TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 91. Kemana Guntur pergi ?


__ADS_3

Riana gelisah..semalaman tidak bisa tidur menunggu Guntur yang tak kunjung pulang. Kemana dia..kenapa nggak pamit ke aku atau minimal ngabarin kalau mau kemana-mana? batin Riana jengkel sekaligus khawatir.


Hingga pagi menjelang, Guntur belum juga pulang membuat Riana semakin curiga. Apalagi setelah dicek di pos jaga dan kantor, tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaan Guntur.


"Semalam saya sempat melihat Om Guntur keluar dengan mogenya Bu. Tapi saya nggak sempat nanyak mau kemana," kata Ibu Deni ketika Riana mencoba menanyakan soal Guntur ke tetangganya.


Riana semakin gelisah. jangan-jangan dia.....berbagai pikiran buruk mulai menggelayuti pikiran perempuan itu.


Coba aku telepon Mertuaku, kali aja Aa' balik lagi ke kampung..batin Riana.


Walaupun tidak yakin dengan keputusannya akibat perdebatannya dengan Guntur saat di kampung kemarin, namun Riana mencoba memberanikan diri untuk menghubungi kedua mertuanya.


Tuuut...tuuut...tuuut..


Terdengar suara seseorang di seberang sana. Suara Mak Mertua Riana.


"Assalaamualaikum..siapa ya ?" tanya Mak.


"Wa'alaikumsalaam. Ini saya Mak, Riana," jawab Riana pelan.


"Ooh..kamu Riana, ada apa nelepon Mak?"


"Mak..Riana mau nanyak, Aa' disitu nggak Mak?"


"Guntur..?. Nggak ada Ri'"


"Ooh..nggak ada ya Mak.." ulang Riana


"Iya Nak. Emang kemana Guntur Ri'?"


"Riana nggak tau Mak. Sejak pulang dari rumah Mak, Aa' langsung keluar dan sampai sekarang belum pulang,"


"Yaa Allah, kemana tu anak. Padahal Mak dan Adik lu lagi siap-siap ke rumah lu Ri'..,"


"Ap..apa Mak,...Mak mau ke rumah Riana?" tanya Diana tidak yakin dengan apa yang baru didengarnya. Mertuaku mau kesini ??


"Iya..Mak nggak enak aja, kmaren Guntur berlaku kasar ama elu. Mak juga masih kangen cucu Mak, Kiara..makanya Mak mutusin ke rumah kalian hari ini," ucap Mak menjelaskan.


"Ooh..iya Mak..mmm, nanti kalau Aa' pulang, Riana kasi tau ya Mak,"


"Iya Ri'...udah dulu ya, Mak udah mau jalan nich..nanti suruh Guntur jemput Mak, Anggi dan Windi di terminal," pinta Mak mengakhiri pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Iya Mak..nanti Riana kasi tau Aa' ," Riana mengiyakan permintaan Mertuanya kemudian menutup teleponnya dengan Mak.


"Duuuh..ngapaiiin juga mertuaku pake datang segala..bikin repot aja,!! " Riana menggerutu.


Walaupun Riana keberatan dikunjungi mertuanya, namun Riana nggak bisa berbuat apa-apa. Penolakannya bakal menimbulkan keributan baru dengan suaminya.


Berita rencana mertuanya barusan mengalihkan perhatian Riana dari masalah keberadaan Guntur yang entah dimana saat itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu, di hotel..Diana terbangun saat matanya terasa terganggu oleh silau sinar matahari yang menembus jendela kamar hotel tempat mereka nginap.


Guntur masih tertidur pulas disamping Diana. Sebelah tangan Guntur memeluk tubuh Diana. Mas Gun tidur pulas banget..sebaiknya aku pesenin sarapan sebelum dia bangun ,batin Diana sambil pelan-pelan melepaskan tangan Guntur dari pinggangnya.


Diana menghubungi pihak restauran hotel untuk membawa sarapan pagi untuknya dan Guntur kedalam kamar. Setelah urusan sarapan selesai, Diana lantas memutuskan untuk mandi.


Saat Diana akan masuk ke kamar mandi, tiba-tiba....Tuuut...tuuut...tuuut,


Bunyi ponsel milik Diana. Secepatnya Diana menyambar ponselnya dan melihat ke layar ponsel. Degg...panggilan dari Syahrial.


Diana gelagapan. Nggak mungkin dia menerima telepon Syahrial dikamar itu.


Bagaimana kalau Aa' terbangun dan mendengar percakapanku dengan Mas Syahrial!?


