Takdir Cinta Queenza.

Takdir Cinta Queenza.
Kecemasan Inder


__ADS_3

Inder masih sarapan bersama kedua orangtuanya, ketika Rega menelponnya.


"Gue ngirimin lo video!" Ucapnya begitu telpon ia angkat.


"Video apaan?"


"Cepet buka kalau gak mau nyesel!" Titahnya, membuat Inder mematikan panggilan lalu membuka file yang ia kirimkan.


"Astagaa!" Pekiknya. membuat sang Bunda menoleh.


"Ada apa Inder?" Tanya Bunda khawatir.


"Gak ada apa-apa, Bun. Inder pergi dulu ya!" Ucapnya seraya beranjak meninggalkan meja makan dan menuju mobilnya.


"Apa Za sudah tau tentang ini? Astagaa dia pasti sangat terpukul difitnah seperti ini." Gumamnya pada diri sendiri.


🌺🌺🌺🌺🌺


Berulang kali ia mencoba menghubungi gadis itu, tapi nomornya sama sekali tak aktif.


Mobil yang dikendarainya berhenti di sebuah Hotel bintang lima miliknya, Ia bermaksud menemui Rega untuk mengkonfirmasi video ini.


Ia melangkah masuk dengan tergesa, bahkan semua karyawan menunduk sopan setiap berpapasan dengannya, ia abaikan.


"Inder?" Panggil seseorang membuat langkahnya terhenti.


Ia berbalik mendapati Alika disana. "Mau ketemu pak Rega?" Tanyanya.


"Iya dia dimana?"Tanyanya.


"Diruangannya! Maaf, kenapa kau terlihat begitu terburu-buru?"


"Al, apa Za tadi pergi kekampus?" Tanyanya.


"Kalian belum bertemu? Kau belum menghubungi Za?" Tanya balik Alika.


"Sudah kucoba, tapi ponselnya mati!" Keluhnya, wanita itu mengerutkan keningnya mencoba mengingat.


"Saat aku pergi tadi dia masih sarapan, sih! Tapi sepertinya dia memang ada kelas pagi ini. Memangnya kenapa? Kau terlihat sangat khawatir, apa ada masalah?" Tanyanya bertubi-tubi.


Inder menggeleng ragu, "Semoga saja tidak!" Harapnya.


"Kau membuatku takut Inder!" Ucap Alika, "Tolong katakan ada apa sebenarnya dengan Za?" Desak Alika.


Percakapan mereka terhenti begitu sampai di ruangan bertuliskan Direktur Utama. "Suruh Rega keruanganku." Titah Inder, kemudian berlalu menuju ruangan disebelahnya.


Alika menepuk jidatnya, "Bagaimana bisa aku lupa, kalau Inder adalah pemilik hotel ini, dan sedari tadi aku menyebutnya hanya dengan nama saja." Rutuknya.


Alika mengetuk pintu, kemudian masuk keruangan Rega setelah dipersilahkan.

__ADS_1


"Maaf, Pak. Pak Inder meminta anda keruangannya." Ucapnya membuat pria itu mendongak dan segera beranjak.


Pria itu menghentikan langkahnya tepat disampingnya, lalu Cup.


Pria itu mengecup pipi kirinya membuat kedua bola matanya membesar. "Apa yang anda lakukan?" Hardiknya marah.


"Itu hukumanmu, karena memanggilku dengan sebutan Pak." Jawab pria itu santai.


"Maksud Anda?" tanyanya tak mengerti.


"Bukankah kemarin kita sudah sepakat, tentang panggilan untukku!" Ucap Rega, tersenyum penuh arti.


"Apa yang ia bicarakan adalah tentang panggilan sayang itu? Astaga pria ini benar-benar gila, mana ada karyawan yang memanggil bosnya dengan kata sayang!" Batin Alika.


"Tapi kemarin itu aku hanya bercanda, Pak!" Ucapnya menjelaskan.


Cup. Sekali lagi Rega mencium pipi sebelah kanannya.


"Pak, jangan sembarangan cium- cium orang!" Bentaknya marah.


"Kau benar-benar ingin kucium, ya?" Ucapnya seraya mendekatkan wajah mereka.


Hampir saja bibir lelaki itu menyentuh bibirnya, namun ia segera menutup bibirnya dengan kedua tangannya. "Jangan! Baiklah, aku tidak akan memanggilmu, Pak lagi!" Katanya panik.


"Jadi, mulai sekarang kau akan memanggilku apa?" Tanyanya sambil menyeringai lebar.


"Sa...yang, seperti keinginanmu." Ucap Alika pasrah.


