TENTARAKU SUAMIKU

TENTARAKU SUAMIKU
Episode 94. Kunjungan Mak


__ADS_3

Wajah Syahrial memerah menahan perasaannya dan rasa cemburu yang tiba-tiba menyeruak. Kamu keterlaluan Diana..batin Syahrial kecewa.


Diana yang tak menyadari kehadiran Syahrial masih berdiri ditempatnya tadi saat melepas Guntur pergi.


"Ana..," panggil Syahrial pelan.


Diana tertegung mendengar namanya dipanggil seseorang. Suara itu...! batin Diana terkejut. Wajahnya pias seketika membuat gadis itu tak ingin berbalik.


"Dek...kamu...kamu masih ketemuan sama laki-laki itu!?" ujar Syahrial. Laki-laki itu kini telah berdiri tepat didepan Diana.


Diana terdiam. Tak berani menatap apalagi menjawab pertanyaan Syahrial. Gadis itu meremas jemarinya yang mulai berkeringat.


"Dek...jawab Mas," Syahrial memegang bahu Diana yang masih tertunduk. "Semalam Mas nyariin Kamu. Apa Kamu semalam bersama Dia ?" tanya Syahrial lagi membuat Diana semakin tidak berkutik.


"Ak..Aku..!!"


"Nggak perlu dijawab kalau kamu tidak mau menjawab pertanyaan Mas!" potong Syahrial.


Diana tergugu. Nada kecewa dalam suara Syahrial membuat Diana tidak mampu berkata-kata.


"Maafkan Aku Mas!" seru Diana memohon. Wajahnya mendongak dan didapatinya wajah kecewa Syahrial.


"Nggak apa-apa dek. Aku paham. Memang sulit melepaskan orang yang kita cintai. Tapi Aku menawarkan masa depan yang lebih baik untukmu Diana,"


"Aku tau Mas..Aku bersamanya saat ini hanya karena ingin mengakhiri hubungan Kami. Percayalah padaku Mas," Diana mencoba meyakinkan Syahrial walaupun Diana tau percuma saja. Syahrial tidak akan mudah percaya begitu saja.


"Yaah..," ucap Syahrial sembari mengangguk. Walau hatinya yakin tidak seperti itu cerita sebenarnya.


"Ayo..Mas antar ke kamar," ajak Syahrial sambil menarik tangan Diana.


Diana manut dan mengikuti langkah Syahrial. Sepanjang jalan tak satupun kata-kata yang keluar dari mulut keduanya.


Aku pasrah Mas, jika tawaran ikut ke kotamu tidak berlaku lagi, batin Diana dalam diamnya.


\=\=\=\=\=\=\=


Sementara itu Guntur tengah menuju asrama Batalion tempatnya berdinas. Sekilas tadi sempat dilihatnya Diana bersama seseorang saat dirinya sampai di gerbang kampus Diana. Namun Guntur tidak mengetahui bahwa yang bersama Diana barusan adalah Syahrial, laki-laki yang menyebabkan Diana meminta putus darinya tadi pagi.


Waktu sudah beranjak siang ketika Guntur memutuskan untuk istirahat sejenak di salah satu rumah makan yang berada disisi jalan yang dilaluinya. Sebaiknya Aku telpon Mak, sudah nyampe mana mereka. batin Guntur kemudian mengambil ponsel di saku jaketnya.

__ADS_1


Tuuuut...tuuut...tuuut....


Guntur menghubungi nomor ponsel Mak. Tak berselang lama terdengar suara Mak.


"Assalaamualaikum Gun, lu darimana aja, sejak semalam Mak hubungi nggak nyambung-nyambung," tanya Mak dengan nada khawatir.


Wa'alaikumsalaam. Gun dinas luar Mak. Skarang masih di jalan pulang. Mak udah nyampe mana?" tanya Gun.


"Mak udah nyampe di terminal. Kata Bapak Mak dijemput temanmu. Ini Mak, Anggi dan Windi lagi nunggu jemputan," sahut Mak


"Maafin Gun ya Mak, nggak bisa jemput Mak. Ini Gun masih di Sukabumi. Masih jauh Mak," Guntur meminta maaf kepada wanita yang telah melahirkannya itu.


"Iya nggak apa-apa Gun. Mak ngerti. Oh iya..kamu sudah nelpon Istrimu?" tanya Mak ingin tau.


"Sudah Mak," jawab Guntur menenangkan Maknya.


"Syukurlah kalau udah. Takutnya ntar kalian bertengkar lagi," ujar Mak lega.


"Bentar ya Mak, Gun coba nelpon orang yang jemput Mak, udah nyampe mana dia," ucap Guntur kemudian.


