Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Za diculik


__ADS_3

Maya ikut pergi makan siang bersama kedua calon mertuanya, ada sesak yang terasa makin menghimpit saat Raja malah menyuruhnya ikut makan siang bersama orang tuanya alih-alih meminta untuk tetap tinggal bersamanya menemani Queenza.


Haaaahhhhhh... ia menghela nafasnya dengan berat seraya mengaduk-aduk makanan yang ada didepannya. "Kenapa aku jadi banyak berharap padanya." Gumamnya mengeluh.


Sebuah notifikasi pesan masuk keponselnya, Nama Raja yang muncul sebagai pengirim membuat bibirnya kembali melengkung. Ia segera membuka pesan itu.


📩- Aku langsung ke kantor! Papi menyuruhku menemaninya untuk rapat direksi!


Pesan yang ditulis oleh calon suaminya itu membuat senyumnya lenyap seketika. "Dia bahkan tak berniat pamit secara langsung padaku." Keluh Maya.


"Apa yang kau pikirkan, Maya! Dia bukanlah Ardi yang tulus mencintaimu! Dia hanya lelaki asing yang terpaksa harus menikah denganmu. Jadi, berhentilah berharap lebih darinya!" Batin Maya.


Maya segera menghapus setetes air mata yang lolos kepipinya saat melihat sang calon mertua berjalan menghampirinya. Ia harus tetap tersenyum, tak ada yang boleh tau kalau ia sedang memendam kesedihan.


"Mami sudah selesai?" Tanyanya pada Mami Maura yang baru saja kembali dari toilet.


"Sudah." Jawab Mami Maura. "Kau tidak menghabiskan makananmu?" Tanyanya Mami kemudian saat menyadari makanannya masih utuh.


"Aku sudah kenyang, jadi sudah tak bisa makan lagi." Ucapnya seraya tersenyum. "Apa Mami mau langsung pulang? Atau kembali kekamar Za?" Tanyanya pada Mami Maura.


"Inder menelpon Mami dan meminta Mami menemani Queenza, ia harus mengurus kepulangan Za dari rumah sakit. jika kau mau pulang, kau bisa pulang duluan." Ucap Mami.


"Za sudah boleh pulang?" Tanyanya antusias. Dan Mami Maur mengangguk. "Kalau begitu, aku akan mememanimu, Mam."


Baru mereka hendak beranjak pergi, seseorang tak sengaja menabrak Maya dan menumpahkan minuman hingga membuat pakaiannya kotor.


"Maafkan saya, Nona. Saya benar-benar tak sengaja!" Ucap orang itu.


"Tidak apa-apa.".Ucap Maya.


"Apa kau perlu ke toilet dulu, May?" Tanya Mami Maura.

__ADS_1


"Tidak perlu, Mam! Biar kubersihkan ditoilet kamar rawat Za saja." Ucapnya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Mami Maura dan Maya baru sampai di kamar rawat Za. "Maaf harus merepotkan kalian lagi, Mam, Maya." Ucap Inder.


"Tidak apa-apa, Sayang. Queen putri Mami tentu Mami dengan senang hati menjaganya. Sedang apa dia sekarang?"


"Za baru diberikan obat, jadi dia tertidur sekarang."


"Ya sudah! pergilah, biar kami yang menjaga istrimu." Ucap Mami Maura, yang diangguki oleh Inder.


"Aku bersihkan ini, dulu ya Mam!" Cetus Maya, seraya masuk ke kamar mandi yang berada didalam kamar rawat Queenza.


🌺🌺🌺🌺🌺


Sore harinya Za sudah diizinkan pulang, bersama Mami Maura dan Maya, Inder meminta mereka menunggu sedang dirinya mengambil mobil yang memang terparkir agak jauh karena parkiran rumah sakit saat itu cukup penuh.


"Siapa kalian?" Pekik Mami Maura.


