
Alika membuka matanya perlahan, tubuhnya terasa terhimpit membuatnya kesulitan untuk bergerak.
Deg.
Matanya membulat sempurna begitu menyadari keberadaan wajah tampan yang berada tepat di depannya, sejenak ia terpesona dengan salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna itu.
Tapi akal sehatnya segera mengambil alih saat tersadar ia berada di tempat tidur yang sama, dengan posisi berpelukan bersama lelaki yang tak halal untuknya.
"Aaaaaa....." Teriaknya seraya refleks mendorong tubuh lelaki itu hingga terjungkal dari ranjang.
Ia segera membuka selimut memeriksa keadaan tubuhnya, lalu menghembus nafas lega saat melihat pakaiannya masih lengkap. Sementara sang lelaki memegangi dahi yang sempat terantuk tembok akibat ulah Alika.
"Ada apa denganmu, huh?" Gerutu Rega kesal.
"Kenapa tidur ditempatku, memelukku pula." Ucapnya tak kalah sengit.
Rega menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal, "Aku ketiduran semalam!" Ucapnya, mengingat kejadian tadi malam yang membuatnya berada di tempat tidur yang sama dengan Alika.
"Lagipula itu tempat tidurku, jadi wajar aku tidur disana." Lanjutnya, membuat gadis itu mencoba mengingat kejadian malam tadi.
"Jadi... kau pria yang menyelamatkan aku semalam?" Ucapnya, setelah ingat kejadian apa yang menimpanya.
"Iya! Dan bukannya berterima kasih, kau malah menganiayaku!".Gerutunya. "Dan kenapa kau bisa berada disana? Kupikir kau masih di Villa bersama Za?" Tanyanya, penasaran.
"Semalam Kak Raja menyuruh Reihan mengantarku pulang kekostan, tapi... aku minta turun ditengah jalan. Aku baru sadar kalau aku sama sekali tidak mengenal tempat itu." Ucapnya menceritakan, "Dan sialnya aku malah bertemu dengan pria-pria brengsek itu." Sambungnya sedikitkesal.
Rega mengangguk-anggukan kepalanya, "Jadi kau bertengkar dengan kekasihmu?"
__ADS_1
Alika menggeleng. "Dia itu bukan kekasihku, dia mendekatiku hanya untuk mendapatkan informasi tentang Za." Ucapnya. "Ahhh bodohnya aku percaya begitu saja padanya." Keluhnya.
"Kau menyukainya?" Tanya Rega.
Gadis itu membulatkan mata menyadari sesuatu. "Eh, kenapa aku jadi bercerita padamu."
"Tak masalah aku siap mendengarkan, dan bahkan kalau kau butuh pelukan dengan senang hati aku akan memberikannya." Ucap Rega merentangkan kedua tangannya serta menaik turunkan alisnya
"Modus." Cibir Alika sambil melemparkan bantal pada Rega. Sementara lelaki itu hanya tertawa.
Alika hendak bangun dari tempat tidurnya, "Uhhh" Ia melenguh saat merasakan sakit di kakinya, membuat Rega sigap mendekat. "Lututmu luka! Mungkin semalam kau terjatuh." Ucap Rega. "Kau mau kemana? Biar kubantu."
"Aku mau ketoilet, Aku mau numpang mandi, ya. Badanku rasanya lengket semua." Ucap Alika.
"Ayo! Aku akan membantumu." Ucap Rega.
Rega menghela nafas. "Jangan salah faham, maksudnya aku akan membantu berjalan ke kamar mandi. Bukan membantumu mandi." Ucap Rega, membuat kedua pipi Alika memanas.
Alika tak menolak saat Rega memapahnya menuju kamar mandi.
"Tunggu sebentar disini." Ucap Rega. begitu sampai di depan kamar mandi.
Ia melangkah menuju walk in closed, tak berapa lama ia kembali membawa peralatan mandi dan handuk baru.
"Ini semua baru, kau bisa memakainya." Ucap Rega sembari memberikan Handuk dan peralatan mandi itu padanya.
"Terima kasih."Ucapnya. membuat pria itu tersenyummenggoda. "Tapi Jika kau butuh bantuan untuk menggosok punggungmu misalnya, Aku juga bersedia" Goda lelaki itu.
__ADS_1
"Tidak usah! Terima kasih tawarannya." Ucap Alika ketus, sembari menutup pintu dengan sedikit keras, membuat pria itu tergelak.
"Kenapa dia selalu menyebalkan?" Sungutnya di balik pintu.
đşđşđşđş
Sementara itu, Reihan baru saja dipanggil ke ruang kerja Tuan mudanya. "Ada apa denganmu, Rei? Kau sudah dua kali mengecewakanku." Keluh sang Tuan muda. Dan ia hanya bisa menjawab dengan permohonan maaf.
"Aku tak butuh permohonan maafmu! segera cari Alika, kau harus Ingat orang yang penting bagi Queen, itu berarti penting juga bagiku." Ucap Raja.
Ia mengangguk, "Saya akan segera menemukannya, dan membawanya kemari hari ini juga." Tekadnya.
"Harus! Semalam aku bisa memberikan alasan, kalau Alika kelelahan dan memilih untuk tidur di kostannya. Tapi jika hari ini dia tidak datang, Queen akan curiga."
Ia kembali mengangguk, "Kalau begitu saya permisi, Tuan."
Ia menghela nafas begitu keluar dari ruang kerja atasannya itu. Ia mengusap kasar wajahnya, "Aku harus mencarimu kemana, Al." Gumamnya Frustasi.
Kekhawatirannya bukan sebatas karna desakan dari.Raja tapi juga perasaan bersalah pada gadis itu yang masih terus menggelayut di fikirannya.
Pertemuan dan kedekatan mereka beberapa bulan kebelakang, cukup membuat gadis itu punya tempat tersendiri di hatinya, hidupnya terasa lebih berwarna sejak mengenal gadis periang dan juga cerewet itu.
Namun kebenaran tentang dirinya sebagai asisten yang ditugaskan untuk mencari informasi membuat gadis itu salah faham, mengira sikap hangatnya selama ini hanyalah cara untuk menggali informasi darinya.
Meski tak bisa ia pungkiri tujuan awalnya mendekati Alika memang untuk itu, tapi seiring berjalannya waktu gadis itu menempati ruang kosong di hatinya.
Ia kembali melangkah menuju tempat mobilnya berada, mencari Alika adalah tujuannya saat ini. Namun baru saja ia hendak membuka pintu mobil, sebuah mobil mewah keluaran terbaru memasuki halaman rumah Tuan mudanya, dan yang lebih mengejutkan gadis yang turun dari mobil itu adalah seseorang yang ia cari sejak semalam.
__ADS_1
Gadis itu turun dari mobil dengan dibantu seorang pria yang tak asing untuknya, seketika hatinya terasa berdenyut nyeri melihat kedekatan mereka.