
“Bro...tolong pasarin moge gue. Kali aja ada yang minat,” Guntur menelepon salah satu kawan selettingnya yang telah lebih dulu desersi.
Andi adalah salah satu rekan seangkatan Guntur saat menempuh pendidikan di kota Cmi dan pernah bertugas nge-PAM di ** bareng Guntur. setelah dipecat dari Angkatan Andi membuka usaha bengkel Motor yang dikelolanya bersama rekan-rekan seangkatan yang senasib dengannya.
“Moge punya lu? Bukankah itu moge kesayangan elu Gun. Kenapa dijual ?.” tanya Andi bingung.
“Gue mau kabur bro," Guntur berterus terang.
"Apa..? Kabur ..? ngapain lu ikut-ikutan gue. Apa lu nggak sayang sama seragam dan anak bini lu?," tanya Andi heran.
"Justru di bini gue letak permasalahannya bro. Gue ketahuan nikah lagi sama Diana. Lu tau Diana kan ?," Guntur mengingatkan lettingnya itu.
"Ooh..Diana. Ingat..ingat..eh gila lu. Lu beneran nikahin si Diana ?," tanya Andi tak percaya.
Guntur tertawa.
"Iya..gadis taruhan kita dulu sekarang udah jadi Bini muda gue," jawab Guntur enteng.
"Waah...emang nekat lu bro. Terus !?," tanya Andi penasaran.
"Bini gue si Riana marah besar. Dia ngamuk dan nglaporin gue ke Dan-Yon bro. Jadinya gini dech. Gue musti nyari modal tambahan untuk nyusul Diana, Bini muda gue,"
"Emang Bini muda lu dimana, sampai-sampai elu harus jual moge kesayangan lu demi nyusul do'i?," tanya Andi penasaran.
"Di Ktg..."
"Ktg...? Dimana itu..?."
"Sulut bro,"
"Wuuah..deket kampung gue dong,"
Andi yang asli Makassar tertawa. Dia tau benar siapa Diana. Gadis lokal yang menjadi rebutan teman-teman seletting mereka. Bahkan sempat menjadi bahan taruhan yang akhirnya dimenangkan Guntur.
"Ya udah, gue bantu lu kalau memang lu butuh banget uang itu. Kebetulan ada pelanggan gue yang nyari motor gede kayak punya lu. Gue yakin dia pasti tertarik."
"Mantaplah bro. Mudah-mudahan dia mau beli moge gue. Biar gue juga cepet-cepet cabut ke Ktg nemuin bini muda gue," jawab Guntur senang. "Nanti gue kirim foto dan video moge gue ke elu di'.
"Oke bro , ntar gue kabarin secepatnya ke elu kalau dia jadi ngambil moge lu," janji Andi sembari menutup teleponnya.
Guntur menarik napas lega. Sambil menunggu motornya terjual, Guntur memutuskan untuk nginap beberapa hari lagi di penginapan Parahyangan.
Keesokan harinya, sebuah pesan Wa dari Andi membuat Guntur tertawa senang. Mogenya kejual dengan harga tinggi.
"Yess..hari yang indah," ucap Guntur puas sambil menghirup udara pagi yang dingin dan segar dengan sekali tarikan napasnya.
Hmm..sebaiknya aku beri sedikit uang untuk membeli beberapa kebutuhan Kiara. Tapi uangnya harus aku kasi ke siapa ?. Aku masih enggan bertemu Riana saat ini. Apa sebaiknya aku titip ke Anis aja ya ? Hmm...kayaknya gitu aja dech, pikiran Guntur menerawang sebelum akhirnya tersadar oleh suara Andi.
__ADS_1
"Mogenya bawa ke bengkel gue sebelum siang bro. Orangnya mau lihat mogenya. Kalau cocok langsung transaksi," pesan Andi lagi.
"Oke bro..sekarang juga aku bawa ke bengkel," jawab Guntur tak mau menunggu lama
Bergegas Guntur mandi dan berpakaian kemudian menuju parkiran untuk memeriksa kondisi mogenya.
Setelah memastikan semua surat-surat telah lengkap, Guntur menghidupkan mesin mogenya. Dipandangi sekali lagi benda kesayangannya itu.
"Maaf sobat. Terpaksa kita harus berpisah. Terima kasih sudah menemani hari-hari aku selama ini," Guntur mengelus body mogenya yang terlihat perkasa.
Setelah merasa cukup, Guntur kemudian memacu mogenya membelah jalanan kota menuju bengkel Andi.
Sesampainya di bengkel, terlihat Andi sedang berbincang dengan seseorang. Begitu melihat Guntur, segera Andi mendekatinya diikuti laki-laki tadi.
"Hei Bro..sudah siap nich berpisah dengan si perkasa kesayanganmu?." tanya Andi meyakinkan niat Guntur untuk melepas mogenya sebelum moge itu benar-benar berpindah tangan ke tuannya yang baru.
"Gue sudah pamitan tadi sama dia. Fix siap gue lepas," jawab Guntur yakin sambil menepuk jok mogenya yang terlihat mengkilat dan terawat rapi.
"Oke..kalau begitu kita mulai transaksinya bro!," seru Andi sambil meminta kepada anak buahnya untuk memeriksa kondisi motor sambil didampingi si calon pembeli.
