
Sah??
Sah!!!!
Sebuah kata yang menggema di seantero rumah Za, menghalalkan sepasang kekasih itu. Disusul ucap syukur dari seluruh keluarga Pramudza dan Prasetya.
Helaan napas lega terdengar dari bibir kedua mempelai, "Alhamdulillah, sekarang kalian sudah sah sebagai suami istri!" Ucap Penghulu. "Silahkan, bisa dicium tangan suaminya, Nak Za!" ujar penghulu.
Za meraih tangan lelaki yang baru saja mengikrarkan ijab-kabul atas dirinya itu, ia menunduk untuk mencium punggung tangan suaminya, sesaat kemudian tangan kiri inder menyentuh ubun-ubunnya seraya melafalkan doa setelah akad, kemudian mencium keningnya.
Usai doa terpanjat, penghulu memberi sedikit wejangan pada mereka berdua, dilanjutkan dengan acara sungkem pada Mami, papi dan bundanya dan juga orang tua Inder.
"Selamat ya, Za!" Ucap Alika seraya meluk sepupunya itu.
"Makasih, Al!"
"Selamat ya, akhirnya kamu udah sah jadi adik iparku." Sahut Ivana, bergantian memeluknya.
"Makasih kak Vana!"
"Selamat ya, Bro! Akhirnya perjuangan lo gak sia-sia." Ujar Rega pada Inder.
"Tanks, Bro."
"Selamat Inder, sekarang kamu sudah jadi seorang suami, itu berarti tanggung jawabmu sudah bertambah dan kamu harus bisa menjaga istrimu." Ujar Andra kakak tertua Inder.
"Pasti Bang! Makasih."
Acara berlanjut dengan resepsi sederhana, Za mengganti pakaiannya dengan dress putih. Dengan didampingi oleh Ivana dan Alika ia berjalan menuju tempat resepsi yang bertempat di halaman samping rumahnya.
Sorak-sorai para tamu mengiringi setiap langkahnya, sedang dipelaminan sana Inder sudah bersiap menyambut pengantinnya,
senyum tak pernah lepas dari bibir keduanya membuat siapapun bisa melihat sebahagia apa mereka saat ini.
Inder mengulurkan tangannya memberikan buket bunga yang sedari tadi ia pegang. Dan langsung mendapat sambutan dari Za, membuat suasana menjadi semakin riuh dengan tepuk tangan dan sorak para tamu kini mereka berdua sudah berdiri di depan semua tamu undangan dengan bibir yang tak berhenti merekah.
Pembawa acara meminta mereka mengucap satu dua kata sebagai sambutan.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk kedua orangtua saya!" Ucap Inder. "Terima kasih sudah mau melamarkan Za untukku" Ucapnya sungguh-sungguh.
"Apapun untukmu, Nak!" Jawab ayah Rangga.
"Dan terima kasih untuk Mami dan Papi karena sudah mengijinkan saya meminang putri cantik kalian, Dan untuk Bunda Resha terima kasih banyak karena sudah melahirkan gadis secantik Za, juga terima kasih untuk semua restu kalian!" Ucapnya.
Inder tersenyum, lalu melanjutkan kata-katanya."Dan terimakasih untuk semua yang sudah hadir hari ini, kebahagiaan kami tak akan lengkap tanpa kalian semua." Ucap Inder. ia lalu mamandang Za "Apa kau ingin mengucapkan sesuatu, Sayang?" Tanyanya membuat gadis itu menunduk malu.
__ADS_1
Za menggeleng. "Tidak."
Ia mengembalikan micropon, pada pembawa acara. Keduanya saling memandang penuh cinta.
"Cium... cium...cium" Cetus seseorang yang memancing seruan semua orang.
"Cium...cium..."
Za menggeleng tak setuju saat Inder menatapnya meminta persetujuan, meski sudah halal ia tak seberani itu apalagi ada kedua orang tuanya juga kedua orangtua Inder.
Tiba-tiba suara petir mulai terdengar disusul hujan tanpa aba-aba yang turun dengan derasnya, sontak semua tamu berlari mencari tempat untuk berteduh.
Dengan sigap Inder membuka jasnya untuk memayungi Za agar tak kebasahan.
