TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 32. Malam Perpisahan


__ADS_3

"Harusnya kamu nolak An, minta ke bosmu untuk kasi ke orang lain aja!" ujar Guntur gusar.


"Nggak bisa mas..!!, ini kesempatanku untuk mengembangkan karier aku..lagi pula aku nggak bisa nolak karena satu-satunya kandidat yang kompeten hanya aku," ujar Diana ngotot.


"Kamu bohong Dianaaaaa...!! , kamu sengaja melakukan ini karena aku kan !?" protes Guntur sembari mencengkeram lengan Diana.


"Tidak mas, ini kebetulan aja berbarengan dengan masalah kita. Aku udah ngincar lama kesempatan ini. Masa, udah di depan mata harus aku tolak !!? "ujar Diana blak-blakan, teguh dengan pendiriannya. Ditepisnya cengkeraman tangan Guntur di lengannya.


Gadis itu meringis, ada tanda merah dilengannya yang putih. Namun niat Diana untuk segera pergi dari kehidupan Guntur mengalahkan rasa sakit dilengannya..bahkan di hati gadis itu.


"Sayaaang, tolong batalin niatmu untuk pergi !!" Guntur memohon. Kali ini suaranya melembut.


"Nggak bisa yaaang.., lagi pula ini masih tahap seleksi mas. Kalau lulus, aku ke kota B untuk beberapa tahun. Tapi kalau nggak ya aku balik lagi mas," jawab Diana.


"Kalau begitu aku doain biar nggak lulus...!!"sahut Guntur sambil nyengir, yakin kalau Diana bakalan protes. Dan benar saja, sebuah cubitan yang cukup keras mendarat manis dipinggang Guntur.


(Hah..cubitan kok manis ya..mungkin karena yang nyubit si cantik Diana, makanya terasa maniiis bagi Guntur..)


"IIIIHHHH.....mas Jahaaaat!!" Diana merajuk disambut tawa Guntur.


Suasana tegang diantara keduanya mulai terurai. Gadis itu tertunduk sembari tersenyum sendiri memikirkan apa yang akan terjadi besok.

__ADS_1


Aku akan pergi dari hidupmu mas, benar-benar pergi. Saat kembali nanti, kamu pasti sudah tidak disini lagi, sudah kembali ke pelukan Istri dan anakmu. Jangan berharap kamu bakal ketemu aku jika tugasmu disini selesai lebih cepat. Karena aku yakin, begitu bertemu Istri dan anakmu, kamu akan melupakan aku mas. batin Diana dalam diamnya.


Walaupun sempat terbersit rasa sedih yang mendalam karena harus meninggalkan kekasihnya, tapi setidaknya ini awal yang baik untuk dirinya melepaskan laki-laki yang dicintainya itu..


Sementara itu, Guntur masih menatap lekat wajah kekasihnya yang kini tertunduk dan diam. Dia ingin memahat wajah Diana dalam ingatannya dan dalam hatinya.


Aku tahu sayang, ini cara kamu untuk meninggalkan aku. Tapi kamu sudah terlalu jauh masuk di dalam hidupku Diana Aprilia. Sejauh manapun kamu berlari, aku akan menemukanmu. Aku janji, sebelum selesai masa belajarmu, aku sudah ada disana, menjemputmu. janji Guntur dalam hati.


Entah bagaimana nanti cara Guntur menghadapi dua wanita berbeda status yang telah mengisi hidupnya, Istrinya Riana dan kekasihnya Diana.


Beberapa saat mereka diam, terhanyut dalam pikiran masing-masing. Malam mulai larut, namun Guntur belum mau beranjak dari rumah Diana. Bayangan perpisahan besok membuat dirinya enggan meninggalkan gadis itu. Seluruh waktu berdua bersama Diana sebelum keberangkatan gadisnya sangat berharga bagi Guntur.


"Tidak...Aku akan berada disini sampai besok," tolak Guntur keras kepala.


"Tapi mas, aku harus istirahat malam ini dan mempersiapkan keperluan keberangkatanku besok," ujar Diana mencoba memberi pengertian kepada Guntur. Namun laki-laki itu terlalu keras kepala untuk mengikuti saran Diana. Ucapan gadis itu hanya dibalas gelengan kepala Guntur.


"DUH...kamu benar-benar keras kepala mas..!!! "seru Diana mulai kesal.


"Biarin..bodo amat..!!!" laki-laki itu semakin keras kepala.


"Ya udah..terserah mas. Aku mau tidur. Ngantuk," kali ini Diana benar-benar berdiri hendak masuk ke kamar.

__ADS_1


Langkah Diana terhenti ketika menyadari laki-laki itu mengikutinya ke kamar Diana.


"EEEEHH...Mau kemana mas?"


"Ikut kamu.....,"


"Iiiiih....mulai dech..!! Awas lo kalau kamu macam-macam. Sana...pulang..!!" usir Diana lagi.


Guntur menarik tangan Diana dan memeluk pinggangnya erat.


"Beri aku ciuman paling mesra, dan aku janji akan pulang Diana sayang," desis Guntur ditelinga Diana. Gadis itu menggelinjang, bermaksud melepaskan pelukan Guntur. Namun laki-laki itu malah mengetatkan pelukannya.


Diana pasrah. "Baiklah, tapi mas tau batasannya khan...HUUUMP...!!" Diana tak sempat menyelesaikan ucapannya. Bibirnya keburu dicium Guntur. Laki-laki itu ******* habis bibir Diana yang basah.


Malam itu dilewati kedua sejoli yang sedang dimabuk asmara itu dalam ciuman panjang yang lembut dan penuh perasaan.


Kali ini Diana menikmati ciuman panjang mereka. Membiarkan laki-laki dihadapannya meluapkan emosinya. Tanpa sadar gadis itu menitikkan air mata.


Selamat tinggal sayang. Ini pertemuan terakhir kita. Aku janji tidak akan menghubungi apalagi menemuimu lagi.


Janji hati Diana....

__ADS_1


__ADS_2