TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 153. Gagal...


__ADS_3

“ANIIIIISS !!!__KENAPA KAMU LAKUIN INI NIIISS!!!__ Kenapa kamu bohongin Teteh kalau kamu hanya mau ngajak Kiara jalan-jalan dan bukan ketemu Ayahnya!!?,”  Riana berteriak histeris ketika Anis akhirnya bicara jujur kepadanya.


“Hik..hik..maafin Anis Teh. Anis nggak tauu. Anis pikir Mas Gun nggak akan ngelakuin hal inii..!!,” Anis terdengar menangis dan minta maaf berkali-kali di telepon. Gadis itu benar-benar terpukul dan merasa bersalah.


“Harusnya kamu jujur Nis ke Teteh, Nini dan Aki. Kemarin sebelum ketemu Anis, Ayahnya Kiara datang kerumah Teteh Nis. Dia sudah mengkhianati Teteh. Dia selingkuh dengan perempuan lain dan sekarang Kiara mau dibawa untuk tinggal dan hidup dengan PEREMPUAN BRENGSEK itu Niiiis !!!,” emosi Riana meledak. Perempuan itu memarahi Anis habis-habisan.


“Maafin Anis Teh..Anis bener-bener nggak tau..hiks !,”


“Kamu itu bukan anak kecil lagi Niiis. Harusnya kamu tetap jadi perempuan jujur. Pintar dikit apa Aniis.  Kamu mau saja dibohongin dan dibodoh-bodohin orang lain!!!,” puncak kemaran Riana membuat dirinya tidak dapat menahan diri dan ucapan-ucapannya.


Anis masih menangis di telepon.


Tapi Riana sudah tidak perduli. Pikirannya kini hanya terpaku pada Kiara putrinya dan Guntur yang saat itu entah berada dimana.


“BERHENTI MENANGIS !!!. kalau Kiara nggak kembali, itu salah kamu..SALAH KAMUU ANIIS !!!.”


Kali ini Riana tidak tahan lagi dan menutup teleponnya.


Riana terisak...


Tapi Riana tidak ingin menangis lagi demi seorang laki-laki kasar yang tidak punya hati.  Dengan penuh kebencian dihapusnya sisa-sisa air mata yang membasahi pipinya.


“Aku sudah kehilangan Suamiku karena PEREMPUAN BRENGSEK itu. Tapi aku nggak akan mau kehilangan Kiara putriku karena Perempuan yang sama. TiDAAAK..!!! teriak Riana marah.


“Aku harus menelepon laki-laki itu sebelum dia pergi semakin jauh membawa putriku Kiara!!,” seru Riana dengan suara gemetar menahan tangis dan amarah.


Kriiing...kriiing...kriiiing...ponsel Riana berdering.


Walaupun ponsel Guntur aktif, tapi rupanya laki-laki itu tidak ingin merespon telepon dari Riana.


Sekali lagi Riana mencoba menelepon Guntur..dua kali..tiga kali. Namun hasilnya sama saja. Guntur malah merijek panggilan telepon dari Riana.


“BRENGSEEEEEEK..hah..hah..LAKI-LAKI BRENGSEEEEK..!!!,” amarah Riana semakin menjadi-jadi membuat perempuan itu mengangkat vas bunga di atas meja dan melemparkannya ke dinding kamar hingga pecah berantakan dan mengejutkan seisi rumah itu.


“Rianaaa..ada apa nak..apa yang terjadi!?,” tanya Nini dengan tatapan penuh tanya.


Tidak biasanya Riana semarah ini.


Riana terlihat menangis dan menutupi wajahnya.


Bibi yang ikut masuk ke kamar itu buru-buru mengambil sapu dan serokan sampah kemudian segera membersihkan pecahan vas yang yang memenuhi lantai kamar Riana.


“Ada apa nak..bicara sama Bapak dan Ibumu. Jangan diam saja,” Bapak ikut angkat bicara. Lelaki tua itu terlihat khawatir mendapati Riana yang shock berat, entah karena masalah apa.

__ADS_1


“KIARAA BUUU..Kiara diculik!!!,” ucap Riana diantara isak tangisnya.


“AP...APAAAA ??...KIARA DICULIK !?,”Ibu Riana berteriak kaget.


“CUCUKU..CUCU KESAYANGANKU PAAAK..!!!.” tangis Ibu Riana meledak dan perempuan itupun menangis histeris..


Bapak yang mendengar ucapan Riana tak kalah terkejutnya. Lelaki tua itu terduduk lemas.


“Ba..bagaimana bisa Kiara diculik??,” tanya Bapak tak.mengerti. “Bukankah Kiara tadi bersama Anis..kenapa dia bisa diculik ??,”


“GUNTUR PRAMUDYA Pak..laki-laki brengsek itu yang menculik Kiara !!!,” jawab Riana membuat seisi kamar itu kaget bukan kepalang.


“Guntur...???,” tanya Bapak tak percaya.


Ibu yang tadinya terduduk lemas dan hampir pingsan mendengar Kiara diculik, begitu mendengar nama Guntur sontak berdiri dan memandang Riana dengan sorot mata tajam.


