
"Assalaamualaikum Pak, Mas Gun sudah di Ktg bersama saya,"
"Ooh, syukurlah kalau begitu. Kalian baik-baik ya disana. Jangan lupa pesan Bapak kemarin ke kamu. Intinya, beri Suamimu waktu untuk nyesuain diri dengan status dan lingkungannya yang baru saat ini. Kamu bantu dia untuk itu. Mak dan Bapak cuman bisa berdoa semoga pernikahan kalian langgeng ya..Aamiin,"
"Iya Pak, Diana akan selalu ingat pesan Bapak. jangan khawatir dan makasih untuk doa Bapak dan Mak untuk kami berdua,"
Itu percakapan Diana dengan Bapak mertuanya setelah Guntur tiba di Ktg.
Beberapa bulanpun berlalu. Semua berjalan nyaris sempurna. Belum ada kerikil-kerikil tajam yang menghalangi dan merusak mahligai rumah tangga Guntur dan Diana. Mereka terlihat mesra dan akur membuat orang lain iri.
Yang berbeda hanyalah Guntur belum memperoleh pekerjaan dan karier Diana di kantor semakin meningkat.
Beberapa kali Diana keluar kota untuk melakukan perjalanan dinas atau pelatihan mewakili kantor tempatnya bertugas. Hampir tiap bulan ada saja jadwal dinas luar yang diikuti Diana membuat Guntur keseringan ditinggal sendirian di rumah.
Awalnya hal tersebut tidak menimbulkan masalah apapun. Namun, seiring berjalannya waktu, Guntur yang mulai jenuh akhirnya mencari kesibukan lain di luar rumah.
Guntur yang memiliki suara merdu membuat group band sendiri. Guntur menjadi vokalis group itu bersama seorang wanita cantik, janda beranak satu bernama Dita.
Saat bandnya manggung, Diana sering diajak Guntur untuk naik ke panggung dengan memanggil Diana Istriku dan berduet berdua dengannya.
Hal itu membuat banyak perempuan yang cemburu dan berteriak histeris.Bahkan kadang disertai celetukkan yang membuat panas kuping Diana.
Tapi Diana mengganggap hal itu wajar dan biasa saja. Guntur telah menjadi idola banyak orang. Wajar jika banyak wanita yang menyukainya. Apalagi melihat tampilan fisik Guntur yang bertubuh tinggi, tegap dan tampan. Ditambah suara yang bagus dan pembawaan yang friendly membuat Guntur menjadi sosok idola yang nyaris sempurna.
Saat Diana ngantor atau keluar kota, maka selama itu pula Guntur menghabiskan waktunya diluar rumah bersama group bandnya.
Kedekatan Guntur dan Ditapun semakin terlihat dimanapun mereka berada. Dita yang bertubuh tinggi semampai, putih mulus dan cantik khas perempuan Mo mulai menaruh hati kepada Guntur.
Guntur...!?
Sebagai laki-laki normal, diberi perhatian lebih oleh Dita membuat laki-laki itupun akhirnya menyambut cinta Dita.
Dan agar Diana tidak curiga, Guntur berencana mengajak Dita bertemu Diana agar kedua perempuan itu bisa berteman baik. Dengan begitu, Diana tidak akan curiga jika Guntur sedang berduaan dengan Dita.
"Bu, Bapak skarang tambah ngetop ya. Bapak pe (punya) suara bagus, tampan lagi...nya' (tidak) kalah deng (dengan) artis-artis ibukota," begitu pujian beberapa karyawan bawahan Diana di kantor.
__ADS_1
Diana tersenyum dan menanggapinya biasa saja.
"Tapi Bu, kita lia Bapak so makin lengket dang dengan Dita. Itu Bu, vokalis bandnya Bapak. Hati-hati Bu. Perempuan disini brani-brani. Apalagi janda kayak Dita," Ucap salah satu diantara mereka dengan wajah serius.
Namun perempuan itu tak mau ambil pusing. Diana lebih percaya kepada Suaminya ketimbang kepada orang lain.
Bahkan ketika salah satu sahabat terdekat Diana memperingatkannya, Diana hanya menanggapi isyu hubungan Guntur dan Dita dengan tawa dan bersikap acuh tak acuh.
"An, kamu nggak curiga kalau Suamimu memiliki hubungan yang special dengan Dita si vokalis ?," tanya Febi suatu ketika. "Hati-hati lho..isyu yang beredar kalau suamimu dan Dita sering jalan berdua saja. Lengah sedikit Suamimu bisa berpindah hati ke perempuan itu. Apalagi dengar-dengar si Dita itu janda. Wuaaah..pasti udah ahli kalau soal ngerayu dan nyari perhatian laki-laki," cerocos Febi mengingatkan sahabatnya.