Za merenggut, ia sedikit kecewa karena pesta harus usai lebih cepat, padahal ia pesta bertema outdoor seperti ini sudah jadi impiannya.
"Ada apa, Za? Kenapa wajahmu murung begitu." Tanya Inder, melihat kekecewaan diwajah istrinya.
"Tidak apa-apa, ayo kita juga berteduh nanti kau sakit!" Ucap Za, sembari melangkah.
Namun, langkahnya terhenti begitu Inder menggenggam tangannya.
Pria itu membiarkan jasnya terhempas oleh angin, mendekati Za lalu mengusap lembut wajah cantik yang sudah kebasahan itu. Za mematung saat pria itu mendekatkan wajah mereka, membiarkan jarak diantara mereka terpangkas.
Inder mengusap lembut bibir ranum itu, memancing sorak sorai para tamu.
"Lagi..lagi...lagi...lagi" Teriakan semua tamu membuat Za menunduk, namun sedetik kemudian... Cup.
Giliran Za mengecup lembut bibir Inder membuat suasana sakin riuh, Za hendak menjauhkan wajahnya namun pria itu menarik tengkuknya menenggelamkannya dalam sebuah ciuman yang dalam dan menghanyutkan, membuatnya ikut menikmati dan mengikuti alur kenikmatan yang ditawarkan Inder, mengabaikan berpasang-pasang mata yang kini menyaksikan kemesraan mereka.
Za membuka matanya ketika Inder mengakhiri ciuman mereka dengan sebuah kecupan di seluruh wajahnya yang di iringi tepuk tangan para tamu yang membuatnya menyadari bahwa dirinya masih berada ditengah-tengah banyak orang.
"Astagaa! Kau membuatku malu Inder!" Bisiknya kesal.
"Tak perlu malu, sayang! Kita sudah sah melakukannya!" Ucap Inder santai. sembari merangkul bahu Za.
Kini tiba saatnya pelemparan bunga semua pria dan wanita lajang sudah bersiap di depan pengantin.
Dengan membelakangi merela Za melempar buket bunganya.
Hap. Rega dan Alika menangkap bunga itu secara bersamaan membuat suasana kembali riuh menggoda mereka berdua.
"Apa ini berarti kita berjodoh?" Goda Rega dengan menaik turunkan kedua alisnya.
"Enak saja, kau ambil saja sendiri dan berikan pada jodohmu!" Sungut Alika, seraya memberikan buket bunga itu pada Rega.
__ADS_1
Reaksi Alika justru memancing Rega untuk semakin menggodanya. "Ayolah Al, apa yang kurang dariku." Ujar Rega dengan wajah memelas.
"Wahh Bun, sepertinya abis ini ada yang minta dilamarin lagi." Timpal Ayah Rangga.
Membuat semua orang kembali tergelak dan menggoda Alika.
Za memandang semua pemandangan ini dengan bibir yang melengkung, ia benar-benar bahagia melihat semua orang bisa berada disampingnya saat hari bahagianya.
Dan... andai saja kakaknya juga ada di sini tentu kebahagiaannya akan terasa semakin sempurna.
Hai...hai...hai, Inder sama Queenza dah Nikah nih! Gimana? Suka gak?
Maaf untuk yang dukung Queen sama Raja jika kalian kecewa dengan akhir cerita ini.
Dari awal bikin kisah ini aku emang udah mikirin semua alurnya sampai di bab terkhir nanti, jadi maaf karena keterbatasanku aku gak bisa memuaskan kalian semua.
Tapi tenang Raja juga udah kusiapkan jodohnya, pokoknya gak akan ada sad boy di ceritaku, jadi mungkin Bab berikutnya kita akan bahas pencariannya Raja ya!
Dan Untuk kisahnya Rega dan Alika, ku skip dulu ya, ada rencana mau kupisah di novel lain, karena kisah mereka bakalan panjang.
Semoga kalian semua selalu ada dalam lindungan allah Subhanawataala, slalu dilimpahkan rezeki dan kesehatan.
Makasih banget buat kalian semua yang udah dukung aku sampai tahap ini. dukungan kalian sangat berarti buatku๐
Sebagai wujud terima kasihku nih kukasih bonus Foto-foto pernikahan Za-Inder.
Tankyou so much an Lov you All๐๐๐
__ADS_1