Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Semua ini demi kebaikanmu


__ADS_3

Alika masuk ke cafe tempat Rega mengajaknya bertemu hari ini. Sejujurnya ia sangat malas bertemu dengan pria itu namun apa daya, sebuah janji pada Inder yang belum sempat tertunaikan membuatnya harus bertemu pria menyebalkan itu lagi.


Matanya menyisir seluruh resto hingga ia melihat seseorang melambaikan tangan padanya. Ia menghampiri orang itu.


"Maaf membuatmu menunggu lama." Ucapnya begitu sudah ada di depan lelaki itu.


"Tak apa! Aku selalu punya waktu untuk menunggumu seumur hidupku" Ucap lelaki itu menggoda.


Ia memutar bola matanya menanggapi ucapan lelaki itu. "Hei kau tak bisa diajak bercanda ya." Ucap Rega terkekeh.


"Aku datang kesini bukan untuk bercanda denganmu."


Kini mereka duduk Berhadapan. "Baiklah-baiklah, ayo kita mulai serius." Ucap lelaki itu. "Jadi apa hubungan Za dengan Raja pramudza sebenarnya?" Ucap Rega dengan mimik muka yang serius.


"Mereka ...adik kakak!" Jawabnya.


"Aku tau soal itu, yang aku ingin tau bagaimana bisa mereka jadi adik kakak? Inder bilang saat makan malam itu, mereka bahkan tak saling sapa, dan sekarang mereka jadi adik, kakak? Bukankah itu aneh?" Ucap Rega.


"Apanya yang aneh?" Alika menghela nafasnya sebelum melanjutkan kata-katanya. "Queenza dan Raja pramudza adalah saudara yang baru bertemu setelah bertahun-tahun berpisah."


"Hah? Maksudnya?"


"Queenza adalah anak angkat Keluarga pramudza, tapi itu dulu... sebelum akhirnya dia dipisahkan dengan keluarga itu."


"Tunggu! Gue masih gak paham."

__ADS_1


"Intinya Queenza itu putri kecil keluarga pramudza yang di ceritakan nyonya pramudza malam itu! Itulah sebabnya Za sangat syok saat tau keluarga pramudza menyangka dia sudah tiada." Ucapnya menjelaskan.


Rega menyandarkan tubuhnya pada kursi, sebuah informasi yang membuatnya cukup kaget. Lalu dia teringat sesuatu, ia mengeluarkan ponselnya membuka galeri foto dan menunjukannya pada Alika.


"Apa lo tau siapa gadis kecil ini?" Tanya Rega sambil menunjukan foto di ponselnya.


Alika memandang foto itu, dalam sekali lihat pun ia tau foto siapa itu.


"Itu foto Za, saat masih kecil" Jawabnya membuat lelaki itu terbelalak.


"Kau yakin?"


"Tentu, dia dibawa bibiku diusia 8 tahun dan wajahnya sama persis dengan di foto itu hanya agak sedikit lebih besar." Ucapnya lagi meyakinkan. "Kenapa?" Tanyanya kemudian.


"Inder... ternyata gadis yang selama ini kau cari selalu berada di dekatmu!" Gumam Rega pelan.


🌺🌺🌺🌺


Sementara itu Queenza sedang duduk di ayunan rotan di taman belakang vila keluarganya.


Matanya menerawang entah kemana, sudah hampir seminggu dia berada di tempat ini, dan sudah seminggu juga ia melakukan rutinitas yang sama setiap harinya. Bosan, ia mulai merasa bosan dan juga kesepian.


"Sedang melamunkan siapa Queen?" Tanya Raja yang kemudian duduk di sebelahnya.


"Tidak melamunkan siapa-siapa."

__ADS_1


"Lalu kenapa adikku yang cantik ini, duduk sendirian disini?" Ucap Raja.


Queenza membenarkan duduknya dan menatap sang kakak. "Kakak, kapan kita kembali ke kota?" Tanyanya membuat kedua alis Raja mengkerut.


"Kau tidak bahagia tinggal disini?"


Ia menggeleng, "Bukan seperti itu, hanya saja, bukankah ada banyak pekerjaan yang harus kakak lakukan? Dan aku juga harus kembali bekerja, lagipula aku kesepian disini." Keluhnya.


Raja menghela nafasnya, "Kakak bisa melakukan pekerjaan kakak dari sini, dan untuk pekerjaanmu? Kakak tidak ingin kau bekerja lagi dengan artis itu."


"Kenapa? Aku suka bekerja disana, dan dia juga selalu baik padaku." Ucap Za.


"Queen dengarkan kakak, mulai sekarang kau tak perlu bekerja pada siapapun lagi. Ada kakak disini, kakak yang akan memenuhi semua kebutuhanmu."


"Tapi kak"


"Kakak belum selesai!" Ucap Raja memotong perkataan Za. "Jika yang kau khawatir tentang ibumu, Kakak juga akan bertanggung jawab untuk pengobatannya. Jadi kakak mohon turuti permintaan kakak, dan satu lagi kakak ingin kau melanjutkan pendidikanmu! Dan kakak tak mau menerima penolakan."


"Semua ini demi kebaikanmu, jadi tolong turuti kakak." Ucap Raja penuh penekanan.


Meski masih ragu pada akhirnya Za mengangguk, membuat Raja tersenyum. "Itu baru adikku."Ucapnya lagi. "Mau jalan-jalan disekitar desa?"


Za mengangguk, Raja menggandeng tangan adiknya itu mengajaknya berkeliling desa, menikmati pemandangan pedesaan yang asri.


Dan tanpa mereka sadari seseorang sedang mengamati mereka dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2