
Inder dan Za sudah kembali keibukota, kemarin mereka bahkan mengadakan pers converence mengenai pernikahan mereka, sekaligus mengundang media untuk hadir di resepsi mereka.
Dan sedari siang tadi mereka sudah disibukkan dengan berbagai macam persiapan untuk resepsi malam nanti, terutama Za.
Dari tadi siang ia sudah melakukan berbagai treatment untuk membuatnya tampil sempurna nanti malam, dan sekarang Ivana sudah mulai merias wajahnya dengan dibantu Maya.
"Anda cantik sekali, Nona!" Puji Maya begitu riasan Za sudah selesai.
"Ini karena kalian yang hebat, hingga membuatku menjadi cantik seperti ini." Ucapnya merendah.
"Sudah-sudah, ayo kita keluar Za! Suami bucinnmu itu pasti sudah tidak sabar untuk melihat istri cantiknya." Ucap Ivana.
Dengan didampingi oleh Ivana dan Maya, Za melangkahkan kakinya menuju tempat acara resepsi digelar.
Baru keluar dari ruang rias, sudah ada seseorang yang tengah menunggunya didepan pintu. "Boleh saya bicara sebentar dengan adik saya?" Ucap Raja.
Za menatap Ivana untuk meminta izin, walau bagaimanapun ia juga punya hal yang harus diselesaikan dengan kakaknya itu.
Ivana mengangguk paham. "Kami tunggu didepan, ya!" Ucapnya sebelum berlalu dan mengajak Maya pergi bersamanya.
Raja memandang Maya sekilas sebelum mengalihkan perhatiannya pada sang adik, Ia akan menyelesaikan masalahnya dengan gadis itu, tapi nanti. Saat ini dia ingin memperbaiki hubungannya dengan sang adik lebih dulu.
Sejak kemarin ia sudah memikirkan banyak hal, dan seperti yang dikatakan Maminya, kalau semua kejadian yang menimpanya bisa jadi adalah teguran atas sikapnya selama ini.
__ADS_1
Ia boleh saja kehilangan kesempatan untuk memiliki Za sebagai pendampingnya, tapi masih bisa memilikinya sebagai seorang adik.
Dan bukankah pengorbanan adalah wujud tertinggi dari sebuah rasa cinta? Jadi kenapa ia tidak bisa mengorbankan perasaannya demi kebahagiaan adiknya.
Cukup lama mereka hanya saling memandang dalam keheningan, "Kau sangat cantik malam ini, Queen!" Ucap Raja memecah keheningan diantara mereka.
Za tersenyum, airmata yang sudah mengintip di sudut matanya segera ia seka. "Kakak juga terlihat sangat tampan!" Balas Za, menahan diri untuk tak menangis.
Raja terkekeh kecil, "Suamimu bisa cemburu dan menghajarku kalau tau kau memujiku." Ujarnya.
Za mengangguk pelan, "Makannya Kakak jangan tersinggung, kalau aku tak bisa memujimu di depannya, dia sangat cemburuan!" Sahut Za.
Raja tersenyum getir, "Apa kau mencintainya, Queen? Apa kau yakin akan bahagia bersamanya?" Tanya Raja Lagi.
Za mengangguk pasti, "Dia pasti akan bisa membahagiakanku, Kak. Lagipula seperti yang Kakak tau dia sangat mencintaiku, dia pasti tidak akan pernah menyakitiku." Ucapnya meyakinkan.
"Queen!"
"Hemz?"
"Aku juga ingin minta maaf atas kelakuanku tempo hari! Aku tidak bermaksud..."
"Aku tau?" Pangkas Za. "Dan aku sudah lama memaafkan Kakak!" Ucapnya, membuat Raja menatapnya sendu.
__ADS_1
"Terima kasih sudah memaafkanku." Ucap Raja menahan diri untuk tak memeluk adiknya itu. "Semoga kau berbahagia dengan pernikahanmu."
Za mengangguk. "Amiin. Kuharap Kakak juga bisa mendapatkan kebahagiaan Kakak!" Ucapnya.
"Aamiin." Ucap Raja. "Ayo sebaiknya kita keluar sebelum suamimu berpikir macam-macam!"
Za mengangguk setuju, ia menggamit tangan Kakaknya menggelayut manja seperti yang sering dilakukannya. "Kakak mau kan mendampingiku kesana? Dari akad kemari aku selalu berharap Kakak akan datang mendampingiku menuju pelaminan." Ucap Za, dengan airmata yang sudah tak bisa ditahan lagi.
Raja memejamkan matanya, kemudian mengangguk pelan. "Ayo biar kuselesaikan tugas terakhirku sebagai seorang Kakak." Ucap Raja, ia mengusap lembut wajah cantik Za yang kini sudah basah, "Kalau suamimu melihatmu menangis begini dia bisa berpikir kalau aku menyakitimu lagi."
Za menghapus airmatanya "Aku menangis karena aku sangat bahagia." Ucapnya.
Raja mengulurkan tangannya, mereka keluar menuju tempat resepsi akan dilaksanakan, dengan bergandengan tangan senyuman tak pernah lepas dari bibir Queenza, malam ini Tuhan melengkapi kebahagiaannya.
Acara resepsi pernikahan Queenza dan Inder berjalan dengan lancar dan meriah beberapa artis bahkan secara sengaja mempersembahkan lagu sebagai kado untuk pernikahan mereka.
đşđşđşđşđşđşđş
Maya menatap Raja dari kejauhan, "Apa pria itu sama sekali tak mengingatku?" Gumamnya.
Ia menghela napas panjang, "Kenapa juga aku berharap dia mengingatku, bukankah orang kaya seperti mereka memang terbiasa melakukan cinta satu malam? Lagipula, lelaki itu tidak rugi apapun setelah kejadian malam itu, dia pasti justru senang saat melihat wanita yang sudah ditidurinya menghilang!
Sebuah panggilan di ponselnya membuatnya menepi dari keramaian, ia melihat nama pemanggil di layar dengan wajah heran.
__ADS_1
"Assalamualaikum, Bibi."
"Maya cepat pulang, ibumu masuk rumahsakit!"