TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 100. Apa Yang Sedang Kamu Lakukan Diana ?


__ADS_3

Hanya butuh beberapa menit, Windi dan Anggi tiba di pos depan. Guntur yang sedang tugas piket malam ini mendekati adik dan ponakannya. "Mana ponsel Abang?" tanya Guntur.


"Ini Bang.." jawab Anggi kemudian menyerahkan ponsel ditangannya.


"Teteh lu di rumah?" tanya Guntur lagi sambil membuka ponsel di tangannya.


"Iya Bang..Teteh ada di rumah,"


"Syukurlah kalau begitu. Bilangin Mak ntar Abang pulang untuk makan malam di rumah"


"Iya Bang, nanti Anggi sampein," sahut Anggi sambil pamit pulang.


"Kita pulang ya Bang..,"


"Iya..hati-hati di jalan,"


Selepas Anggi dan Windi pergi, Guntur membuka ponselnya kemudian memeriksa beberapa aplikasi di ponselnya. Tidak ada yang berubah. Semuanya masih seperti saat terakhir Guntur memakai ponselnya.


Tiba-tiba...ting..pesan masuk dari seseorang.


[Lu makan malam di rumah nggak ?, ini Mak masakin sayur bening bayam sama bandeng].


Pesan WA dari Mak. Membaca postingan Mak, Guntur langsung merasa lapar. Aah..Mak tau aja menu kesukaanku, batin Guntur senang.


"Iya Mak..Gun makan malam di rumah ya,' tulis Guntur membalas pesan WA Mak.


Guntur tersenyum dan hendak menyimpan ponselnya di saku celananya ketika kembali terdengar bunyi pesan masuk ..ting..


Kali ini pesan masuk dari Diana. Buru-buru Guntur membuka pesan WA Diana. Hatinya berdebar senang..tumben, Diana mengirim pesan duluan.


"Kok bulan depan Mas ?" bunyi WA Riana


Guntur bengong, keningnya berkerut. Apa maksud Diana barusan.


"Apanya yang bulan depan?" tanya Guntur bingung.


"Lha...tadi Mas bilang kalau rencana pernikahan kita dilaksanakan bulan depan,"


"Apa,.... Kapan aku bilang begitu ?"


"Tadi Mas WA ke aku begitu...Mas lupa?"


Guntur terkejut..kapan aku ngirim pesan WA ke Diana ? Apa mungkin Riana yang melakukannya ? Batin Guntur menerka. Berarti..!? deg, jantung Guntur berdegub kencang.


Apa mungkin Riana sudah curiga dan tau rencana pernikahanku dengan Diana..wah..Gawat kalau begini. Aku harus lebih berhati-hati,


"An, apa aja pesan WA aku ke kamu tadi ?" tanya Guntur ingin memastikan.


"Tadi Mas WA ke aku dan bilang sayang...Gimana dengan rencana kita bulan depan. Kamu nggak lupa kan An?"


"Lalu..kamu jawab apa,"


"Aku jawab, rencana yang mana Mas? ..terus jawab Mas ...Masa kamu lupa sayang. Rencana pernikahan kita dong,"


"Teruuss.!?" tanya Guntur semakin penasaran.


"Yaa aku jawab aja, bukannya aku udah bilang Mas kalau aku akan dilamar Syahrial. Sudahlah Mas, hentikan omong kosong ini. Aku nggak mungkin menikah denganmu. Gitu Mas..emang ada apa sich!!" tanya Diana penasaran..


"Itu bukan aku yang ngirim WA-nya An, tapi....,"

__ADS_1


"Riana Istrimu...dia yang WA ke aku?"


"Iya,"


"Sudah aku duga..,"


"Darimana kamu tau !?"


"WA nya singkat banget dan ngirit kata-kata,"


"Oooh...gitu ya,"


"Iyaaaa...,"


Terdengar tawa Diana diseberang sana.


"Untungnya kamu jawab gitu, makanya Riana nggak nerusin WAnya lagi karena kamu nyebut nama Syahrial," ucap Guntur. Walaupun ada sedikit rasa cemburu tapi berkat nama Syahrial, Riana batal mencurigai hubungannya dengan Diana.


"An...,"


"Hmm,"


"Kangeeen,"


"Bo'ong..lagi ama bini kog kangen Aku ?"


"Beneran,"


"Nggak percaya"


"Aku kesitu ya....!"


"Hahahahaha," Guntur tertawa berhasil membuat Diana kalap. "Udah dulu ya. Mas mau pulang dulu. Makan..dah lapar,"


"Enak dong...makan masakan Bini," goda Diana. Ada nada cemburu disana.


"Mak yang masak," jawab Guntur.


