TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 150. Menjalankan Rencana Selanjutnya.


__ADS_3

Setelah berbelanja beberapa kebutuhan Kiara dan Anis, mereka bertigapun berjalan-jalan mengelilingi Mall yang yang mulai ramai oleh pengunjung.


Kiara dan Anis terlihat sumringah dan menikmati acara jalan-jalan mereka pagi itu.


Lelah berkeliling dan berbelanja, Guntur kemudian mengajak Kiara dan Anis untuk istirahat dan makan siang di salah satu Pujasera yang menyajikan Korean Food sebagai menu andalannya.


Kiara dan Anis memang sangat menyukai sesuatu yang ala-ala negeri ginseng.


Guntur memesan beberapa menu yang agak berat untuk Anis dan dirinya, kemudian memesan beberapa menu makanan khusus untuk Kiara. Ketiga orang itupun makan dengan lahap sambil bercanda.


“Anis, ajak Kiara main di Playground itu ya.” suruh Guntur begitu mereka selesai makan.


Mendengar ucapan Ayahnya, Kiara serta merta menunjuk kearah Playground yang ada tepat didepan pujasera tempat mereka makan.


Guntur memang sengaja memilih tempat makan tepat didepan playground agar terlihat oleh Kiara.


Lokasi yang pas untuk melaksanakan rencananya.


Anis sama sekali tidak menyadari apa yang sedang direncanakan Guntur untuk dirinya.


Sambil memperhatikan Anis dan Kiara yang sedang bermain dan sesekali melambai kearahnya, Guntur dengan hati-hati menuangkan sesuatu di minuman Anis.


“Semoga saja obat ini bekerja dengan baik sesuai waktu yang aku butuhkan,” harap Guntur kemudian buru-buru membuang bekas pembungkus obat itu ke tempat sampah tak jauh dari tempatnya duduk.


Guntur melambaikan tangannya ke arah Anis dan Kiara menyuruh mereka untuk minum dulu. Anis yang tak menyadari rencana Guntur kemudian mengajak Kiara untuk mendekati Ayahnya.


“Ayaaah..Kia masih mau maiin!,” rengek Kiara protes.


“Iyaaa..iya. Kia dan Teh Anis boleh main lagi. Tapi minum dulu juicenya. Kasian Tetehnya kehausan,” ujar Guntur sambil menunjuk ke Anis.


“Anis, habisin dulu juicenya. Ntar Mas temenin kalian main,” Guntur menyuruh Anis untuk minum juicenya.


Saat gadis itu akan minum, tiba-tiba Kiara meminta juice milik Anis untuk diminumnya.


Guntur terkejut dan menahan tangan Anis yang ingin memberi minum Kiara dengan juice yang telah diberi obat tidur olehnya tadi.


“Eeeh..Kia nggak boleh minum juice teh Anis ya..itu asam dan banyak esnya. Kia minum air mineral aja biar nggak batuk,” cegah Guntur. Wajahnya sedikit menegang kemudian berangsur biasa lagi setelah Kiara mau minum air mineral miliknya.


“Naah..anak pintar,” puji Guntur sementara ekor matanya melihat Anis yang telah menghabiskan juicenya dengan sekali teguk hingga tandas tak bersisa.


“Sekarang Kiara dan Teh Anis main lagi ya. Ayah mau bayar makanannya dulu. Nanti Ayah nyusul Kia dan Teh Anis,”

__ADS_1


Dengan gembira Kiara menarik tangan Anis dan mengajaknya untuk main lagi.


Selesai membayar bill makanan mereka, Guntur kemudian menyusul Kiara dan Anis. Sambil memperhatikan Kiara yang mencoba satu persatu permainan di tempat itu, sesekali ekor matanya memperhatikan Anis.


Gadis itu terlihat menguap beberapa kali.


Hmm..obat tidur itu mulai bereaksi. guman Guntur dalam hati.


Saat melihat Anis yang mulai keseringan menguap dan matanya yang terlihat mengerjap beberapa kali menahan kantuk, Gunturpun mendekati gadis itu.


“Kenapa Nis?.” Tanya Guntur


“Mas, Anis kok tiba-tiba pusing dan ngantuk banget ya?,” tanya Anis tidak mengerti.


“Hmm, mungkin karena semalam Anis kurang tidur kali Nis,” jawab Guntur sekenanya.


“Iya sich Mas. Emang semalam Anis kurang tidur mikirin cara gimana dan apa alasan Anis ngajak Kiara jalan-jalan. Anis kepikiran Mas karena harus berbohong ke Teh Riana,” jawab Anis membuat Guntur lega bukan kepalang.


Gadis itu tidak curiga sama sekali.