"Assalaamualaikum, kamu dimana dek, Mas cari-cari di kamar dan asrama, kamu nggak ada," terdengar suara Syahrial khawatir.


"Wa'alaikumsalaam Mas, eumm..Akuuu..Aku nginap di luar Mas," gagap suara Diana menjawab pertanyaan Syahrial.


"Nginap di luar..dengan siapa!?" tanya Syahrial penasaran. Tidak biasanya Diana nginap diluar. Kecuali ada yang ngajak atau ada keperluan penting yang tidak bisa dilakukan Diana di kamar asrama.


Apa mungkin Diana nginap bareng Guntur..tapi aku tidak melihat laki-laki itu datang menjemput Diana..batin Syahrial menebak.


"Diana...kenapa diam!?" ujar Syahrial mengejutkan Diana.


"Eeh..ini. Dengan Saudara yang baru datang dari luar kota Mas," ucap Diana berbohong.


"Ouuh...siapa dek?" tanya Syahrial lagi.


"Mas nggak kenal orangnya..," jawab Diana mengelak.


"Kamu nggak sedang bohongin Mas kan dek?" desak Syahrial, nggak yakin dengan jawaban Diana.

__ADS_1


"Ngg..nggak Mas..!!" sekali lagi Diana berbohong.


"Ya udah kalau begitu. Kalau butuh bantuan Mas, katakan aja dek...Mas akan kesitu," ucap Syahrial kemudian.


"Iya Mas.."


"Oh iya..kamu jadi kan ikut dengan Mas setelah Mas wisuda nanti?" tanya Syahrial ingin memastikan kesediaan Riana untuk ikut dengannya.


"Diana nggak tau Mas, bisa ikut apa nggak. Kita lihat aja nanti Mas. Mudah-mudahan bisa," jawab Diana tidak yakin.


"Ya udah kalau begitu. Kamu usahakan bisa ikut Mas ya..ini demi masa depan kamu juga,"


"Iya Mas..," jawab Diana singkat.


"Ya udah kalau begitu. Mas tutup teleponnya. Cepet kembali ke asrama Ana. Masih ada sesi latihan hari ini," Syahrial mengingatkan Diana. Wassalaamualaikum,"


"Iya Mas..Wa'alaikumsalaam," ucap Diana, menutup pembicaraan mereka.


Haaaa...untung Mas Syahrial percaya dengan ucapanku. Kalau nggak..?? batin Diana bersyukur.


Tanpa disadari Diana, seseorang sedang menguping percakapannya dengan Syahrial di luar kamar. Ya...Guntur yang terbangun karena ketukan petugas hotel yang membawa sarapan pagi barusan tidak mendapati Diana di kamar.


Saat mendengar suara Diana yang setengah berbisik di kamar mandi, Guntur bergegas mendekati kamar mandi. Namun langkah kakinya terhenti saat telinganya mendengar Diana menyebut Mas kepada orang yang sedang menelepon dirinya.


Hmmm..laki-laki itu lagi. Kenapa dia nggak berhenti mengganggu calon Istriku. Bukankah kemarin sudah Aku kasi tau dan peringatkan laki-laki itu agar tidak mendekati Diana lagi..!!? batin Guntur geram.


Guntur ingat betul, saat pertama kali datang menemui Diana di hotel ini, Guntur telah memperingatkan Syahrial untuk tidak mengganggu Diana. Bahkan nomor ponsel Syahrial diblokir oleh Guntur.


Tapi tetap saja, laki-laki itu masih nekat berhubungan dengan Diana.


Buru-buru Guntur membalikkan tubuhnya dan dengan berjingkak naik ke ranjang hotel saat mendengar langkah kaki Diana yang hendak keluar kamar mandi. Laki-laki itu pura-pura tidur agar Diana tidak curiga dirinya menguping pembicaraannya dan Syahrial.


"Mas..udah bangun?" bisik Diana saat melihat Guntur menggeliat dan mencoba membuka matanya.


"Euuumm..iya sayang. Tadi ada yang datang nganterin sarapan pagi. Kamu yang pesan ya ?" tanya Guntur pura-pura bertanya.


"Iya Mas..Aku pikir mending kita sarapan di kamar aja. Biar nggak mengganggu tidur Mas," jawab Diana sambil duduk di samping Guntur.


"Mas....Aku mau jujur ke Mas tentang sesuatu...," ucap Diana dengan hati-hati.


"Soal apa?" tanya Guntur yang kemudian bangun dan duduk disamping Diana.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2