Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Bukankah gadis ini...


__ADS_3

Alika


Ia baru saja sampai di gang komplek untuk pergi menuju resto tempatnya bekerja ketika sebuah mobil berhenti di depannya.


Seorang pria yang dikenalnya keluar dari mobil berwarna silver itu. "Mau berangkat kerja? " Tanya lelaki itu. Ia mengangguk, "Aku kesini..."


"Tak perlu mengantarku, aku sedang buru-buru." Ucapnya ketus. memotong apapun yang ingin di bicarakan pria itu.


"Kenapa kau sangat percaya diri, kalau aku akan mengantarmu." Ucap lelaki itu. Membuat pipinya memerah seketika.


"Kalau begitu minggir, aku akan cari ojek." Ia baru melangkah ketika tangan lelaki itu meraihnya memberikan sesuatu.


"Apa ini?" Tanyanya, ia membuka kepalan tangannya, kunci motor. pikirnya.


"Itu kunci motormu." Ucap lelaki itu, dan saat itu juga sebuah mobil box berhenti kemudian seseorang turun dari mobil dan menurunkan motor matic yang mirip dengan motor maticnya yang dulu.


"Ini bukan motorku!" Ucapnya menatap pria di depannya.


"Kalian boleh pergi!" Ucap pria itu pada dua pria yang menurunkan motor tadi.


"Hei...ku bilang ini bukan motorku." Ucap Alika lagi.


"Ini memang bukan motormu, tapi bukankah motor ini lebih bagus daripada motormu?" Ucap Pria itu santai.


"Maksudmu?" Tanyanya curiga.


"Aku sengaja membelikan motor baru agar kau bisa lebih nyaman."

__ADS_1


"Lalu motorku, kau apakan?" Tanya Alika lagi.


Pria yang ia ketahui bernama Rega itu, mengangkat bahunya, "Di buang, mungkin."


"Dibuang?" Bentak Alika. "Kau tahu betapa berharganya motor itu bagiku? Kau tahu betapa susahnya aku mendapatkan motor itu?" Teriaknya, membuat Rega kini menatapnya heran.


"Bukankah harusnya dia senang?" Tanyanya dalam hati.


"Motor itu sudah rusak sebelum kecelakaan itu terjadi, ditambah dengan kecelakaan itu membuatnya makin parah. Akan sangat beresiko kalau kau tetap memaksa memakai motor itu. Itu sebabnya aku membelikanmu motor baru." Ujar Rega menjelaskan. "Lagipula apa istimewanya motor butut itu?" Ucapnya lagi membuat bolamata gadis itu membesar.


"Orang kaya sepertimu, takkan bisa mengerti.


Motor yang kau bilang butut itu adalah barang pertama hasil jerihpayahku, dan kau seenaknya saja membuangnya. Dasar orang kaya." Umpatnya dengan airmata yang mulai berlinang. "Kau bawa kembali motormu, aku tidak menginginkannya." Ucapnya sembari memberikan kembali kunci motor yamg di berikan Rega kemudian berlalu.


Rega mengejar gadis itu tapi sebuah motor sport berhenti tepat di depan mereka. "Belum berangkat, Al?" Tanya si pengendara motor, Alika memincing, si pengendara motor itu membuka kaca facenya membuat alika langsung mengenalinya. Reihan lelaki itu adalah Reihan karyawan baru di Resto tempatnya bekerja. "Reihan, aku pikir siapa." Ucapnya.


"Kau bisa terlambat jika tidak berangkat sekarang." Ucap pria bernama Reihan itu.


"Aku bisa memberi tumpangan kalau kau mau." Ujar Reihan lagi.


"Tidak! Dia akan pergi bersamaku!" Ucap Rega yang kini berada diantara mereka. "Ayo, sebelum kau terlambat." Ucap Rega lagi menarik tangan Alika lagi tapi Alika menepisnya.


"Aku gak mau pergi sama kamu." Ucapnya melepas tangan Rega, kemudian berbalik dan naik di jok belakang motor Reihan.


"Ayo, Rei. Kita harus pergi atau kita akan terlambat." Ucap Alika, ia sungguh masih kesal pada Rega.


"Maaf kami pergi dulu." Ucap Reihan, sembari menjalankan motornya, meninggalkan Rega yang geram melihat perlakuan Alika padanya. " Sial, siapa pria itu?"

__ADS_1


🌺🌺🌺


Di Perusahaan Pramudza Group Raja sedang memeriksa beberapa dokumen penting yang harus ia tandatangani. Notifikasi pesan dari ponselnya membuat pria itu berpaling dari tumpukan dokumen itu, membuka Foto dan video yang di kirimkan Reihan ke ponselnya.


"Tuan muda, ini adalah Foto dan video gadis yang anda cari, salah satu dari gadis ini adalah anak dari wanita bernama Resha itu."


Pesan dari Reihan segera ia balas dengan panggilan, "Kau yakin satu diantara mereka adalah adikku? Darimana kau mendapatkan informasi ini?" Ujar raja, begitu telpon diangkat oleh Reihan.


"Saya sedang mencoba untuk memastikannnya Tuan, saya sedang mendekati salah satu dari mereka ternyata salah satunya bekerja di resto kita." Ucap Reihan, "Saya akan memastikan yang mana dari mereka dan saya akan segera melaporkannya pada anda."


"Good job, Reihan. Aku menanti informasi berikutnya." Ucap Raja, kemudian menutup panggilan itu, ia membuka satu persatu foto yang dikirim oleh Rei, matanya terbelalak merasa tak asing dengan salah satu gadis di foto itu. "Bukankah gadis ini...."


Ingatannya kembali saat ia menemani Maminya ke Mall, ya..ia yakin ini adalah gadis yang sama yang menolong Maminya saat itu.


"Gadis itu mengingatkan Mami pada adikmu." Ucapan Mami saat itu kembali terngiang, mungkinkah gadis yang ditemuinya saat itu memang benar adiknya?


Ia menaruh ponselnya dan bergerak kedekat jendela kaca berukuran besar yang menghadap kearah belakang gedung, hiruk pikuk aktifitas syuting sedang di lakukan disana. Namun... ada sesuatu yang membuatnya tak bisa berpaling dari kaca besar itu, Gadis itu... gadis itu berada disana, berdiri memperhatikan suasana syuting.


Dari lantai tiga tempatnya berada sekarang ia bisa melihat jelas keberadaan gadis itu, tapi untuk apa gadis itu berada disana? Apa ia salah satu crew? Tidak, jika gadis itu salah satu crew disana ia tentu mengetahuinya.


Jadi ia memutuskan untuk turun, memastikan sendiri siapa gadis itu,dan kenapa gadis itu berada disana, sekaligus mencari tau apa dia gadis yang dicarinya selama ini? Apakah dia adalah Queen adik kecilnya?


Raja terus melangkah mengabaikan sapaan para karyawan yang melihatnya seolah tergesa, hingga ia berada tepat di belakang gadis itu.


Ia melangkah perlahan mendekati tempat gadis itu berdiri, kemudian mensejajarkan dirinya dengan gadis itu.


"Apa kau salah satu crew disini?" Pertanyaan yang sebenarnya konyol karena ia tau jelas kalau gadis itu bukanlah crew.

__ADS_1


Gadis itu menoleh, namun tak menjawab. Gadis itu hanya memandangnya, dengan tatapan yang... entah harus ia artikan apa, tapi... ada rasa membuncah di hati Raja ketika pandangan mereka bertemu.


Mata gadis ini... itu mata Queenza


__ADS_2