Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Recana manis Rega


__ADS_3

Rega merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu rumah Inder, ia baru selesai menemani lelaki itu pulang syuting. Ia tersenyum mengingat kejadian beberapa hari lalu saat merawat Alika di rumahnya.


Ahhhh memikirkan gadis itu saja membuatnya tersenyum sendiri, Entah ada apa dengannya tapi kehadiran Alika benar-benar membuat hidupnya terasa berwarna.


Ia suka semua yang ada pada gadis itu, bahkan keketusan gadis itu malah membuatnya merasa tertantang. Padahal selama ini dia sering gonta-ganti pacar tapi tak ada satupun yang mampu membuatnya terus teringat pada salah satu diantara mereka, tapi gadis ini.... dia berbeda.


Entah ia benar-benar jatuh hati atau memang hanya penasaran pada gadis itu, tapi yang jelas saat ini ia menginginkan gadis itu.


Sebuah ide yang muncul kepalanya membuat senyumnya terbit, "Ya, kenapa aku tidak melakukannya saja, kalau Inder saja bisa mendapatkan gadis pujaannya dalam waktu beberapa bulan bukankah satu tahun lebih dari cukup untuk mendekatinya, dan menjadikannya milikku."


Ia mengangguk pasti, otaknya mulai merangkai rencana yang akan ia realisasi kan esok hari.


🌺🌺🌺🌺🌺


Alika baru saja akan pulang dari resto tempatnya bekerja, ia sedang menunggu taksi online yang ia pesan ketika sebuah mobil berhenti tepat di depannya.


Alika mengerutkan kening, "Tidak mungkinkan taksi online pake mobil semewah ini." Ucapnya dalam hati.


Seorang pria membuka pintu mobil itu dan tersenyum padanya. "Hai kita bertemu lagi." Sapa lelaki itu dengan senyum manisnya. "Sepertinya kakimu sudah sembuh." Tanyanya.


Alika mengangguk, "Iya, terima kasih untuk semua bantuanmu saat itu." Ucapnya tulus.


"Sama-sama! Bisa kita bicara sebentar." Ucap lelaki itu lagi. "Bagaimana kalau bicara didalam." Lanjutnya, menunjuk resto tempatnya bekerja.


Alika mengangguk, ia mengekor dibelakang lelaki yang tak lain adalah Rega. Rega mengedarkan pandangan keseluruh arah, "Resto ini lumayan juga, berapa mereka membayarmu?"


"Maaf, kau bicara apa barusan?" Ucapnya mengerutkan alisnya hingga hampir menyatu.


"Aku tanya berapa gajimu disini?!"


"Berapapun gajiku tak ada hubungannya denganmu." Ucap Alika berubah ketus.


Ada apa dengan pria ini? "'Batin Alika.


"Tentu ada!" Jawab Rega.

__ADS_1


"Hah? Maksudmu."


Memberikan sebuah kunci motor dengan gantungan kunci berbentuk Hati yang sangat Alika kenali. "I...iini..."


"Kunci motormu, dan motornya sudah diantar kerumahmu." Ucap Rega membuatnya menatap pria itu.


"Tapi bukankah kau bilang motorku...?"


"Apa kau benar-benar berpikir aku membuang motormu?" Tanya Rega, Gadis itu mengangguk membuatnya terkekeh.


"Apa aku terlihat sekejam itu, aku hanya merasa motor itu sudah tak layak pakai, jadi kuputuskan memberikanmu motor baru saja dari pada mengembalikan motor bututmu yang bisa saja mencelakakanmu."


"Saat itu aku pikir kau akan senang, tapi ternyata aku salah! Kau lebih menyukai motor bututmu itu jadi aku menyuruh mekanik untuk memperbaikinya."


Alika merasa terenyuh dengan kata-kata lelaki didepannya.


"Ternyata dia lelaki baik juga, aku benar-benar sudah salah menilainya." Batin Alika.


"Terima kasih" Ucapnya tulus.


Ia mengangguk, "Iya tentu, berapa yang harus kubayar? Aku akan membayarnya setelah mendapatkan gajiku bulan ini." Ucap Alika.


"Selisihnya pasti tak terlalu jauh kan? mobilnya saat itu kan hanya tergores."


"Kau tenang saja, aku sudah merinci semuanya." Ucap Rega sembari menyodorkan sebuah kertas pada gadis itu.


Alika membuka kertas yang terlipat itu, matanya terbelalak melihat deretan angka didalam kertas nota itu.


"Seratus juta! Apa kau bercanda kenapa bisa sebanyak itu." Ucap Alika terbata, "Mobilmu hanya sedikit lecet dan tergores saat kecelakaan itu, kenapa tagihannya bisa sebanyak ini? Apa kau sedang mencoba menipuku?"


"Nona, kau menuduhku menipumu? Aku bisa melaporkanmu kepolisi. Mobilku itu adalah mobil sport yang diimpor langsung dari luar negeri jadi jika terjadi kerusakan sekecil apapun ya alatnya juga akan diimpor langsung dari sana jadi harganya agak sedikit mahal."


Alika masih terdiam ia benar-benar tak tau harus berkata apa.


"Dan aku ingin kau membayarnya lunas dalam tempo satu minggu!" Rega melanjutkan kata-katanya dengan santai.

__ADS_1


"Satu minggu?! Apa kau gila, Hah, darimana aku dapatkan uang seratus juta dalam waktu satu minggu." Pekik Alika.


"Aku tidak mau tahu, lunasi dalam satu minggu, atau kukirim tagihannya pada orangtuamu dikampung!" Ucap Rega. Membuatnya segera menggeleng.


"Tidak, Jangan kirim ke orang tuaku." sergahnya.


"Bisa mati kena serangan jantung, jika sampai ayah dan ibuku tau anaknya punya hutang segitu banyak." Batin Alika.


"Huhhhh ku ralat ucapanku tadi, dia bukanlah lelaki baik! dia lelaki kejam, perhitungan dan menyebalkan."


"Tapi aku punya penawaran untukmu." Ucap Rega membuyarkan lamunan Alika.


"Penawaran apa?" Tanyanya.


"Kau bisa bekerja padaku, selama satu tahun dan aku akan menganggap hutangmu lunas." Ucap Rega percaya diri.


Alika tampak berpikir, "Boleh aku pikirkan dulu?" Tawarnya.


"Ku berikan waktu lima menit untuk berpikir."


"Hah! Lima menit? Yang benar saja."


"Apa-apaan dia, ngasih waktu untuk berpikir hanya lima menit dia pikir ini kuis." Gerutu Alika dalam hati.


"Waktumu habis! Jadi putus kan!"


"Hah! Aku bahkan belum sempat berpikir." Sungutnya.


"Lalu kau diam tadi sedang apa? kukira kau sedang berpikir." Cibir Rega. "Sudah, jangan banyak alasan. Aku bukan Inder yang bisa super sabar, sekarang katakan apa keputusanmu? Bekerja padaku selama satu tahun, atau bayar kerugianku dalam satu minggu?"


Alika mendengus sebal lelaki ini benar-benar tak memberinya pilihan, haruskah ia menerima penawaran lelaki ini? Tapi jika ia menolak, dari mana ia akan mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu satu minggu?


"Bagaimana?"


"Huhhhh baiklah aku akan bekerja padamu!" Ucapnya.

__ADS_1


Rega tersenyum penuh kemenangan setidaknya sampai sini rencananya cukup berhasil untuk membuat gadis itu selalu dekat dengannya n


__ADS_2