TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 75. Siapa Yang Blokir No HP Syahrial ?


__ADS_3

"Kiara kenapa Ri'. Ayo..kita bawa ke dokter!" ujar Guntur begitu tiba dirumah mertuanya. Kiara yang masih berada di gendongan ibu Riana diambil alih Guntur. Tanpa berkata sepatah katapun, Kiara diserahkan Ibu Riana kepada Ayahnya.


"Aku nggak tau, kenapa tiba-tiba Kiara sakit. Mungkin karena Aa' punya wanita simpa...," belum selesai Riana menyelesaikan ucapannya, keburu dipotong Guntur.


"Cukup Ri' !!" bisik Guntur dengan sedikit penekanan pada nada suaranya. "Jangan mulai lagi. Ganti bajumu. Kita ke dokter sekarang juga!" ujar Guntur sambil hendak berlalu sembari membawa Kiara dalam gendongannya.


"Ga usah A'. Sedikit lagi dr Aan udah datang," tolak Riana menahan langkah Guntur.


"Ya udah kalau begitu. Aku bawa Kiara ke kamar," Guntur menyetujui lantas berlalu menuju kamar Riana.


Beberapa menit kemudian, dr Aan tiba dan langsung memeriksa kondisi Kiara.


"Kiara nggak apa-apa Teh, A'...Aku kasi resep obat Kiara ya biar diminumkan ke Kiara sekarang juga, iyaaa..Kiara cantik..cepet sembuh yaa," ucap dr Aan sambil mengelus lembut pipi montok Kiara, kemudian menuliskan resep obat Kiara.


"Terima kasih dok, biar aku aja yang beli obatnya," Guntur mengambil resep obat yang diberikan oleh dr Aan dan bergegas menuju apotik terdekat.


Setelah selesai dengan Kiara, dr Aan lantas menuju kamar Bapak untuk memeriksa kondisi Bapak diikuti Ibu dan Tiwi.


Tak butuh waktu lama, Guntur telah kembali dari apotik dengan menenten kresek kecil berisi obat-obatan Kiara.


Tidak ingin merepotkan Istri dan Mertuanya, Dengan cekatan, Guntur memberi minum obat kepada Kiara sendirian menggunakan pipet kecil yang tersedia di dalam kemasan obat demam yang dibelinya tadi. Kemudian perlahan diberinya Kiara minum air putih hangat menggunakan botol susu bersih yang telah disiapkan Riana istrinya barusan di kamarnya.


Riana hanya memandangi tindakan suaminya tanpa mengucap sepatah katapun. Diakui Riana, kalau sudah terkait Kiara, suaminya selalu lebih cermat dan gesit dibandingkan dirinya.


Setelah Kiara tertidur akibat pengaruh obat yang diminumnya, Riana dan Guntur perlahan menuju salah satu sisi ruang kamar Riana dan duduk disana.


"Aku minta maaf soal semalam Ri'. Mungkin karena terlalu lama berpisah, aku jadi lupa dan salah menyebut nama kecilmu," Guntur memulai percakapan mereka.

__ADS_1


"Bukan karena Aa' sedang memikirkan Diana .!?" tanya Riana dengan pandangan tajam kearah suaminya.


"Dari siapa kamu tau tentang Diana?" Guntur balik bertanya membuat Riana memalingkan wajahnya.


"Aa' ga perlu tau siapa orangnya. yang pasti, aku tau, Aa' pulang ke rumah Bapak dan Mak membawa seorang perempuan bernama Diana...iya kan!?" jawab Riana sinis.


Guntur menghela napas panjang.


"Haaaahh....., ya udah. Aku akan jujur ke Kamu Ri' soal Diana. Memang benar kemarin Aku ngajak Diana ke rumah Orangtuaku. Diana itu Saudara angkatku di kota "T", tidak lebih. Aku hanya belum sempat memberitahu kamu soal Diana," Guntur mencoba meyakinkan Riana istrinya.


"Lantas..kenapa waktu aku nanyak ke Aa' soal Diana, Aa' malah ga jujur ke aku dan bilang kalau nggak ada perempuan lain yang ikut Aa ke kampung kemarin!?"