"Dasar bos sinting! Disana sahabatnya sedang cemas dan panik, dan dia masih sempat-sempatnya mengerjaiku!" Batin Alika.


"Ayo, kau ikut keruangan Inder, kurasa kau juga perlu tau karena ini menyangkut sepupumu, Queenza!" Ujar pria itu, dan Alika menurut, ia mengekor dibelakang Rega.


Mereka masuk kedalam ruangan Inder, pria itu sedang fokus menatap layar laptopnya. "Siapa yang dengan tega, mengedit dan menyebarkan video ini." Geramnya, dengan mata yang tak lepas dari layar laptop.


Rega menghampiri sahabatnya itu. "Apa kau menemukan video lain?"


Inder mengangguk, "Lo lihat ini, Ga. parah banget!" Ujarnya, seraya menunjukan video yang sedari tadi ia lihat.


Alika yang penasaran ikut mendekat dan melihat video itu. Matanya terbelalak melihat caption yang ditulis disana.


Video itu diberi judul.


Inikah Rasanya Jadi Pelakor!


"Astagaa!" Pekiknya. Adegan video itu adalah kejadian di rumah yang mereka tinggali, saat Bunda Resha datang dan menampar Za.


Sebuah kesalahfahaman yang benar-benar dimanfaatkan dengan sangat baik oleh si perekam, video itu berisi saat tragedi penamparan dan juga perdebatan diantara Za dan Bundanya.


Dan dapat dipastikan video itu diambil dari kejauhan, dan sengaja men Zoom wajah Za, tapi wajah Bunda Resha dan Raja di blur sedemikian Rupa, video sengaja dipotong bagian itu saja, dan suara di dalam video juga dirubah sedemikian rupa hingga terdengar seperti Bunda Resha sedang memarahi Za dan menyuruhnya meninggalkan suaminya.

__ADS_1


Sudah sangat jelas, si pembuat dan penyebar video ini ingin menghancurkan nama baik, Za!


Alika menghela nafas, rasanya begitu sesak membaca banyaknya hujatan dikolom komentar yang menyudutkan sepupunya.


"Kenapa ada orang yang sejahat itu!" Keluhnya.


"Gue harus nyari, Za! semoga saja dia belum melihat kedua video ini." Ucap Inder. "Ga, batalkan semua syuting gue hari ini, gue pergi dulu!" Sambungnya, sembari beranjak keluar dari ruangan itu.


Alika masih terpaku pada layar laptop yang masih menampilkan satu video lainnya, seperti yang pertama, wajah Za lah yang disorot jelas, meski divideo ini semua suara hujatan itu asli tanpa editan.


"Mengapa begitu banyak orang yang ingin menjatuhkan Za? Padahal selama ini aku tahu betul, dia tak pernah menyakiti orang lain." Gumamnya yang masih bisa didengar oleh Rega.


"Kau jangan khawatir, aku akan membantu Za semampuku."Ujar Rega pada wanita itu.


🌺🌺🌺🌺🌺


Inder melajukan mobilnya menuju kampus Za, Ia kembali berusaha untuk menghubungi kekasihnya itu.


"Kau dimana, Za? Kenapa ponselmu kau matikan?" Keluhnya putus asa.


Inder memutuskan untuk keluar dari mobil dan mencari Za didalam, baru saja ia menutup pintu mobil, matanya sudah melihat Raja bersama beberapa bodyguardnya.


Raja menyadari keberadaannya, mata tajam mereka saling bertemu.


Inder menghampiri pria itu dengan amarah yang seakan ingin meledak, baginya pria didepannya ini adalah salah satu penyebab kemalangan yang menimpa kekasihnya.


"Kau sudah puas?! Semua kelakuanmu pada Za yang berlebihan itu tak hanya membuat kesalahfahaman tapi juga menghancurkan adikmu secara perlahan!" Geramnya.


"Jaga bicara anda, Tuan!" Seru Reihan.


"Kenapa? Kau tidak terima aku menyalahkan Tuanmu?" Tanyanya pada Reihan.


"Kalau saja dia memperlakukan Za, ku. dengan wajar, semua Kesalahfahaman di vila itu tidak akan terjadi, dan semua video itu tidak akan ada!"


"Ini semua salahnya!" Ucap Inder dengan menunjuk Raja.


"Tuan anda sudah keterlaluan!" Ujar Reihan lagi.


"Biarkan Rei! Dia benar semua ini terjadi karena kesalahanku." Ucap Raja.


"Bagus kalau kau mengakuinya. Dan jika terjadi sesuatu dengan Za ku, aku akan buat perhitungan denganmu!"



Raja



Queenza

__ADS_1



Inder


__ADS_2