"Iya Gun. Beritahu dia kalau Mak nunggu di rumah makan Padang pas depan terminal," ucap Mak memberitahu tempatnya menunggu saat itu.


Kemudian Guntur menghubungi kawannya yang dimintai tolong oleh Bapak untuk menjemput Mak, Anggi dan Windi. Untunglah Bapak berinisiatif seperti itu. Jadinya Guntur tidak perlu buru-buru pulang.


Setelah beres urusan jemput-menjemput, Gunturpun bergegas memacu motornya...pulang.


Aku nggak yakin Istriku bisa nanganin keluargaku. Apalagi ini kali pertama rumah kami dikunjungi keluargaku. Sebaiknya Aku cepat pulang..!!


\=\=\=\=\=\=\=\=


Riana yang sendirian dirumah bingung memikirkan apa yang akan disajikannya untuk keluarga Suaminya. Ini pertama kalinya Riana dan Guntur dikunjungi Mak, jelas Riana bingung. Bahkan bagaimana cara bersikap didepan Ibu Mertuanya juga Riana merasa akan menemui masalah karena saat pulang dari rumah Bapak kemarin, dirinya dan Guntur sempat terlibat pertengkaran hebat.


Sebaiknya Aku siap-siap sebelum Mertuaku tiba. Kalau bingung mau masak apa, mending aku pesan online aja..praktis dan gak ribet. Riana menemukan ide mengatasi kebingungannya.


Tak berapa lama tiba-tiba pintu rumah diketuk seseorang. "Assalaamualaikum,"


"Wa'alaikumsalaam," jawab Riana kemudian buru-buru keluar. Di depan rumah berdiri Mak, Anggi, Windi dan seorang laki-laki yang tidak dikenal Riana.


"Eh..Mak, udah nyampee. Masuk Mak," ucap Riana mempersilahkan Mertuanya untuk masuk.

__ADS_1


"Mak, Saya langsung balik ya. Teh, saya pamit pulang," pamit si laki-laki tadi disambut anggukan Riana.


"Iya..Makasih ya udah repot-repot jemput Mak," ucap Mak.


"Iya Mak..sama-sama," jawab si laki-laki kemudian pergi.


"Guntur belon nyampe juga ya ?" tanya Mak sembari melangkah masuk diikuti Windi dan Anggi yang menenteng tas dan oleh-oleh dari kampung.


"Belum Mak. Masih di jalan katanya," jawab Riana. Wajahnya tiba-tiba berubah cemberut, kesal dengan ulah Suaminya yang tidak dirumah saat Ibu Mertuanya datang.


"Ya udah..nggak apa-apa, ntar juga pulang," ujar Mak yang mencari-cari keberadaan Kiara. "Cucu Mak mana Ri?"


"Di kamar Mak..main. Mak nginep apa langsung pulang?" tanya Riana tiba-tiba membuat Mak sontak menoleh kearahnya.


"Kayaknya Mak nginep Ri. Nggak apa-apa kan?" jawab Mak kemudian melangkah ke kamar Kiara. "Mak, Windi dan Anggi tidur bareng Kiara aja," kata Mak sambil meletakkan tas pakaian yang dibawanya di kamar Kiara.


"Iya Mak..," jawab Riana singkat.


"Oh iya. Kemarin Bapak panen. Itu Mak bawa titipan Bapak buat tambahan lauk lu pada," Mak menunjuk dua buah tas besar yang dibawanya tadi.


"Iya Mak..,"


"Go food Bu," tiba-tiba terdengar suara seseorang di depan rumah.


Buru-buru Riana keluar, kemudian mengambil lauk pesanannya dan membayar ke si abang Go food.


"Kamu nggak masak Ri?" tanya Mak yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Riana. "Mak bawa sayur banyak. Ntar Mak masakin lauk kesukaan Suami Lu,"


Riana melirik kearah 2 buah tas besar yang tadi dibawa Mak. Pasti Mak bawa pete dan jengkol..duh , jadi mual dech, batin Riana yang tiba-tiba merasa eneg.


"Mak, Riana udah pesen lauk tadi, udah Riana taruh di lemari makan. Nasinya udah mateng di rice cooker. Mak mau makan sekarang ?" tanya Riana.


"Nanti aja, nunggu Suami lu pulang dulu," tolak Mak halus.


"Ya udah Mak..kalau Mak mau makan, panggil Riana aja ya. Riana ke sebelah dulu..bentaran," ucap Riana kemudian sekalian pamitan mau ke tetangga sebelah.


Mak mengangguk tanpa suara. Sementara Anggi dan Windi masih asyik bermain bersama Kiara.


\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2