"Itu Aku lakukan karena Aku nggak ingin nyakitin Kamu Ri'. Aku tau bener sifat kamu yang suka meledak-ledak setiap kali merespon informasi yang kamu terima. Aku hanya nggak mau kamu sakit hanya karena mikirin hal yang tidak-tidak tentang Suamimu," ujar Guntur yang mulai lega melihat gelagat kalau istrinya mulai mempercayai ucapannya.


"Soal Aa' salah sebut nama. Nggak mungkin terjadi kalau tidak ada apa-apa antara Aa' dan Dia..Masa, Aa' bisa salah sebut namaku justru pada saat intim kita.!?" tanya Riana ragu


"Kalau nama itu Aa' sebut di situasi yang berbeda, mungkin aku akan percaya. Tapi A', itu Aa' lakukan saat kita sedang melakukan hubungan intim sebagai sepasang Suami Istri. Wajar kalau aku curiga A'..!!" Riana menekan nada suaranya.


"Ssst..pelankan nada suaramu. Nanti Kiara bisa terbangun," ujar Guntur sambil melirik kearah Kiara yang sedang menggeliat. Riana terdiam dan menurunkan volue suaranya.


"Aku sudah memnceritakan segalanya kepadamu Ri'. Terserah kamu mau percaya atau tidak. Intinya Aku tidak punya hubungan apapun dengan Diana selain sebagai Saudara angkatku," ucap Guntur menutup pembicaraan mereka, berdiri mendekati Kiara serta membujuk Kiara yang sempat membuka matanya.


"Tidur ya kesayangnya Ayah," bujuk Guntur sembari menepuk lembut punggung Kiara, putri semata wayangnya. Sebuah lagu disenandungkan Guntur dan berhasil membuat Kiara tertidur kembali.


Sementara itu tanpa disadari oleh Guntur dan Riana, ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka dari balik pintu kamar Riana. Dia adalah Mertua Guntur, Ibu Riana. Sulit bagi Ibu Riana untuk percaya begitu saja dengan cerita Guntur.


"Riana boleh percaya begitu saja kepada kamu Gun, tapi Ibu tidak.. Ibu yakin, ada yang berusaha kamu sembunyikan dari putri Ibu!!"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu didalam bis tujuan "Bd", Diana mencoba menenangkan diri dengan memeriksa media sosial miliknya. Beberapa jam lagi, Diana akan tiba di kota "Bd". Tiba-tiba Diana teringat Syahrial.


Semenjak dirinya pergi dengan Guntur beberapa hari yang lalu, tidak ada pesan WA sama sekali untuknya dari Syahrial. Apalagi telepon dari pacar pura-puranya itu.


Diana tidak mengetahui kalau Guntur telah memblokir nomor hp Syahrial, menghapus semua pesan WA termasuk notifikasi panggilan masuk dari Syahrial juga dihapus Guntur.


Sebaiknya aku nelpon Mas Syahrial biar dia jemput aku.


Tanpa curiga, Diana mencari nomor WA Syahrial.


Astagaaa...kog..nomor hp Mas Syahrial keblokir?, kapan Aku ngblokirnya ya? batin Diana bingung melihat tulisan diblokir dinomor hp Syahrial.


Segera Diana membuka blokiran dan mencoba menghubungi Syahrial.


Tuuutt...Tuuuutt...Tuuuutt, suara dering hp Diana ke Syahrial. Namun tidak direspon. Kembali Diana mencoba menghubungi Syahrial beberapa kali. Namun tetap tidak direspon oleh Syahrial.


Akhirnya Diana memutuskan untuk mengirim pesan WA saja kepada Syahrial untuk menjemputnya.


Mas, tolong jemput aku, Kira-kira 1 jam lagi Aku sudah tiba di Stasiun. Bunyi pesan WA Diana untuk Syahrial.


Diana menunggu balasan pesan WAnya, namun beberapa menit menunggu, tidak ada balasan pesan WAnya dari Syahrial. Diana melihat hpnya. Ceklis dua....Berarti kemungkinan Syahrial sudah membaca pesannya, Namun tidak membuka pesan WA dari Diana.


Akhirnya Diana menyerah dan berhenti berusaha menghubungi Syahrial. Siapa yang telah meblokir nomor hp Mas Syahrial?, Apa Mas Gun yang telah melakukannya?, kalau benar begitu, berarti Mas Gun juga sudah membaca semua pesan WA Mas Syahrial untukku, tebak Diana.


\=\=\=\=!!

__ADS_1


__ADS_2