“Ya udah. Kalau Anis pusing dan ngantuk, kita istirahat di penginapan aja sambil nunggu pusingnya hilang. Soalnya Mas masih kangen banget sama Kiara,” usul Guntur yang langsung disetujui Anis saking pusing dan ngantuk berat.


Merekapun meninggalkan Mall diikuti celoteh Kiara yang memprotes Ayahnya dan Anis. Gadis mungil itu belum puas bermain membuat wajahnya cemberut sepanjang perjalanan ke penginapan.


Kiara mengangguk setuju walau dengan wajah yang masih cemberut.


Guntur kembali melakukan cek in di penginapan tempatnya nginap semalam. Namun laki-laki itu tidak mengambil kembali tas ransel yang dititipkannya di resepsionis tadi pagi.


Setelah memperoleh nomor kamar, buru-buru Guntur menggendong Kiara dan merangkul bahu Anis menuju kamar yang disewanya.


Sesampainya di kamar, begitu pintu kamar dibuka, Anis yang sudah mengantuk berat langsung terjatuh di depan pintu.


Dengan sigap Guntur menurunkan Kiara dari gendongannya dan membopong tubuh Anis menuju tempat tidur.


Gadis itu tertidur pulas.


“Syukurlah, Anis langsung tertidur,” guman Guntur lega.


“Ayaah..main lagii,” rengek Kiara begitu melihat tetehnya malah tidur.


“Iyaa...Kiara main berdua Ayah ya. Tetehnya lagi sakit. Biar Teh Anisnya tidur dulu. Nanti kalau udah sehat Kia dan Ayah jemput lagi Teh Anisnya,” rayu Guntur.

__ADS_1


Kiara mengangguk setuju.


Guntur kemudian mengambil secarik kertas dari meja kemudian menuliskan sesuatu disana.


“Sudah..ayoo..Kiara main lagi sama Ayah. Kita ke Zoo..gimana ?.”


“Holeee..ke joo..,” teriak Kiara kegirangan.


Guntur tertawa lega. Semua sesuai rencana awalnya. Tinggal melaksanakan rencana berikut.


“Maafkan Mas,..Nis. Mas terpaksa manfaatin kamu. Tapi Mas akan pastiin kamu tidak akan kena masalah akibat perbuatan Mas,” bisik Guntur pelan sambil memandangi wajah Anis yang tertidur pulas.


Guntur dan Kiara kemudian  meninggalkan kamar itu menuju meja resepsionis.


“Siang Mbak. Saya mau ngambil ransel saya,” ujar Guntur setibanya di depan meja resepsionis sambil menyerahkan nomor box miliknya.


“Siang..Ooh, iya Pak. Apa Bapak mau checkout?.” Tanya si Mbak resepsionis dengan tatapan heran.


“Oh..enggak. Saya mau keluar sebentar. Adik saya sedang istirahat di kamar. Saya langsung bayar ya untuk dua malam,” jawab Guntur kemudian mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribu untuk membayar biaya nginap selama dua malam.


“Sisanya untuk Mbak aja !,’ seru Guntur disambut ucapan terima kasih dari si Mbak yang tersenyum senang.


“Ayoo putri cantik Ayah...kita ke zooo..,” ajak Guntur sambil menggendong Kiara diatas pundaknya.


Kiara tertawa senang.


Kebun Binatang di pinggiran kota itu terlihat ramai. Guntur yang baru tiba langsung memesan dua buah tiket untuk dirinya dan Kiara.


Waktu telah menunjukan pukul 13.00 WIB. Masih ada kesempatan bagi Guntur untuk berkeliling sejenak beberapa jam dengan Kiara agar gadis kecil itu terbiasa dekat dengannya dan jauh dari Mamahnya.


Kiara terlihat gembira melihat beberapa jenis hewan koleksi kebun binatang itu. Memberi makan kelinci menjadi kegiatan yang paling disukai Kiara.


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB ketika Guntur memutuskan untuk menyelesaikan kunjungan mereka ke kebun binatang itu.


Kiara yang protes dan masih ingin bermain lagi berusaha dibujuk oleh Guntur dengan alasan mau menjemput Anis.


Gadis kecil itu manut dan mau diajak pergi.


Dengan berdebar dan sedikit khawatir, Guntur kemudian memesan grab mobil melalui aplikasi online.


Laki-laki itu sebelumnya telah menitipkan mogenya di salah satu sudut parkiran yang tersembunyi di penginapan tempatnya menginap tadi. Tentu saja dengan sedikit memberi uang sogokan kepada petugas parkiran penginapan itu.

__ADS_1


Guntur ingin membuat Kiara merasa nyaman berada disisinya. Untuk itu dirinya memilih menggunakan mobil yang nyaman buat Kiara.


_________


__ADS_2