Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Pesta Za 3


__ADS_3

"Aku tidak setuju!"


Ucapan Raja membuat semua orang mengalihkan perhatian padanya, termasuk Inder! Yang kini menatapnya dengan rahang yang mengeras.


"Apa maksudmu, Hah!!" Hardik Inder.


"Tenang dulu, Inder!" Rega mencoba menenangkan sahabatnya.


Suasana yang awalnya riuh dengan tawa dan canda itu mendadak tegang..


"Kenapa kau tidak setuju Queenza menikah dengan Inder? Apa yang kurang darinya?" Cecar Rendy menuntut penjelasan.


Raja tak langsung menjawab, ia sedang mencari jawaban yang tepat dan masuk akal. Tidak mungkin ia bilang kalau dia keberatan adiknya menikah dengan lelaki manapun! Apa yang akan dipikirkan orang tuanya nanti.


"Maksudku... Queen baru saja masuk kuliah aku ingin dia fokus pada kuliahnya dulu." Alasan yang akhirnya keluar dari mulutnya. "Aku tak mau nanti kuliahnya terganggu karena urusan rumah tangga!" Imbuhnya menegaskan.


"Huh!" Inder mendengus kesal, namun sepertinya para orangtua bisa menerima alasan yang diberikannya, mereka terlihat mengangguk-anggukan kepala.


"Aku setuju dengan yang Raja katakan!" Ucap Rangga yang langsung mendapat protes dari sang putra.


"Yah!"


"Kamu hanya harus bersabar sampai Za lulus kuliah, Nak!" Tukas sang Ayah.


"Tapi, Yah. Za bisa tetap kuliah walau sudah menikah denganku."


"Bersabarlah sebentar lagi, Inder! Jangan sampai semua keinginanmu untuk menikahi Za justru menjadi penghalang untuk meraih impiannya." Ujar sang Bunda seraya menepuk bahunya.

__ADS_1


Inder tak lagi mendebat, ia lebih memilih pergi. Tatapan tajam ia layangkan pada pemuda yang kini tersenyum penuh kemenangan, sebelum kemudian menabrak bahu pemuda itu dengan sengaja lalu melanjutkan langkah meninggalkan semua orang yang menatapnya.


Za menatap punggung lelaki yang pergi dengan penuh amarah itu, wajahnya terlihat khawatir namun untuk menyusulnya ia juga tak bisa. Dan semua itu tak lepas dari perhatian dua pemuda yang berada didekatnya.


"Aku susul Inder dulu ya, Yah!" Cetus Rega seolah mengerti kegelisahan wanita di depannya.


"Iya! Susul lah saudaramu, dan beri penjelasan padanya."


Rega mengangguk, ia menatap dan tersenyum pada Za, menyuruh gadis itu untuk tenang kemudian melangkah pergi menyusul sahabatnya itu.


Za hendak mengekor dibelakang Rega namun sepasang tangan kekar mencegahnya. "Tetaplah disini! Ini acara yang dibuat khusus untukmu, tak baik meninggalkan acara hanya untuk menghibur kekasihmu itu." Ucap pelan Raja, namun berhasil membuat gadis itu kembali diam ditempatnya.


"Maaf, kalau ucapan saya menyinggung putra anda Om!" Ucap Raja sopan, matanya memandang pada pria paruh baya didepannya namun tangannya tak lepas menggenggam tangan adiknya.


Rangga menggeleng, "Tidak! Apa yang kau ucapkan benar, hanya saja anak itu sepertinya sedang terlalu sensitif." Sanggah Ayah Rangga, kemudian menatap Rendy.


"Dia itu gak pernah dekat dengan perempuan, sekalinya ada yang cocok pingin buru-buru, Inder...Inder." Sahut Bunda Arini seraya menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan kelakuan putra bungsunya.


"Gak papa, itu tandanya dia ingin langsung berhubungan serius, dan bukankah itu jauh lebih baik." Tukas Maura yang diangguki yang lainnya.


Suara tawa para orangtua kembali bergema tapi tidak dengan gadis itu, matanya masih menatap arah pergi kekasihnya tadi meski pria itu sudah tak terlihat lagi.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Acara makan malam dan ramah tamah sudah usai, satu persatu tamu undangan sudah pulang termasuk keluarga Inder.


"Jangan khawatir! Inder memang seperti itu, ia akan segera menghubungimu saat pikirannya sudah tenang." Hibur Bunda Arini saat berpamitan pulang tadi.

__ADS_1


"Lagipula ada Rega bersamanya, Inder pasti akan aman." Sambungnya lagi.


Keluarga Prasetya menjadi tamu terakhir yang pulang dari rumah ini.


Za menghela nafasnya lega, ia ingin segera keluar mencari keberadaan Kekasihnya itu, ia harap lelaki itu belum pergi dari rumah ini.


Sedari tadi ia mencoba tersenyum membalas semua ucapan perpisahan dari dari semua tamu orangtua nya, meski hatinya terus saja gelisah memikirkan Inder.


Ia sudah menyisir seluruh rumahnya hingga halaman belakang, tapi tak kunjung menemukan lelaki yang ia cari.


"Apa dia sudah pulang?" Batinnya gelisah.


Ia mencoba menghubungi nomor Pria itu namun tak kunjung mendapatkan jawaban, sampai seseorang menepuk bahunya dari belakang.


"Kau sedang apa disini, Queen?"


Happy reading guys๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Maaf kemarin gak bisa up, ada kesibukan di Rl yang gak bisa kutinggalkan, sebagai gantinya ku kasih double Up, mau?


Dukung aku dengan like dan komennya dulu dong๐Ÿ˜˜ kalo mau ngasih gift juga boleh banget tuh๐Ÿ˜‚ Pengennya minta vote tapi diriku sadar karya ku belum sebagus itu buat minta vote kalian๐Ÿ™ˆ


Makasih untuk semua dukungannya,๐Ÿ™ semoga tidak bosan ngawal Queen sampai ketemu takdir cintanya๐Ÿ˜˜


Kalian dukung Queen sama siapa nih? Sama Raja atau Inder atau mungkin ada yang dukung Queen sama Mike.


Salam terlove untuk kalian semua๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2