"Sok tau kamu," Diana tertawa. "Ya wajarlah kalau mereka dekat. Namanya juga sama-sama vokalis group Band. Ya harus membangun chemistry biar terlihat kompak di panggung,"
"Tapi An. Apa kamu nggak takut atau khawatir sedikitpun !?." tanya Febi heran.
"Aku percaya Mas Gun nggak akan menghianati aku Feb. Jauh-jauh dia ke Ktg dan melepas segalanya hanya demi aku Istrinya. Masaa__dia mau menghancurkan segalanya dengan menghianati aku. Apalagi dengan Dita. Yaa..impossiblelaah..nggak mungkin!," Diana tertawa dan menepis tangannya.
"Ya udaah kalau kamu nggak percaya. Tapi tetep, sebagai sahabat aku wajib ngingetin kamu. Hati-hatiii...!." Febi ngalah, namun tetap memperingatkan Diana.
"Iyyaaa__cerewet!," seru Diana tertawa dan mencubit hidung Febi yang bangir.
Suatu hari Diana diajak jalan-jalan oleh Guntur bersama personil group Band dan keluarga mereka.
Tentu saja Dita juga ikut bersama putrinya yang sudah beranjak remaja.
Merekapun berkenalan walaupun setiap kali manggung, Diana dan Dita sering bertemu namun tidak seakrab saat ini.
Guntur benar-benar melaksanakan rencananya dengan baik hingga kedua perempuan itu menjadi semakin dekat.
Saat bersama Diana, Guntur benar-benar memposisikan istrinya sebagai yang teristimewa. Kadang dengan ekor matanya Diana sering melihat Dita diam-diam mencuri pandang kearah dirinya dan Guntur dengan sorot mata yang berbeda.
Namun Diana tak menaruh curiga sedikitpun karena sikap Guntur yang benar-benar mesra kepadanya dihadapan teman-temannya termasuk Dita.
"Mas, aku ke WC dulu," Diana pamit ke suaminya, hendak buang hajat.
"Iya," jawab Guntur pendek.
__ADS_1
Dianapun berlalu meninggalkan Guntur yang sedang menikmati hangatnya sumber mata air panas di tempat itu.
Sementara Dita yang melihat kepergian Diana tersenyum kecil.
Setelah Diana menghilang dari pandangan mereka, dengan segera Guntur mendekati Dita yang sedang mandi berdua putrinya di salah satu kolam pemandian air panas tak jauh dari tempat Guntur mandi.
"Maaf, aku harus berlama-lama dengan Istriku tadi. Takut dia curiga aja," ujar Guntur sambil memegangi jemari Dita yang menjulur di dalam air kolam. "Kamu nggak marah kan!?."
Guntur memandang ke wajah Dita yang kini benar-benar cemberut karena dicuekin Guntur tadi.
Dita membuang muka, namun tawa putrinya membuat perempuan itu hanya bisa merengut.
"Mamah cemburu itu om cuman nggak mau ngaku aja," Stella, putri Dita membuka rahasia Mamahnya membuat Dita salah tingkah.
"Kamu harus ngerti kalau saat ada Diana, aku terpaksa mengabaikan kamu. Kalau kamu mau hubungan kita tetap berjalan tanpa diketahui Istriku, ya kamu harus bersabar dan pintar-pintar bersandiwara," Guntur menasehati Dita. Sesekali ekor matanya melihat kearah WC tak jauh dari tempat mereka mandi.
Laki-laki itu khawatir jika Diana melihat kemesraannya dengan Dita. Sementara personil band lainnya yang sudah mengetahui rahasia hubungan Dita dan Guntur memilih diam dan tak ingin ikut campur.
"Terserah kamu dech Mas. Aku ikut apa rencanamu aja," jawab Dita pelan nyaris seperti berbisik.
Dita yang peranakan Jawa Mo saat bersama Guntur tidak menggunakan bahasa daerah Ktg dikarenakan Guntur masih belum paham benar bahasa daerah tersebut.
Beberapa menit kemudian tiba-tiba terlihat Diana keluar dari WC dengan kepala menunduk.
Guntur dan Dita yang melihat itu segera menjaga jarak masing-masing agar Diana tidak curiga.
Melihat Diana, Guntur lantas melambaikan tangan. "Siniii!!," panggil Guntur.
Diana tersenyum dan mengiyakan. Segera didekatinya Guntur, Dita dan Stella.
Dita yang melihat itu sedikit menjauhi Guntur. Namun Stella tetap dibiarkannya bergelayut manja dilengan kokoh Guntur.
Walaupun agak heran, namun Diana tidak menaruh curiga sedikitpun. Perempuan itu masih yakin 100 % jika Suaminya tidak akan menghianati dirinya, apalagi cemburu kepada temannya sendiri.
_________________
__ADS_1