


"Ja.. Aku..." Ucap Raisa menggantung.


"Kenapa? Apa kali ini Kau juga ingin menolakku?" Geramnya melihat reaksi jekasihnya yang tak menunjukan raut bahagia sedikitpun.


"Bu..bukan begitu, aku sangat ingin ikut denganmu, tapi besok adalah hari penting Untukku. Besok ada penghargaan model terbaik, dan ayah dipastikan hadir disana sebagai tamu kehormatan, aku ingin.." Kalimatnya terhenti begitu melihat raut wajah Raja yang dingin.


"Jadi bagimu, acara itu lebih penting daripada bertemu dengan orangtuaku?" Ujarnya dingin.


"Tolong mengertilah, Ja. Ini satu-satunya kesempatan untuk menunjukan diriku di depan ayahku."


"Aku mengerti, Sa! Aku sangat mengerti." Ucap Raja "Aku mengerti kalau hubungan kita tak lebih penting dari kariermu, aku sangat mengerti kalau kebahagiaan orangtuaku bahkan tak lebih berharga dari ambisimu untuk unjuk diri di depan orangtuamu." Ucap Raja, rasa kecewa tak dapat disembunyikan dari wajah tampannya.


"Ja... aku sungguh tak pernah berpikir seperti itu." Ucapnya dengan suara yang mulai tercekat, Ucapan Raja seperti menghantam dadanya yang meninggalkan sesak.


" Sekarang aku tak akan meminta apapun lagi, Sa. lakukan apa yang ingin kau lakukan!


Dan aku akan melakukan apa yang seharusnya kulakukan." Ucapnya sembari berbalik dan meninggalkan Raisa namun tangan Raisa menahannya.


"Tunggu, apa maksudmu, Ja?" Tanya Raisa.

__ADS_1


Raja melepas tangan kekasihnya itu dan berkata. "Sepertinya kita harus berpikir ulang, tentang hubungan kita, Sa. Jujur aku mulai Ragu apa kau serius dengan hubungan ini."


Raja kembali melangkah menuju arah keluar dari restoran itu dengan kecewa, meninggalkan Raisa yang masih mematung mencoba mencerna semua yang di ucapkannya.


__ADS_2