
Setelah kepergian Diana ke Makassar, selama itu pula Guntur menyibukkan dirinya dengan berbagai kegiatan kedinasan yang menyita seluruh waktu dan perhatiannya. Laki-laki itu benar-benar menepati janjinya kepada Diana untuk tidak melirik gadis lain.
Tepat seminggu kepergian Diana, Guntur mengajak Anton dan Imah untuk menghabiskan malam Minggu di cafe raminah.
Sekalian melepas rindu, begitu kata Guntur. Walaupun orangnya nggak ada, tapi mengunjungi tempat-tempat yang pernah didatangi berdua sedikit mengobati kerinduannya kepada Diana.
Bertiga mereka menikmati malam ditemani suguhan khas cafe raminah. Tak banyak yang mereka bicarakan sampai akhirnya Imah meminta Guntur mendengar voce note yang dikirim Diana tadi siang kepadanya.
"Maaf mas Gun, sebenarnya sejak tadi siang, voice note Diana ini mau saya share ke mas. Tapi Diana meminta aku menyampaikan langsung ke mas," ujar Imah, sedikit ragu.
Guntur menyimak ucapan Imah tanpa bermaksud menyela. Keningnya berkerut.
"Soal apa ?, kenapa Diana tidak langsung bicara denganku saja atau ngirim voice notenya ke aku !? "tanya Guntur akhirnya tak mengerti. Sorot matanya mengarah bergantian ke sosok dua orang yang duduk didepannya. Imah dan Anton.
"Saya share ya vouce note dan WA Diana untuk mas," ujar Imah sambil mengirim pesan suara Diana untuk Guntur.
__ADS_1
Perlahan Guntur membuka voice note Diana
kepadanya. Perasaannya tak enak, seakan mengisyaratkan bahwa ada sesuatu yang tidak menyenangkan yang akan didengarnya hari ini.
Assalaamualaikum mas Gun, sebelumnya maafkan aku karena hal ini tidak aku sampaikan langsung kepada mas. Karena aku yakin, aku nggak bakalan sanggup melakukannya. Untuk itulah aku kirim voice note ini ke Imah untuk disampaikan langsung kepada mas.
Mas, kamu percaya kan kalau aku sangat mencintaimu. Aku nggak bakal sanggup kehilangan kamu mas. Andai kamu tidak berstatus suami orang mungkin aku tidak perlu melakukan ini. Tapi mas seperti wanita lain diluar sana, aku tidak ingin berbagi cintamu dengan orang lain. Aku sungguh sangat menghargai perasaan Riana istrimu. Mencintaimu mungkin bukan sebuah kesalahan mas tapi keinginan untuk memilikimu adalah kesalahan terbesarku.
Guntur tertegung, tak percaya dengan apa yang didengarnya. Apa ini akhir hubungan mereka ?. Seperti inikah cara dirinya berpisah dengan Diana ?. Masih tak percaya, Guntur kembali mendengar voice note Diana.
Seleksi tertulis hanya 2 hari dan Alhamdulillah aku lulus dengan nilai terbaik. Hari ke empat aku langsung diberangkatkan ke kota B.
Sekali lagi maafkan aku mas, aku sengaja melakukan ini agar aku tidak perlu bertemu dan kemudian harus berpisah lagi denganmu. Aku menginginkan kebahagiaanmu. Lupakan aku mas. Jangan hubungi aku apalagi berusaha bertemu denganku saat kamu kembali nanti. Fokuslah ke Riana dan Kiara mas.
Maafkan aku juga karena terpaksa nomor hpku harus aku ganti. Semua demi kebaikan kita berdua mas. Tolong kamu ngerti dan menerima keputusanku.
__ADS_1
Selamat tinggal mas. Berbahagialah bersama orang-orang yang pantas dicintai dan mencintaimu.
Guntur termangu. Untuk beberapa detik laki-laki itu tak bersuara. Imah dan Anton menunggu dengan tegang. Keduanya tau, ada gejolak amarah yang ditahan laki-laki itu.
"Aku harus bicara dengannya...ini nggak adil untukku..!! desis Guntur mulai marah. Segera dihubunginya Diana.
tut..tut..turt..tut......
Panggilan tak terjawab. Ternyata wa Diana tidak aktif. Laki-laki itu mulai kalap. Dihubunginya lagi Diana melalui telepon biasa berulang kali. Sama saja, nomor yang dihubunginya tidak aktif lagi. Amarah laki-laki itu memuncak.
BRAAAAAAKK...!!
BRENGSEEEEEKK.....!!!, geram Guntur menggebrak meja dihadapannya.
Anton sontak berdiri. Imah kaget tapi memilih diam saja dan sedikit memundurkan kursi yang didudukinya.
__ADS_1