Bruk salah satu diantara lelaki itu mendorong keras Mami Maura, membuat nya terjatuh. dengan sigap Maya mencoba menolong Mami Maura. "Mami tidak apa-apa?" Tanyanya sedikit panik.


"Jangan perdulikan Mami! Za lah yang mereka incar!" Pekik Mami Maura saat melihat mereka menarik paksa kursi roda Za.


"Tolong!!" Pekik Za.


Beberapa penjaga mencoba menolong sayangnya para lelaki itu berhasil melumpuhkan mereka.


Maya dan beberapa orang yang berniat menolong, kembali mundur saat salah seorang dari mereka menodongkan pistolnya di kepala Za.


"Mundur, atau gadis ini mati!" Tegas lelaki bermasker itu.

__ADS_1


Mereka membopong tubuh Za dan memaksanya masuk kedalam mobil, kemudian mereka masuk dan melajukan mobilnya dengan cepat.


"Za...!" Teriak Mami Maura.


Maya melihat sekitarnya, sebuah motor matic yang terparkir sembarangan didepan lobby rumah sakit membuatnya segera bergegas. "Telpon Inder dan Raja, aku akan menyusul mobil itu!" Ucapnya pada sang mertua seraya segera menaiki motor dan untungnya kunci motor masih tergantung hingga membuatnya segera tancap gas mengejar mobil jip tadi.


Maya menjalankan motor itu dengan kecepatan maksimal, tapi tetap menjaga jarak dari mobil pelaku penculik Za, agar mereka tak curiga diikuti.


Mobil itu terus melaju mengarah kepemukiman kumuh. "Mereka mau membawa Za kemana?" Gumamnya heran.


"Siapa mereka? Kenapa mereka menculik Za? Apa yang sebenarnya mereka inginkan dari Za?" Ia terus bertanya-tanya dalam hati, Maya melambatkan motornya ketika mobil itu mulai melambat dan memasuki halaman sebuah rumah. Rumah itu terpisah jauh dari pemukiman warga.


Maya menghentikan motornya agak jauh, ia mengendap bersembunyi di balik tanaman rimbun, mengamati gerak-gerik para penculik itu.


Seorang lelaki keluar disusul oleh lelaki lainnya, salah satunya membopong tubuh Za yang nampak terkulai tak sadarkan diri.


Mereka masuk kerumah itu, lalu keluar lagi dan meninggalkan tempat itu, kecuali dua orang lelaki bertubuh tegap tetap tinggal dan berjaga di luar rumah.


"Rumah siapa ini?" Gumam Maya.


Maya merogoh ponsel yang terasa bergetar, panggilan dari Raja! Tapi untuk saat ini ia tak mungkin mengangkat panggilan itu, Ia cukup dekat dengan rumah itu dan jika ia memaksa menjawab, suaranya bisa saja terdengar para penjaga dan ia bisa tertangkap.


Jadi Maya memutuskan untuk menolak panggilan itu dan mengirimkan pesan.


Maya makin merangsek memaksa tubuhnya masuk kedalam tanaman rimbun saat mendengar suara mesin mobil yang mendekat.


Dan dugaannya benar, mobil itu berhenti di rumah itu, dua orang keluar dari mobil sport mewah itu.


Astagaaa! Ia berusaha untuk tak memekik saat melihat Friska adalah salah satu dari mereka. "Apa yang akan dilakukan Friska pada Za? Tuhan ....kumohon bantu aku untuk bisa menyelamatkan Za!"


Maya mengendap-endap, semakin mendekatkan dirinya pada rumah itu, ia bersembunyi dibalik mobil Sport dan langsung masuk begitu melihat penjaga itu lengah.

__ADS_1


Ia menghela napasnya lega saat berhasil masuk kedalam rumah besar itu, tapi baru beberapa langkah. Buk! Seseorang memukul kepalanya dari belakang membuatnya limbung dan tak sadarkan diri.


__ADS_2