
"Ooh..kirain siapa," jawab Riana acuh. "Ini bakso untuk Kiara..ma'am sayang. kopi dan Nasi gorengnya ntar lagi dianter A'. ..,"
"Oke..," jawab Guntur sambil menyulut sebatang rokok filter dan menghisapnya dalam-dalam.
Sementara itu Diana sudah tidak terlihat lagi, menghilang dibalik kerumunan orang-orang.
Tanpa sepengetahuan Guntur, sebenarnya Riana sempat melihat sosok Diana yang memakai jaket mirip jaket milik Guntur suaminya. Namun agar suaminya nggak curiga, Riana berpura-pura tidak perduli.
Merekapun menyelesaikan makan malam mereka sambil bercanda dan menikmati ramainya malam.
Sementara itu Diana yang telah sampai dikamarnya membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk di kamar itu, melepas lelah dan penat yang dirasakannya.
"Haaah, syukurlah kali ini aku bisa melepaskan diri. Kalau begini terus, aku bisa ketahuan Riana," keluh Diana gelisah.
Berulangkali Diana menghela nafasnya, berusaha membuang rasa gugup yang tiba-tiba menyelimuti hatinya.
Ini pertama kalinya aku mengalami hal kayak gini. Gilaaa..bener-bener bikin gugup.
Karena masih gelisah, Diana kemudian mengambil air putih diatas meja dan meminumnya hingga tandas segelas penuh.
"Aku yakin Riana bukan perempuan bodoh. Kalau tadi dia sempat melihat keberadaanku, pasti dia bakal curiga. Apalagi Kiara sudah terbiasa memanggilku dengan sebutan Ibu. Kalau Kiara akhirnya cerita ke Riana, selesai sudah!" guman Diana. Karena merasa kegerahan Diana akhirnya duduk dan membuka jaket yang dipakainya.
Tiba-tiba Diana teekejut dan tersadar kalau tadi saat di alun-alun kota, dia tidak membuka jaket itu dan tetap dipakainya hingga kembali ke penginapan.
"Astagaaaa...,!!!" seru Diana kaget.
Dipandanginya jaket milik Guntur yang dipakainya tadi.
Apakah Riana sempat melihatku ya...kalau iya berarti dia kenal jaket ini..jaket milik suaminya , batin Diana khawatir.
Tiba-tiba...Ting..terdengar nada pesan masuk di ponselnya.
Dengan enggan Diana mengambil ponselnya dan melihat pesan yang masuk. Pesan dari Mas Gun ? Guman Diana sambil membuka dan membaca pesan WA Guntur.
"Kamu udah nyampe di penginapan An ?" Tanya Guntur.
"Sudah Mas," jawan Diana.
"Syukurlah..untunglah tadi kamu cepat pergi. Kelihatannya Riana nggak curiga,"
"Iya Mas..mudah-mudahan...tapi aku khawatir Riana sempat melihat aku Mas,"
"Kenapa...tadi Riana nggak nanyak apa-apa kok dan kelihatan biasa-biasa aja!?"
"Justru itu, Mas harus hati-hati. Itu tandanya dia sudah curiga. Soalnya tadi aku make jaket Mas dan nggak sempat aku buka,"
__ADS_1
"Apaaa? .....Astagaa..," Guntur terkejut.
"Iya Mas. ..aku yakin Riana pasti curiga dan akan menyelidiki aku Mas," jawab Diana khwatir.
"Ouw..kamu benar An. jangan khawatir. Mas bakal lebih berhati-hati. Kamu juga kalau mau kemana-mana kasi tau Mas. Biar Mas tau keberadaan kamu dimana dan menghindari ke tempat yang sama kalau lagi jalan sama Riana dan Kiara"
"Iya Mas. Aku ngerti. Ya udah, Mas lanjutin jalan-jalannya dengan Riana dan Kiara. Kalau sempat kesini ya kesini Mas. Tapi kalau nggak bisa nggak papa. Besok aja kita ketemuan,"
"Oke.Mas tutup dulu ya pesan WAnya..kamu istirahat. Nggak usah khawatir,"
"Iya Mas..,"
"I Love you,"
"Love you too,"
"Assalaamualaikum,"
"Wa'alaikumsalaam" jawab Diana mengakhiri pesan WAnya.
Diana meletakkan ponselnya diatas meja dan kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Entah berapa lama Diana tertidur hingga dirinya terbangun, dikagetkan oleh bunyi pesan masuk di ponselnya.
TING....TING...TING...
"Heh PELAKOR...tadi kamu kan yang ngobrol dengan suami dan putriku di alun-alun..!!?