"Mak ada disitu?"


"Iya..Windi dan Anggi juga"


"Kapan Mak kesitu Mas?"


"Kemarin pagi. Pas aku lagi sama kamu," jawab Guntur mengejutkan Diana.


"Ouuwh...salam aja dech Mas ke Mak. Bilangin dari calon Mantu," tulis Diana ditambah caption tertawa di belakang pesannya.


Guntur tersenyum. "Iyaaa..Wa'alaikumsalaam calon Istriku yang bawel,"


"Mas, udah dulu ya..Mas Syahrial ngajakin aku makan diluar. Ga papa ya Mas!?" tulis Riana membuat Guntur batal mengakhiri pesan WA-nya.


"Eeeh..enak aja. Nggak..Nggak boleh!!" tulis Guntur ditambah caption wajah marah dibelakang pesan WA-nya.


"Diiih..harus adil donk Masku..Mas lagi sama Istri, aku bareng pacaa....,"


"DIANAAAAA!!" potong Guntur cepat.


Tak ada jawaban WA Guntur membuat laki-laki itu semakin gusar. Dan tanpa pikir panjang, Guntur menelepon Diana.

__ADS_1


Untunglah, Diana langsung mengangkat panggilan telepon Guntur. Terdengar tawa renyah Diana diseberang sana membuat Guntur gregetan.


"An..Kamu...beneran mau keluar dengan Dia ?" tanya Guntur penasaran. Panggilan suaranya sengaja diubah ke mode video call untuk memastikan Diana tidak sedang berbohong.


"Iya...nggak papa kan Mas. lagian cuman makan aja, nggak ngapa-ngapain. Biar aku nggak bete aja Mas mikirin Mas lagi sama Istri tercintaa..!" jawab Diana. Bibirnya sedikit dimanyunkan membuat Guntur gregetan.


"Ana sayaang..malam ini aku piket. Nggak di rumah..niih...lihaaat. Aku lagi di pos jaga kan?" ujar Guntur sambil mengedarkan arah ponselnya ke sekeliling agar dilihat oleh Diana.


"Tapi aku bete Mas, cuman sendirian aja di asrama," keluh Diana manja.


"Ntar Mas temenin dech, VC an sampai kamu tidur,"


"Bener Mas?" tanya Diana memastikan.


"Iyaaaa,"


"Ya udah kalau begitu. Aku nggak jadi keluar,"


"Pinteer Istriku," senyum Guntur kembali menggoda Diana.


"Beluuuum..belum Istri,"


"Udah...tinggal sahnya aja kan!?," ucap Guntur sambil mengerling nakal membuat Diana tersipu malu.


"Mesum..," ejek Diana dengan wajah memerah.


"Tapi kamu suka kan?" goda Guntur..lagi, membuat Diana jengah dan tiba-tiba memutuskan pembicaraan mereka.


Guntur kaget dan mencoba menghubungi Diana lagi. Tapi ponsel gadis itu benar-benar tidak aktif dan tidak bisa dihubungi.


Berulangkali Guntur mencoba menghubungi Diana memakai telepon WA maupun telepon biasa tapi hasilnya sama saja.


eeh..apa-apaan Diana. Kenapa dia mutusin teleponnya !? batin Guntur resah.


Beberapa kali Guntur mencoba dan mencoba lagi, tapi tetap sama hasilnya.


Karena gelisah yang makin menjadi, akhirnya Guntur hanya bisa mengirim pesan WA ke Diana.


"An..kenapa ponselmu dimatiin. Awaass, jangan sampai aku tau kamu keluar dengan laki-laki itu!!!" tulis Guntur marah.


Ceklis satu..jangan-jangan Diana sengaja mematikan ponselnya agar bisa jalan bareng Syahrial malam ini!?.


Wajah Guntur memerah. Gigi-giginya saling beradu sehingga mengeluarkan bunyi dan rahang yang mengeras.


Tiba-tiba seseorang menepuk bahu Guntur. Mas Priyono, salah satu senior Guntur telah berdiri di belakang punggung Guntur.


"Jangan marah bro..gadismu itu masih bebas memilih siapa aja yang mau dikencaninya. Selama janur kuning belum melengkung bro..," ucap Mas Pri mengingatkan Guntur.


"Siap..," balas Guntur sigap.


"Kalau mau pulang makan malam, pulang dulu Gun," suruh Priyono sambil sekali lagi menepuk bahu Guntur.


"Siap..laksanakan," jawab Guntur lagi.


Setelah Priyono pergi, Guntur kembali membuka ponselnya dan menulis sesuatu disana.


"An..aku mohon, jangan pergi dengannya. Please..!!"


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2