“APA..??_laki-laki itu lagii !?,” tanya Ibu dengan tatapan penuh kebencian.


“Bagaimana ceritanya sampai Kiara bisa diculik laki-laki brengsek itu Ri !!?,” tanya Ibu emosi.


“Anis Bu. Laki-laki itu membujuk Anis untuk membawa Kiara keluar_!!?.”


“Anak bodoh...apa dia nggak tau kalau laki-laki itu sudah nyakitin kamu ??. Sekarang malah dia bantu orang itu untuk nyulik Kiara. Keterlaluan!!!.” Seru Ibu tidak habis pikir.


Tapi kondisi Riana sedang terpuruk karena kehilangan Suaminya. Dan sekarang bakal kehilangan putri semata wayangnya juga membuat laki-laki tua itu memilih diam membisu.


“Paaak...jangan diam aja. Ayoo, laporin si brengsek itu ke kantor Polisi, biar dia kapok !!!,” seru ibu gemas melihat Suaminya hanya diam saja sejak tadi.


“Mau ngelaporin apa Bu. Ngelaporin  kalau Kiara sudah diculik Ayahnya sendiri ,” tanya Bapak gusar.


“Iyalaaah. Sekalian laporin kasus KDRT laki-laki brengsek itu ke anak kita Pak. Biar dia ditangkap dan dipenjara. Biar kapoook sekalian!!!,” jawab Ibu berapi-api.


Bapak menggeleng-gelengkan kepalanya. Percuma ngeladenin istri dan putrinya yang sedang marah.


“Ya udah..cepetan, kamu telepon dia. Minta dia kembaliin Kiara,” suruh ibu sambil menyodorkan ponsel Riana kepada putrinya.


“Soal si Anis..nanti biar jadi urusan Ibu. Sekarang kamu telepon si brengsek itu dulu!!!.”


“Tadi Riana udah nelpon berkali-kali Bu. Tapi nggak diangkat. Bahkan telepon Riana dirijek sama dia!,” jawab Riana.


“Apaaa..apa maunya orang itu !?,” tanya Ibu tak mengerti jika ada jenis manusia seperti Guntur Pramudya yang tega nyelingkuhin Istrinya dan sekarang malah nyulik anaknya sendiri.


“Coba sekali lagi. Mudah-mudahan kali ini teleponmu direspon sama dia,” usul ibu yakin.

__ADS_1


Riana mengangguk dan mencoba menghubungi Guntur lagi. Tapi percuma saja..panggilan teleponnya kembali dirijek oleh Guntur.


Dengan kesal Riana melempar ponselnya diatas tempat tidur.


“Biar Bapak coba telepon Suamimu. Siapa tau dia mau nerima telepon dari Bapak dan mendengar apa kata Bapak,” ucap Bapak tiba-tiba.


Ibu yang mendengar kata Suamimu sontak memprotes Suaminya.


“Suami apaan Pak...yang bener MANTAAN SUAMI!??,” ujar Ibu gemas.


“Ingat Bu..Guntur belum menceraikan anak kita. Jadi Riana masih syah Istrinya Guntur Pramudya!,” suara Bapak keras membuat Ibu terdiam sejenak.


Tapi Ibu Riana masih tidak puas dan mencibirkan bibirnya kearah Suaminya.


“Sudaah..sudah. Kalian diam. Biar Bapak yamg bicara dengan Guntur!,” seru Bapak kemudian meraih ponsel miliknya dan mencoba menghubungi Menantunya.


Kriing...kriiing..kriing..terdengar bunyi panggilan keluar diponsel Bapak.


Tak berselang lama Guntur langsung merespon panggilan telepon Mertuanya.


“Assalaamualaikum Pak__,” terdengar suara salam Guntur membuat Ibu dan Riana sontak menoleh kearah Bapak dengan rasa penasaran dan ingin tau.


“Wa’alaikumsalaam. Maaf Gun, Bapak mau nanyak. Apa Kiara ada bersama Gun sekarang?,” tanya Bapak hati-hati.


Bapak tidak ingin kehilangan peluang untuk mengetahui keberadaan Guntur dan Kiara cucunya.


"Iya Pak, Kiara bersama Gun," jawab Guntur mengiyakan.


"Oh__,"


Belum sempat bicara, Tiba-tiba ponsel ditangan Bapak direbut Riana dan Ibunya.


Bapak kaget bukan main, namun tidak bisa berbuat apa-apa. Kedua perempuan dihadapannya tidak membiarkan Bapak merebut kembali ponselnya.


Entah apa yang terjadi kemudian, namun Bapak berharap Guntur mau menjelaskan alasan dirinya membawa Kiara kepada Riana dan Ibunya.


Dengan isyarat Bapak meminta Riana dan Ibu untuk tidak terbawa emosi dan marah-marah jika masih ingin Kiara dikembaliin Ayahnya.


Tapi percuma. Riana yang memang sudah tersulut emosinya sejak awal tak.mampu menahan diri.


Maka terjadilah pertengkaran antara Guntur dan Riana. Ibu yang memang menginginkan Riana untuk bersikap tegas tak ingin membujuk Riana untuk bicara baik-baik.


________

__ADS_1


__ADS_2