Diana terkejut. Pesan WA dari Riana. Diana memperbaik duduknya dan mulai membaca pesan WA Riana tanpa bermaksud hendak menjawab WA Riana.
"Putriku manggil kamu apa !!??" lanjut Riana lagi "Ibu?....HUH. Jangan ge'er dulu PELAKOR. Kalau anakku tau siapa kamu yang sebenarnya ...perempuan yang dipanggilnya "Ibu" pasti dia juga bakal benci banget sama kamu," sambung Riana lagi.
Diana menghela nafasnya dalam-dalam. Kecurigaannya kalau Riana sudah curiga kini benar-benar terbukti. Diana melanjutkan membaca pesan WA Riana.
"Kenapa diam. Nggak berani membalas WA ku?. berarti benar dong, tadi itu kamu. Jangan bo'ong. Aku lihat tadi kamu make jaket milik suamiku. DASAR PELAKOR MURAHAN..!!!
Diana geram, berulang kali disebut PELAKOR oleh Riana. Diana menyapu dadanya, berusaha menahan emosi yang mulai dirasakannya.
Sabaaar...sabaar Diana..ini resiko yang harus kamu hadapi akibat keputusanmu sendiri untuk menikahi suami orang , batin Diana
"Astaqfirullah...," ucap Diana mulai bisa menguasai dirinya.
Akhirnya Diana memutuskan untuk mematikan ponselnya kemudian kembali berbaring, mencoba menghilangkan rasa sakit yang tiba-tiba dirasakan Diana di kepalanya.
Berulangkali Diana mencoba untuk tidur namun percuma, matanya tetap tidak mau diajak kompromi. Akhirnya Diana memutuskan untuk membuka aplikasi Noveltoon dan melanjutnya novelnya yang sempat tertunda beberapa hari kemarin.
Berhasil..moment yang tepat membuat Diana berhasil menyelesaikan 3 episode sekaligus.
__ADS_1
"Alhamdulillah..!" ucap Diana lega sambil menutup ponselnya. Rasa kantuk dan lelah membuat Diana akhirnya bisa tertidur pulas diiringi alunan lembut Sholawat Nabi yang diputar Diana di ponselnya.
Sementara itu, Riana yang secara diam-diam mengirim pesan WA ke nomor ponsel Diana terlihat gemas.
Brengsek perempuan itu. WA ku cuman dibaca aja, nggak dijawab. Batin Riana geram.
Sekarang malah nggak dibaca sama sekali. Ponselnya udah nggak aktif lagi. Sialan..!!! Umpat Riana.
Karena tidak direspon Diana, Riana akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pesan WA nya ke Diana dan kembali fokus dengan Kiara dan suaminya yang terlihat sedang menelepon seseorang.
"Nelepon siapa A'?" tanya Riana penasaran.
"Temen Aa'. Tapi nggak diangkat. Ponselnya nggak aktif," jawab Guntur.
"Mungkin sudah tidur dia A'. Nanti aja dihubungi lagi," jawab Riana.
"Laki-laki kok jam segini udah tidur!?" jawab Guntur sambil tertawa.
"Yaah..kali aja A'," jawab Riana sekenanya.
Kirain perempuan itu yang dihubungi Aa'. Ternyata bukan. Syukur dech..batin Riana lega.
Tanpa sepengetahuan Riana, Guntur ternyata sedang menghubungi Diana setelah membaca pesan Riana yang dikirim Diana ke ponselnya. Ternyata benar dugaan Diana. Riana mulai curiga.
Aku harus lebih berhati-hati lagi.
"Ayo kita pulang. Sudah malam. Kasihan Kiara sudah mulai ngantuk," ajak Guntur.
"Dikit lagi A'. Masih sore gini..nanti aja kita pulangnya," pinta Riana.
"Oke..20 menit lagi ya..hanya 20 menit. Kita pulang. Aa ada kerjaan yang harus diselesaikan di kantor,"
"Iya A'..ayo Kiara, mau makan apa lagi?"
"Itu...," Kiara menunjuk ke arah gerobak ice cream yang berada tidak jauh dari tempat duduk mereka.
"Ooh..oke. Mamah beliin ya..ice cream coklat strawberry kan ?" tanya Riana disambut anggukan Kiara.
Riana tersenyum kemudian pergi ke arah gerobak ice cream dan memesan dua buah ice cream untuk Kiara dan dirinya.
Setelah bertiga menikmati ice cream yang dipesan Riana, beberapa menit kemudian akhirnya merekapun pulang.
Malampun semakin larut dan semakin banyak orang-orang yang datang ke alun-alun kota untuk sekedar bersantai dan menikmati berbagai macam kuliner yang dijual disana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1