Setelah kondisi motor diperiksa mekaniknya Andi dan calon bos baru si moge, transaksi jual belipun dilakukan.
"Bro..ini mau dibayar tunai atau transfer aja?." tanya Andi sambil memandangi Guntur yang memilih duduk agak jauh dari Andi dan si pembeli.
"Terserah lu aja bro. Tapi ke gue lu transfer aja," jawab Guntur sambil menyulut sebatang rokok filter disela jemarinya..
Andi mengangguk dan melanjutkan transaksi mogenya.
Andi mendekati Guntur yang masih duduk santai.
"Bereess..sekarang urusanku dengan yang punya barang," ujar Andi sambil tersenyum.
Laki-laki itu menyuruh salah satu karyawannya untuk membuat dua cangkir kopi hitam untuknya dan Guntur.
"Mana nomor rekeningmu bro?," tanya Andi sambil meraih ponselnya dari kantong celananya.
"Sudah gue kirim norek gue ke ponsel lu barusan," jawab Guntur sambil menyeruput kopi hitam yang hangat yang baru saja dibawa office boy bengkel Andi.
"Oke..gue transfer ya sekarang," Andi membuka aplikasi WAnya, mengcopy paste nomor rekening Guntur ke aplikasi mobile bangkingnya dan mentransfer sejumlah uang hasil ngejual moge Guntur ke rekening Guntur.
Beberapa menit kemudian...
"Sudah gue transfer. Coba lu periksa bro," suruh Andi.
"Hmm..thanks bro. Udah masuk," Guntur tersenyum puas setelah meilhat sejumlah angka di saldo rekeningnya.
"Ayoo..kita ngobrol dulu sebelum lu pergi. Kapan rencana ke Ktg bro?," tanya Andi ingin tau. Dihirupnya wangi aroma kopi hitam miliknya. Kemudian secara perlahan menyeruput kopinya dengan nikmat.
__ADS_1
"Setelah semua urusan gue selesai, secepatnya gue cabut ke Ktg," jawab Guntur dengan wajah berubah serius.
Andi terdiam sejenak.
"Elu udah yakin bro dengan keputusan lu untuk desersi ?. Nggak ingin memperbaiki hubungan pernikahan lu dengan Riana dan tetap menjadi Tentara ?." tanya Andi sekali lagi.
Guntur hanya mengangguk, walaupun ada keraguan dalam raut wajahnya."Gue udah yakin bro dengan keputusan gue untuk ikut jejak lu,"
Andi menghela napas pendek.
"Ya udah kalau elu udah yakin dengan keputusan lu. Kabarin gue kalo lu udah mau ke Ktg. Jangan lupa alamat elu kirim ke gue," Andi mengingatkan lettingnya itu.
"Pasti bro. Gue jalan dulu terima kasih udah bantu gue," ucap Guntur sambil berdiri dan menyeruput sisa kopi hitamnya.
Kedua sahabat itupun saling tos dan berpelukan.
"Perlu gue anter nggak ke penginapan ?," tanya Andi sambil berjalan bersisihan dengan Guntur ke jalanan depan bengkel.
"Nggak usah bro. Gue udah pesen ojek online barusan," jawab Guntur menolak tawaran Andi.
"Ya udah..lu hati-hati di jalan. Jangan lupa kabarin gue." ujar Andi melepas kepergian sahabatnya itu setelah ojek online yang dipesan Guntur tiba.
"Pasti bro. Sekali lagi thanks, gue udah dibantu. Gue jalan dulu," pamit Guntur sambil naik ke boncengan si abang ojek.
Gunturpun pergi diiringi lambaian tangan Andi.
Sesampainya di penginapan, Guntur merebahkan dirinya diatas kasur penginapan. Matanya menerawang ke langit-langit kamar yang putih bersih.
Sebagai seorang Suami, Ayah dan seorang Anak, sesungguhnya Guntur maaih belum yakin untuk meninggalkan kehidupannya sebagai seorang Tentara.
Tapi akibat laporan Riana Istrinya membuat lelaki itu akhirnya mengambil keputusan untuk lari dari kedinasan.
Riana tidak bisa dibujuk. "Semua gara-gara campur tangan Ibunya yang terlalu memonopoli kehidupan Riana Istriku," guman Guntur kesal.
Beberapa saat pikirannya berkecamuk.
"Tapi aku merasa ini adalah keputusan terbaikku. Feelingku sama dengan Bapak soal Riana dan Diana," Guntur duduk disisi tempat tidurnya.
Keyakinannya mulai muncul.
"Aku transfer aja dulu keperluan Kiara dan Riana ke rekening Riana. Sebaiknya nggak perlu ke Anis tapi langsung saja ke Istriku biar dia tau kalau aku masih seorang Suami dan Ayah yang bertanggung jawab," putus Guntur akhirnya.
Kemudian laki-laki itu mentransfer sejumlah uang ke rekening Riana. Tak lupa beberapa ratus ribu di transfer Guntur ke rekening asuransi pendidikan Kiara putrinya.
Setelah semuanya selesai, Guntur meraih ponselnya dan mengirim pesan singkat ke Bapak.
Assalaamualaikum Pak. Besok Gun berangkat dengan pesawat terakhir ke Ktg. Mohon doa Bapak dan Mak. Semoga ini adalah keputusan terbaik Gun __tulis Guntur.
__ADS_1
__________
"